Abstract
This edition of Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Vol. 16 No. 1 (2026) presents a range of studies that affirm culture as a dynamic domain continuously shaped by processes of negotiation, transformation, and reinterpretation across diverse social, historical, and political contexts. The articles explore the creation and innovation of artistic practices as representations of collective identity, the dialectics between preservation and renewal of tradition, and the strategic role of culture in national development. In addition, issues of historiography and colonial legacy are examined through postcolonial perspectives that offer new readings of Indonesian art, while discussions on values and social structures address leadership grounded in local wisdom alongside critiques of institutional responses to gender-based violence. Ethnographic and archaeological approaches further enrich this issue by highlighting cultural practices, spaces, and material heritage as parts of complex systems of meaning. Overall, this edition underscores the importance of cultural studies as a critical instrument for understanding the past, interpreting contemporary realities, and shaping a more inclusive and sustainable future.
Bahasa Abstract
Edisi Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Vol. 16 No. 1 (2026) menghadirkan beragam kajian yang menegaskan kebudayaan sebagai ranah dinamis yang terus mengalami negosiasi, transformasi, dan reinterpretasi dalam berbagai konteks sosial, historis, dan politik. Artikel-artikel dalam edisi ini mencakup pembahasan tentang penciptaan dan inovasi kesenian sebagai representasi identitas kolektif, dialektika antara pelestarian dan pembaruan tradisi, serta peran strategis kebudayaan dalam pembangunan bangsa. Selain itu, isu historiografi dan warisan kolonial diulas melalui perspektif pascakolonial yang membuka pembacaan baru terhadap seni rupa Indonesia, sementara kajian nilai dan struktur sosial mengangkat refleksi kepemimpinan berbasis kearifan lokal serta kritik terhadap respons institusional atas kekerasan berbasis gender. Pendekatan etnografi dan arkeologi turut memperkaya edisi ini dengan menampilkan praktik budaya, ruang, dan warisan material sebagai bagian dari sistem makna yang kompleks. Secara keseluruhan, edisi ini menegaskan pentingnya kajian budaya sebagai instrumen kritis dalam memahami masa lalu, membaca realitas kontemporer, dan merumuskan arah masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.
Recommended Citation
Surtiati, Rahayu. 2026. PENGANTAR DARI EDITOR VOL. 16 NO. 1 (APRIL) 2026. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya 16, no. 1 (April). https://scholarhub.ui.ac.id/paradigma/vol16/iss1/1.
Included in
Archaeological Anthropology Commons, Art and Design Commons, Fine Arts Commons, History Commons, Library and Information Science Commons, Linguistics Commons, Philosophy Commons
