Abstract
Amidst conservation challenges and a crisis in the regeneration of local arts in Pati, Barongan Baruno emerges as a new artistic creation from Pasinaon Studio in Kertomulyo Village. This research aims to uncover its creation process, form, and the embodiment of local values as a collective representation of the Kertomulyo community. Using a qualitative-descriptive approach, the study finds that Barongan Baruno is a product of conscious and participatory collective creation. Symbolically, it reflects the community's agrarian-maritime identity and Javanese-Islamic acculturation. As a collective representation, this art form serves as a medium for embodying local wisdom, such as the importance of intention, harmony, and unity. This research affirms that communities can actively create cultural products to represent their identity and values, offering a significant foundation for contemporary barongan studies.
Bahasa Abstract
Di tengah tantangan konservasi dan krisis regenerasi kesenian lokal di Pati, Barongan Baruno hadir sebagai kreasi seni baru dari Sanggar Pasinaon, Desa Kertomulyo. Penelitian ini bertujuan mengungkap proses penciptaan dan bentuk Barongan Baruno, serta penghayatan nilai-nilai lokal dalam Barongan Baruno sebagai representasi kolektif masyarakat Kertomulyo. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, data primer dikumpulkan melalui observasi langsung di Sanggar Pasinaon, wawancara mendalam, serta didukung oleh analisis arsip dan studi literatur. Hasil studi menunjukkan bahwa Barongan Baruno adalah produk kreasi kolektif yang sadar dan partisipatif. Secara simbolis, Barongan Baruno merefleksikan identitas agraris-maritim dan akulturasi Jawa-Islam. Lebih lanjut, sebagai representasi kolektif masyarakat Kertomulyo, kesenian ini menjadi medium penghayatan nilai-nilai kearifan lokal, seperti pentingnya niat, semangat saling mengingatkan, keharmonisan, dan persatuan. Temuan ini menegaskan bahwa produk budaya dapat diciptakan secara aktif oleh komunitas untuk merepresentasikan identitas dan nilai, sekaligus menawarkan landasan signifikan bagi studi barongan kontemporer.
References
adminlingkar.co. 2021. “Pemuda Jadi Peran Sentral Perkembangan Kesenian di Kabupaten Pati - Kabar Politik Terkini dan Terpercaya Indonesia.” Lingkar.co (blog). 7 Mei 2021. https://lingkar.co/pemuda-jadi-peran-sentral-perkembangan-kesenian-di-kabupaten-pati/.
Alfarez, Tommy Dwi, dan Bintang Hanggoro Putra. 2022. “Bentuk Dan Proses Penciptaan Tari Barong Wadon Karya Tantin Hermawati Di Sanggar Tondonegoro Kabupaten Pati.” Jurnal Seni Tari 11, no. 1: 45–55.
Anggraini, Putu Maria Ratih. 2020. “Keindahan Dewi Sri sebagai Dewi Kemakmuran dan Kesuburan di Bali.” Jnanasiddhanta: Jurnal Teologi Hindu 2, no. 1: 21–30.
Aqsoliafitrosah, Rekha dan Agusniar Dian Savitri. 2021. “Register Makhluk Gaib dalam Akun Instagram@ Calonarangtaksu tahun 2019 sebagai Refleksi Budaya Masyarakat Hindu Bali: Kajian Etnolinguistik”. Sapala 8, no. 3: 75–98. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-sapala/article/view/43253.
Azhima, Faza Fauzan, Aquarini Priyatna, dan Teddi Muhtadin. 2020. “Mitos dan Representasi Dewi Sri dalam Ritual Sinoman Upacara Adat Mapag Sri di Desa Slangit Kabupaten Cirebon: Kajian semiotika.” Metahumaniora 10, no. 2: 217–229. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v10i2.25733.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2024. “barongan.” Dalam KBBI VI Daring, VI. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/barongan.
Damayanti, Rima, Khusnul Fatimah, dan Ahmad Bahrudin. 2024. “Kearifan lokal dalam Kumpulan Cerita dari Kota 1001 Goa: kajian antropologi sastra.” Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya 7, no. 2: 199–212.
Damono, Sapardi Djoko. 1978. Sosiologi sastra: Sebuah pengantar ringkas. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. https://repositori.kemdikbud.go.id/2385.
