Abstract
The concept of "beautiful Indies" (mooie Indië) is understood as a project of visual discourse transformation in the Dutch East Indies. This study highlights Raden Saleh's painting "Forest Fire", which represents a romantic manifestation while simultaneously challenging colonial narratives about nature and society in the Indies. The aim of the research is to reveal the trans-cultural visual strategies employed by Raden Saleh in constructing a counter-discourse to colonial representation. The study adopts a qualitative-interpretative approach using heuristic methods, source criticism, and montage analysis, contextualized within Pierre Bourdieu's theoretical framework. Montage analysis is applied by juxtaposing and reassembling visual, symbolic, and socio-political elements of the painting, producing new readings of colonial power relations. Pierre Bourdieu's concepts of habitus, field, and capital are then used to interpret these montage findings, showing Raden Saleh's position as a Javanese artist shaped by European experience within the colonial art field. The results demonstrate that "Forest Fire" not only depicts nature, humans, and animals but also articulates a critique of colonial structures through symbolic construction. This work underscores the role of visual art as a medium capable of reshaping colonial representation by combining montage strategies with the social dynamics explained through Pierre Bourdieu's framework.
Bahasa Abstract
Konsep "Hindia yang indah" (mooie Indië) dipahami sebagai proyek transformasi wacana visual di Hindia Belanda. Penelitian ini menyoroti lukisan "Kebakaran Hutan" Raden Saleh sebagai manifestasi romantik yang menantang narasi kolonial tentang alam dan masyarakat Hindia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan strategi visual trans-kultural yang digunakan oleh Raden Saleh untuk membangun wacana tandingan terhadap representasi kolonial. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif-interpretatif dengan metode heuristik, kritik sumber, dan teknik analisis montase yang dikontekstualisasikan ke dalam kerangka kerja Pierre Bourdieu. Analisis montase dilakukan dengan menyusun dan membandingkan elemen visual, simbolik, dan konteks sosial-politik di dalam lukisan, sehingga membentuk pembacaan baru atas relasi kuasa kolonial. Kerangka Pierre Bourdieu digunakan untuk menafsirkan hasil montase melalui konsep habitus, arena, dan modal yang memperlihatkan posisi Raden Saleh sebagai seniman Jawa dengan pengalaman Eropa di dalam arena seni kolonial. Temuan menunjukkan bahwa lukisan "Kebakaran Hutan" tidak hanya menggambarkan alam, manusia, dan binatang, tetapi juga mengartikulasikan kritik terhadap struktur kolonial melalui konstruksi simbolik. Lukisan ini menegaskan peran seni rupa sebagai medium yang mampu mendobrak representasi kolonial dengan menggabungkan strategi visual montase dan dinamika sosial yang dijelaskan oleh Pierre Bourdieu.
References
Animalia. 2025. “Banteng.” Animalia, 2025. https://animalia.bio/banteng (diakses pada Juli 27, 2025).
Bachtiar, Harsja. 2022. “Raden Saleh: Bangsawan, Pelukis dan Ilmuwan.” Dalam Raden Saleh: Anak Belanda, Mooi indië & Nasionalisme, ed. JJ Rizal, 1-76. Depok: Komunitas Bambu.
Banu, Iksaka, dan Kurnia Effendi. 2025. Pangeran dari Timur. Yogyakarta: Bentang Pustaka.
Bhabha, Homi. 1994. The location of culture. London & New York: Routledge.
Bourdieu, Pierre. 1979. La distinction: critique sociale du jugement. Paris: Éditions de minuit.
Burhan, Agus. 2008. “Perkembangan Seni Lukis Mooi Indië sampai Persagi di Batavia, 1900-1942.” Google Play Books. https://books.google.co.id/books/about/Perkembangan_Seni_Lukis_Mooi_Indi%C3%AB_samp.html?id=L8GPDwAAQBAJ&redir_esc=y (diakses pada April 16, 2025).
During, Simon. 1999. The Cultural Studies Reader. London: Routledge.
Kemp, Gary. 2021. “The Artistic Expression of Feeling.” Philosophia 49: 315–332.
