•  
  •  
 

Abstract

Temple or Candi are sacred Hindu and Buddhist buildings constructed in accordance with the prescriptions of the Vāstuśāstra, including subsidiary temple or candi perwara. This study examines the candi perwara of the Ijo, Plaosan Lor, and Plaosan Kidul Temple Complex to analyze their technical aspects, religious functions, and chronological positions within their respective temple complexes. Employing a descriptive-comparative method and a historical-archaeological approach supported by epigraphical review, the research identifies similarities in the roof forms and ornamental reliefs. Differences are observed in ground plans, stone materials, construction systems, vestibule, base forms, body variations, cella, and decorative motifs. The findings suggest that the architecture of these candi perwara represents variations in architectural form and function of candi perwara between the 8th—10th Century. This diversity reflects the intellectual concepts of their builders and the religious life of the Mataram Kuno Kingdom during that period.

Bahasa Abstract

Candi merupakan bangunan suci Agama Hindu dan Buddha yang dibangun mengikuti aturan dalam Kitab Vāstuśāstra termasuk bangunan candi perwara. Penelitian pada candi perwara Percandian Ijo, Plaosan Lor, dan Plaosan Kidul dilakukan untuk mengetahui sisi teknis, religi, dan kedudukan candi perwara dalam kronologi waktu ketiga komplek percandian tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif komparatif dan pendekatan arkeologi kesejarahan dengan bantuan tinjauan inskripsi. Analisis komparatif menunjukkan adanya persamaan pada bentuk atap dan jenis relief berupa relief hias. Perbedaan ditemukan pada bentuk denah, jenis batuan, sistem konstruksi, keberadaan penampil, bentuk kaki, variasi tubuh candi, bilik candi, dan ragam hias. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa arsitektur candi perwara dari Percandian Ijo, Plaosan Lor, dan Plaosan kidul merupakan variasi dari ragam bentuk arsitektur dan fungsi candi perwara pada abad ke-8—10 M. Keberagaman bentuk arsitektur candi perwara juga mencerminkan ide pemikiran para pembangunnya dan kehidupan beragama masyarakat Kerajaan Mataram Kuno pada abad tersebut.

References

Chihara, Daigoro. 1996. Hindu-Buddhist Architecture in Southeast Asia. Leiden: E.J. Brill.

de Casparis, J. G. 1956. Selected Inscription From the 7th to the 9th Century A.D II. Bandung: Djawatan Purbakala Republik Indonesia.

_____.1958. Short Inscriptions from Tjandi Plaosan Lor. Berita Dinas Purbakala, No. 4. Jakarta: Dinas Purbakala.

Degroot, Veronique. 2009. Candi, Space, and Landscape: A Study on the Distribution, Orientation, and Spatial Organization of Central Javanese Temple Remains. Leiden: Sidestone Press.

Deetz, James. 1967. Invitation to Archaeology. New York: The Natural History Press.

Eiseman Jr., Fred B. 1990. BALI: Sekala & Nisakala Essay on Religion, Ritual, and Art. Vermont: Tuttle Publishing.

Hardani, Kayoto. 2019. Makna Penempatan Prasasti-Prasasti Pendek Pada Candi Perwara dan Stupa Perwara Di Kompleks Candi Plaosan Lor Dalam Perspektif Agama Buddha Mahayana Abad Ke-9 Masehi. Tesis. Fakultas Pengetahuan Ilmu Budaya. Depok: Universitas Indonesia.

Istari, Rita. 2012. Penemuan Sebuah Candi Bata di Daerah Pantura Jawa Tengah. Berkala Arkeologi 32, no. 1 (Mei): 27-38. https://doi.org/10.30883/jba.v32i1.45. (diakses pada 24 Februari 2026).

Kempers, A. J. Bernet. 1955. “PRAMBANAN, 1954.” Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde 111, no. 1 (): 6–37. http://www.jstor.org/stable/27859906.  (diakses pada 24 Maret 2025).

_____. 1959. Ancient Indonesian Art. Amsterdam: C. P. J. van der Peet.

Kramrisch, Stella. 1946. The Hindu Temple Vol. I. Calcutta: University of Calcutta Press.

Krom, N.J. 1923. Inleiding tot de Hindoe-Javaansche Kunst Tweede, Herziene Druk. Leiden: Martinus Nijhoff.

McNett, Charles W. 1979. “The Cross-Cultural Method in Archaeology.” Advances in Archaeological Method and Theory, no. 2: 39–76. http://www.jstor.org/stable/20170142.  (diakses pada 16 Maret 2025).

Munandar, Agus A. 2011. Catuspatha Arkeologi Majapahit. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

_____. 2018. Antarala Arkeologi Hindu-Buddha. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

_____. 2023. Bhumisambhara: Kajian Ringkas Arkeologi Sejarah Candi-Candi Bauddha di Jawa Tengah Abad Ke-8 Sampai 10 M. Indramayu: Rumah Pustaka.

Parcell, Stephen. 2012. Four Historical Definitions of Architecture. Montreal: McGill–Queen’s University Press.

Rangkuti, Nurhadi. 1984. Pemakaian Batu Tufa Pada Candi-Candi Di Sekitar Prambanan. Skripsi. Fakultas Sastra. Depok: Universitas Indonesia

Santiko, Hariani. 1995. Seni Bangunan Sakral Masa Hindu-Buddha Di Indonesia (Abad VIII-XV Masehi): Analisis Arsitektur Dan Makna Simbolik. Pidato pengukuhan Guru Besar Madya. Depok: Universitas Indonesia.

Sharer, Robert. J., dan Wendy Ashmore. 2003. Archaeology Discovering Our Past. 3rd ed. New York: The McGraw-Hill.

Soediman. 1980. “Candi Sambisari dan Masalah-Masalahnya” dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi I Cibulan, 21-25 Februari 1977. Jakarta: Pusat Penelitian Purbakala dan Peninggalan Nasional.

Soejono, R.P., dan R.Z. Leirissa, eds., 2019. Sejarah Nasional Indonesia II Zaman Kuno. Rev. ed. Jakarta: Balai Pustaka.

Soekarto, M. M. 1962. Tjandi Ijo Suatu Objek Penjelidikan Kepurbakalaan. Skripsi. Fakultas Ilmu Budaya dan Sastra. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Soekmono. 1974. Candi Fungsi dan Pengertiannya. Disertasi. Fakultas Sastra. Depok: Universitas Indonesia.

Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Daerah Istimewa Yogyakarta. 1999. Laporan Studi Teknis Candi Ijo. [Not Published].

Wirasanti, Niken. 2022. Candi dan Lingkungannya. Sleman: Gajah Mada University Press.

Share

COinS