•  
  •  
 

Abstract

Culinary is not just food and drink, but has transformed into a study of culinary gastronomy which focuses on aspects of history, values, philosophy, taste and components. The study of the problems discussed in this research is related to the cultural identity of Javanese culinary gastronomy in the five songs by Ki Narto Sabdo. Descriptive qualitative research methods with an objective approach were applied in this research. This research uses Santich's culinary gastronomy theory and Stuart Hall's theory of cultural identity representation with a constructionist approach. As a result, the representation of Javanese culinary gastronomic cultural identity is built on culinary gastronomic components such as ingredients, method of preparation, shape, taste, color, values and benefits. These five do not contain all the components in one song, but only some components. The gastronomic component in each song becomes its own characteristic of the culinary delights. Apart from that, the representation of Javanese culinary gastronomic cultural identity is represented in the self-expression of Javanese people through unen-unen and wewaler. The conclusion is that the representation of Javanese culinary cultural and gastronomic identity in the five songs is built on the intelligence of Javanese people's thinking as expressed in unen-unen and wewaler. This representation of cultural identity is affiliated with the uniqueness and characteristics of each culinary delight, adding to the diversity of Javanese culinary treasures.

Bahasa Abstract

Kuliner tidak hanya sekedar makanan dan minuman saja, tetapi bertransformasi menjadi kajian gastronomi kuliner yang menitikberatkan pada aspek sejarah, nilai-nilai, filosofi, cita rasa dan komponennya. Pengkajian permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini terkait identitas budaya gastronomi kuliner Jawa dalam kelima lagu karya Ki Narto Sabdo. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan objektif diterapkan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan teori gastronomi kuliner Santich dan teori representasi identitas budaya Stuart Hall dengan pendekatan konstruksionis. Hasilnya, representasi identitas budaya gastronomi kuliner Jawa terbangun atas komponen gastronomi kuliner seperti bahan, cara pembuatan, bentuk, cita rasa, warna, nilai-nilai dan manfaat. Kelimanya tidak mengandung semua komponen dalam satu lagu, melainkan hanya beberapa komponen. Komponen gastronomi dalam setiap lagu menjadi ciri khas tersendiri pada kuliner tersebut. Selain itu, representasi identitas budaya gastronomi kuliner Jawa direpresentasikan dalam ekspresi diri masyarakat Jawa melalui unen-unen dan wewaler. Kesimpulannya ialah representasi identitas budaya dan gastronomi kuliner Jawa dalam kelima lagu tersebut terbangun atas kecerdasan berpikir masyarakat Jawa yang tertuang dalam unen-unen dan wewaler. Representasi identitas budaya tersebut terafiliasi dengan keunikan serta ciri khas masing-masing kuliner menambah keberagaman khazanah kuliner Jawa.

References

Afifah, Aulya Nur, Ravinska Vigna Viori, and Sani Aryanto. 2025. “Studi Gastronomi: Revitalisasi Gabus Pucung Sebagai Sarana Pembelajaran Mengenal Warisan Kuliner Betawi di Sekolah Dasar.” Journal of Professional Elementary Education 4, No. 1: 58–66.

Ariyanto, Dani, Izak Y. M. Lattu, Tony R. C. Tampake, and Gunawan Y. A. Suprabowo. 2024. “Ritual Bancakan Sepasaran Bayi Sebagai Ruang Liminalitas Untuk Membangun Guyub Rukun Masyarakat Di Kartasura.” Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 6, No. 2: 135–146. https://doi.org/10.37364/jireh.v6i2.238.

Ayuanda, Winda, Dindasari Sidabalok, and Alemina Br Perangin-angin. 2024. “Budaya Jawa Dalam Film Primbon: Analisis Representasi Stuart Hall.” ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya 7, No. 2: 440–449. https://doi.org/10.33503/alfabeta.v7i2.143. 