Dewi, Cicilia Dikna Astrina, dan Suharto Suharto. 2021. “Musical Development Of Barongan Turonggo Laras Through Additional Instrument In Kendal Regency.” Jurnal Seni Musik 10, no. 1: 86–92.
Diani, Yesika, dan Kuncoro Bayu Prasetyo. 2022. “Krisis Regenerasi Pada Kelompok Kesenian Kethoprak Pati (Kasus Pada 3 Kelompok Seni Kethoprak Di Kabupaten Pati Jawa Tengah).” Solidarity: Journal of Education, Society and Culture 11, no.1. https://doi.org/10.15294/solidarity.v11i1.58796.
Efendi, Junarto, dan Eny Kusumastuti. 2013. “Barongan Jogo Rogo Dalam Tradisi Selapan Dino.” Jurnal Seni Tari 2, no. 1. https://journal.unnes.ac.id/sju/jst/article/view/9617.
Eka, Rahmawati, dan Mohammad Imran. 2022. “Makna Filosofis Rumah Adat Gorontalo (Dulohupa Dan Bantayo Pobo’ide).” Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa, dan Teknologi 10, no. 1: 95–105.
Fakhruddin, Haydar. 2021. Wawancara Baruno Diwawancara oleh Fahri Reza Muhammad.
Farnadayanti, Yulita Shafrindha. 2018. “Mitos Pemandian Bektiharjo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban (Kajian Strukturalisme Levi-Strauss). BAPALA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 5, no. 2. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/27266.
Firdaus, Zahrotul dan Mohammad Ansori. 2024. “Dimensi Sosial Budaya dalam Mitos Larangan Makan Ikan Lele di Kabupaten Lamongan: Kajian Etnografi Kepercayaan Lokal.” TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra 4, no. 04: 1–12. https://doi.org/10.69957/tanda.v4i04.1760.
Fuad, Ifrohatul. 2022. “Tradisi pembacaan pembuka doa pada praktik Doa ‘Jempol Kaki Ibu’(Studi Living Qur’an Pada Pondok Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Bogor).” B.S. thesis, Jakarta: Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/66154.
Geertz, Clifford. 2014. Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Diterjemahkan oleh Aswab Mahasin dan Bur Rasuanto. 2 ed. Depok: Komunitas Bambu.
Griswold, Wendy. 2013. Cultures and Societies in a Changing World. Fourth Edition. SAGE Publications, Inc.
Hafida, Mellina Nur, Rika Safitri Nur Azizah, Ahmad Suhadak, Anisa Amalia Maisaroh, Aida Alta Sapaike, dan Wahyu Djoko Sulistyo. 2021. “Kajian Historis Kepercayaan Danyang Telaga Rambut Monte Pada Masyarakat Desa Krisik Blitar.” Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah Dan Pendidikan 5, no. 2: 130–144.
Hasna, Nadia Deswira, dan Sri Retnoningsih. 2024. “Perancangan Board Game Aksara dan Filosofi Jawa Angka bagi Remaja sebagai Upaya Pelestarian Budaya.” e-Prosiding FAD Desain Komunikasi Visual 3, no. 02. https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/fad/article/view/2946.
Heryati, Heryati, dan Nurnaningsih Nico Abdul. 2014. “Kearifan Lokal pada Arsitektur Vernakular Gorontalo: Tinjauan Pada Aspek Budaya dan Nilai-nilai Islam.” el Harakah Jurnal Budaya Islam 16, no. 2: 151. https://doi.org/10.18860/el.v16i2.2774.
Hidayatullah, Panakajaya. 2017. “Panjhâk Sebagai Agen Pengembang Karakter Budaya dalam Masyarakat Madura di Situbondo.” Jantra 12, no. 2: 139–152.
Hill, Denise. 2001. “The Practice and Social Evolution of the Javanese Gamelan: Evolution and Continuity.” Contemporary Theatre Review 11, no. 1 (Januari): 19–27. https://doi.org/10.1080/10486800108568607.
Huda, Nor, Wahyu Amni, dan Fitriah Fitriah. 2022. “Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia: Perannya Dalam Pengembangan Budaya Islam di Indonesia Era 1962-1967 M.” Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam 2, no. 1: 97–107.