Kraus, Werner. 2018. Raden Saleh: Kehidupan dan Karyanya. Kepustakaan Populer Gramedia. https://books.google.co.id/books/about/Raden_Saleh_dan_Karyanya.html?id=osx7DwAAQBAJ&redir_esc=y (diakses pada Juni 1, 2025).
Labrousse, Pierre. 2006. “L’entrée des artistes.” Archipel 71: 5–52.
Li, Peter. 2018. “The Epistemology of Yin-Yang Balancing as the Root of Chinese Cultural Traditions: The Indigenous Features and Geocentric Implications.” Dalam The Psychological and Cultural Foundations of East Asian Cognition: Contradiction, Change, and Holism, ed. Julie Spencer-Rodgers dan Kaiping Peng, 35-80. Oxford Academic.
Mander, Mary. 1987. “Bourdieu, the Sociology of Culture and Cultural Studies: A Critique.” SAGE: European Journal of Communication 2: 427–453.
Morante, Luís. 2017. Editing and Montage in International Film and Video: Theory and Technique. Routledge.
National Gallery Singapore. 2025. “Boschbrand (Forest Fire).” National Gallery Singapore, 2025. https://www.nationalgallery.sg/sg/en/our-collections/search-collection.artwork.html/national-collection/raden-saleh/2014/2014-00321_NGS.tif.html (diakses pada Mei 15, 2025).
Nauhaus, Julia. 2013. Raden Saleh (1811–1880): Ein javanischer Maler in Europa. Lindenau-Museum Altenburg.
Piliang, Yasraf. 2024. “03. Studi Gaya Hidup: Habitus & Capital–Yasraf Amir Piliang.” YouTube video, 2:49:18, 13 Maret 2024. https://www.youtube.com/watch?v=pgcMlpo9HyI&t=8232s (diakses pada April 19, 2024).
Protschky, Susie. 2011. Images of the tropics: Environment and visual culture in colonial Indonesia. Leiden: KITLV Press.
Rizal, JJ. 2022. “Raden Saleh: Keajaiban Sebuah Warisan (Pengantar).” Dalam Raden Saleh: Anak Belanda, Mooi indië & Nasionalisme, ed. JJ Rizal, xi-xxxix. Depok: Komunitas Bambu.
Scalliet, Marie-Odette. 2017. “The Javanese Painter Raden Saleh (c. 1811-1880): A Star in the Firmament of Indonesian Modern Visual Art.” Dalam Charting Thoughts: Essays on Art in Southeast Asia, ed. Low Sze Wee & Patrick D. Flores, 60–77. National Gallery Singapore.
Siregar, Aminudin. 2025. Indonesian modern art historiography: national and transnational perspectives. Universiteit Leiden.
Soeroto, Noto. 1913. Bij het 100ste geboortejaar van Raden Saleh: Javaansch schilder geb. te Semarang 1814, gest. te Buitenzorg 1880. Architecten-bureu Hulswit.
Sugiharto, Bambang. 2008. “Javanese Epistemology Revisited.” Melintas 24, no. 3: 369–384.
Taman Safari Bali. 2022. “Mengenal Satwa Nusantara Banteng Jawa.” Taman Safari Bali, 2022. https://www.balisafarimarinepark.com/mengenal-satwa-nusantara-banteng-jawa/ (diakses pada Juli 27, 2025).
Yuliastuti, Dian. 2018. “Ambiguitas Identitas Raden Saleh.” Dalam Menelisik Karya Raden Saleh, Pusat Data dan Analisa Tempo, 64–70. Tempo Publishing. Menelisik karya raden saleh - iPusnasWebsite (diakses pada Oktober 4, 2025).
Recommended Citation
Krisnambudi, Dionisius, Sri K. Habsari, and Eva Farhah. 2026. MAKNA ‘INDAH’ LUKISAN ‘KEBAKARAN HUTAN’ RADEN SALEH SEBAGAI PERLAWANAN KONSEP PEMIKIRAN ‘MOOIE INDIËM'. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya 16, no. 1 (April). 10.17510/paradigma.v16i1.1900.