Braun, Virginia, and Victoria Clarke. 2006. “Using Thematic Analysis in Psychology.” Qualitative Research in Psychology 3, No. 2: 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa.

Hall, Stuart. 1997. “Representation: Cultural Representations and Signifying Practices.” Dalam SAGE Publications in Association with The Open University, 1997.

Hanum, Irma Surayya, Anwar Ibrahim Triyoga, and Khalifaturrohman Muttaqin. 2023. “Representasi Dan Identitas Multikulturalisme Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari.” CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) 9:149–174.

Iskandar, Budiawati Supangkat, Johan Iskandar, Dede Mulyanto, and Felicia Aliifah. 2023. “Local Knowledge of the Sundanese Community on Traditional Foods to Enhance the Family Food Security.” ETNOSIA: Jurnal Etnografi Indonesia 8, No. 1: 76–89. https://doi.org/10.31947/etnosia.v8i1.24461.

Karyadi, Agus Jemi. 2020. “Falsafah Empan Papan Berdialog Dengan Richard Rorty Tentang Batas Toleransi.” Jurnal Ilmu Budaya 8, No. 2: 235–246. https://doi.org/10.34050/jib.v8i2.10989.

Kembaren, Erwin Syahputra, and Salimulloh Tegar Sanubarianto. 2021. “Cerita Rakyat ‘Belu Mau, Sabu Mau, Dan Ti’i Mau’ Sebagai Ikatan Tiga Suku Bangsa dan Nilai Kearifan Lokal.” Widyaparwa 49, No. 2: 302–314.

Kusumastuti, Adhi, and Ahmad Mustamil Khoiron. 2019. Metode Penelitian Kualitatif. Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP).

Laisya, Zahwatul. 2025. “Analisis Lirik Lagu ‘Gala Bunga Matahari’ Karya Sal Priadi Menggunakan Pendekatan Objektif.” PUSTAKA: Jurnal Bahasa Dan Pendidikan 5, No. 1: 195–200.

Multazam, Dian Indah, P. R. Zein, and M. Joharis. 2022. “Strategi Komunikasi Lintas Budaya Dalam Mempertahankan Eksistensi Kuliner Sebagai Identitas Budaya.” Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique 5, No.1: 1–10.

Rahardja, Anita, and Mita Purbasari. 2018. “Warna Dari Warisan Sebagai Identitas: Melihat Tekstil Dan Kuliner Jawa.” DeKaVe 11, No. 1: 1–6.

Santich, Barbara. 2007. “The Study of Gastronomy: A Catalyst for Cultural Understanding.” International Journal of the Humanities 5, No. 6: 53–58. https://doi.org/10.18848/1447-9508/CGP/v05i06/42143

Sari, Desi Kartika, and Suraji Suraji. 2025. “Sindhènan Gending Garap Mrabot: Cucur Biru, Ciptamaya, Karnansih, Ayak Sinom, Srepeg dan Sinom Logondhang.” Karawitanology: Gamelan Research Journal 1, No. 1: 20–48.

Sugiarti, Sugiarti, Eggy Fajar Andalas, and Arif Setiawan. 2020. Desain Penelitian Kualitatif Sastra. Umm Press.

Syifani Aryanti. 2023. “Analisis Cerpen ‘Pencurian Di Sekolah’ Karya Portgas D Fahri Menggunakan Pendekatan Objektif Dan Mimetik.” Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Budaya 1, No. 4: 65–73. https://doi.org/10.61132/semantik.v1i4.78.

Tresnasih, Ria Intani, Lasmiyati Lasmiyati, Ani Rostiyati, and Nina Merlina. 2023. “Leuit Sebagai Simbol Kearifan Lokal.” Paradigma: Jurnal Kajian Budaya 13, No. 2: 159–176. https://doi.org/10.17510/paradigma.v13i2.1269.

Wibowo, Supriyadi. 2013. Analisis Gaya Bahasa Pada Lirik Lagu Grup Musik Wali Dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Puisi Di SMA. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2013.

Share

COinS