Juwono, Harto. 2024. “Petruk Dadi Ratu Simbol Perlawanan Raja-Raja Jawa.” Lakon Jurnal Pengkajian & Penciptaan Wayang 21, no. 1: 1–13.
Khoiroh, Kholifatun, dan Eny Kusumastuti. 2020. “Eksistensi Kesenian Barongan Kusumojoyo Desa Gebang Kecamatan Bonang Kabupaten Demak.” Jurnal Seni Tari 9, no. 1: 54–64. https://doi.org/10.15294/jst.v9i1.36942.
Koentjaraningrat. 1985. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.
Komariyah, Isti, dan Joko Wiyoso. 2017. “Nilai Estetika Barongan Wahyu Arom Joyo di Desa Gunungsari Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati.” Jurnal Seni Tari 6, no. 1. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jst/article/view/12106.
Laki, Áron B. 2021. “Peran Sunan Kalijaga Terhadap Bentuk Wayang Kulit Jawa.” Jurnal Kajian Seni 7, no. 02: 123–141.
Maknun, Moch Lukluil, dan Moh Hasim. 2013. “Kesenian Rebana di Kabupaten Pati.” Dalam SENI BUDAYA KEAGAMAAN DI JAWA TENGAH (Pembinaan Seni Rebana di Pati), disunting oleh Achmad Sidiq. Semarang: Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang. https://osf.io/yhkxc_v1/.
Miharja, Deni, Endah Wahida, dan Yeni Huriani. 2021. “MAKNA RITUAL SESAJEN DALAM AJAR PIKUKUH SUNDA (SUNDA WIWITAN) (Studi Terhadap Penganut Ajar Pikukuh Sunda di Padepokan Bumi Dega Sunda Academy Bandung).” Living Islam: The Journal of Islamic Discourses 4, no. 2: 125–142.
Mostafa, Nur Fatimah Binti. 2023. “Penafsiran Basmalah Menurut Mufassir.” Skripsi, Banda Aceh: UIN Ar-Raniry. https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/31359/.
Numerologi. 2020. “Begini Arti Angka 1 Sampai 10 Versi Filosofi Kebudayaan Jawa.” ARC BALI - Numerologi (blog). 26 Desember 2020. https://arcbali.com/begini-arti-angka-1-sampai-10-versi-filosofi-kebudayaan-jawa/.
Nurcahyawati, Enny, Syahid Syahid, dan Bilqis Kusumawardhani Anugrahputri. 2022. “Transformasi Budaya Lokal Tradisi Ngarak Barong terhadap Akulturasi Budaya Modern pada Masyarakat Kampung Legok Bekasi.” Journal of Academia Perspectives 2, no. 1: 69–79.
Nurdianasari, Anggun. 2019. “Garap Koreografi Tari Gladen Karya Nanuk Rahayu.” Skripsi, Surakarta: Institut Seni Indonesia Surakarta. https://core.ac.uk/download/pdf/270060787.pdf.
Pambudi, Fivin Bagus Septiya, Sri Iswidayati, dan Teguh Supriyanto. 2015. “Perkembangan bentuk topeng Barongan dalam ritual Murwakala di Kabupaten Blora.” Catharsis 4, no. 2: 83–91.
Permono, Ajar. 2021. “Sangkan Paraning Dumadi Sumbu Filosofi Yogyakarta: Dalam Lensa Fenomenologi-Hermeneutika.” Nun: Jurnal Studi Alquran Dan Tafsir Di Nusantara 7, no. 1: 163–208. https://doi.org/10.32495/nun.v7i1.233.
Puspitasari, Octaviana Endah. 2021. “Bentuk dan Fungsi Barongan dalam Ritual Sedekah Bumi di Desa Doropayung Kecamatan Juwana Kabupaten Pati.” Skripsi, Surakarta: ISI Surakarta.
Qodriyah, Lailatul, dan Dwi Wahyudiarto. 2018. “Pertunjukan Wayang Topeng Dusun Kedungpanjang, Soneyan, Margoyoso Kabupaten Pati (Kajian Holistik).” Greget 17, no. 1. https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/greget/article/download/2296/2117.
Rahmaputri, Dewinta Sari. 2023. “Analisis Semiotika Terhadap Keanekaragaman Motif Batik Pekalongan Hasil Akulturasi Budaya: Semiotic Analysis Of The Diversity Of Pekalongan Batik Motifs Resulting From Cultural Acculturation.” Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain 20, no. 1: 91–106.
Ramadhani, Fani Aisyah. 2024. “Internalisasi Budaya Terbang Bandhung di Kota Pasuruan.” JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik 2, no. 2: 282–93..
Samidi, Samidi. 2006. “Teater Tradisional Di Surabaya 1950-1965: Relasi Masyarakat Dan Rombongan Seni.” Humaniora 18, no. 3: 11733.
Samsu, Samsu. 2021. Metode Penelitian:(Teori Dan Aplikasi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Mixed Methods, Serta Research & Development). Jambi: Pusaka Jambi.
Sanjoyo, Mawardi Purbo. 2024. “Mitos dan Seni: Identifikasi Budaya di Sungai Brantas dan Bengawan Solo.” Jurnal El Tarikh: Journal of History, Culture and Islamic Civilization 5, no. 1: 69–80.
Seramasara, I. Gusti Ngurah. 2018. “Hindu religion and traditional performing arts in the development of tourism in Bali.” Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts 1, no. 2: 74–78.
Setyawan, Ahmad Dwi, dan Kusumo Winarno. 2006. “Conservation problems of mangrove ecosystem in coastal area of Rembang Regency, Central Java.” Biodiversitas Journal of Biological Diversity 7, no. 2. https://smujo.id/biodiv/article/view/538.
Sundari, Riris Setyo. 2021. “Eksotisme Ragam Gerak Tari Dalam Kesenian Barongan Kusumojoyo Demak Sebagai Kesenian Pesisir.” Jurnal Seni Tari 10, no. 2: 112–19.
Swingewood, A. 1972. The Sociology of Literature. London: MacGibbon and Kee.
Thohiriyah, Lindayani. 2023. “Akulturasi Islam-Jawa: Sedekah Bumi, Seni, Kirab Budaya - Damarku.id.” Damarku.id. 26 September 2023. https://damarku.id/akulturasi-islam-jawa/.
Wahyudi, Tri. 2013. “Sosiologi sastra alan swingewood sebuah teori.” Jurnal Poetika 1, no. 1. https://www.academia.edu/download/90790371/7839.pdf.
Wellek, Rene, dan Austin Warren. 2016. Teori kesusastraan. Diterjemahkan oleh Melani Budianta. 6 ed. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wilkins, William Joseph. 1882. Hindu Mythology, Vedic and Purānic. Calcutta: Thacker, Spink; Bombay: Thacker; London: W. Thacker.
Williams, George M. 2003. “Handbook of Hindu mythology.” https://www.torrossa.com/gs/resourceProxy?an=5547365&publisher=FZ0661.
Wulandari, Heti Setiyo. 2020. “Pelestarian Kesenian Jaran Kepang Di Paguyuban Langgeng Mudo Sari Bandungan.” Skripsi, Semarang: Universitas Negeri Semarang. https://lib.unnes.ac.id/40966/1/2501414005.pdf.
Wulandari, Yuliana, dan Irawan Hadi Wiranata. 2023. “Ritual Sesajen Pada Pelaksanaan Upacara Pernikahan di Desa Gembongan Ponggok Kabupaten Blitar.” Dalam Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran), 6:1084–91. https://proceeding.unpkediri.ac.id/index.php/semdikjar/article/view/3823.
Zakiyah, Heni. 2024. “Penulisan Lafaz Basmalah pada Satu Muharram dalam Pandangan Pengajar Pondok Pesantren Ibnul Amin Puteri Pamangkih Barabai Hulu Sungai Tengah (Kajian Living Quran).” Skripsi, Banjarmasin: UIN Antasari. https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/28591
Recommended Citation
Muhammad, Fahri R. 2026. BARONGAN BARUNO PATI: PROSES PENCIPTAAN, BENTUK, DAN REPRESENTASI KOLEKTIF. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya 16, no. 1 (April). 10.17510/paradigma.v16i1.1790.
