•  
  •  
 

Abstract

The information technology revolution has produced a network society that Manuel Castells characterizes as space of flows and timeless time. Network logic is inclusive to various dimensions of human life and is exclusive to those who are not involved in the network. In a network society the public sphere is expanding, dynamic and increasingly interactive due to the Internet mediation. The transformation of public space also spreads political power amongst the public. An example is the birth of various volunteer groups that have extensive networks in a short time without face-to-face processes. There have also been various attempts to embrace as many groups as possible as reflected in the change of campaign strategy and regeneration by political parties. In addition, the democratization in the Arab countries (Arab Spring) was possibly happened due to the transmission of information and public consolidation which was facilitated by information and communication technology (ICT), specifically social media. The questions are, how far is the role of social media as a forum for political interaction in the network and what kind of interaction that will be formed? This article uses a qualitative approach that contains analytical description that will reflect the transformation of public space in a network society, particularly on how the democratization faces opportunities as well as challenges in its process and the role of social media in the new political interaction. Focusing on Castells’ theory of network society, this article shows that the transformation of public space at the political level has led to an existential crisis that engulfed most of political actors at this time.

Bahasa Abstract

Revolusi teknologi informasi telah menghasilkan masyarakat jejaring yang oleh Manuel Castells dicirikan sebagai space of flows dan timeless time. Logika jejaring bersifat inklusif pada berbagai dimensi kehidupan manusia sekaligus eksklusif terhadap mereka yang tidak terlibat dalam jaringan. Pada masyarakat jejaring, ruang publik meluas, dinamis, dan semakin interaktif berkat mediasi Internet. Transformasi ruang publik turut menyebarkan

kekuasaan politis kepada publik. Sebagai contoh adalah kelahiran bermacam kelompok relawan yang memiliki jaringan luas dalam waktu singkat tanpa proses tatap muka. Terdapat juga berbagai upaya untuk merangkul sebanyak mungkin kelompok masyarakat yang tergambar pada perubahan strategi kampanye dan kaderisasi dari partai politik. Selain itu, peristiwa demokratisasi Arab (Arab Spring) juga dimungkinkan untuk terjadi berkat transmisi informasi dan konsolidasi publik dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dalam hal ini media sosial. Pertanyaannya, seberapa jauh peran media sosial sebagai wadah interaksi politis dalam jaringan dan seperti apa pola interaksi yang akan terbentuk pada masa depan? Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif berupa deskripsi-analitis untuk merefleksikan transformasi ruang publik dalam masyarakat jejaring khususnya pada bagaimana demokratisasi menghadapi peluang sekaligus tantangan di dalamnya dan peran media sosial dalam interaksi politis baru. Dengan berpusat pada teori Castells mengenai masyarakat jejaring, artikel ini hendak menunjukkan bahwa transformasi ruang publik dalam tataran politis telah menyebabkan krisis eksistensial yang melanda hampir semua pelaku politis pada masa ini.

References

Baechler, J. 2001. Demokrasi: Sebuah Tinjauan Analitis. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

ortel, G. v., dan Mullins D. 2009. Critical Perspectives on Network Governance in Urban Regeneration, Community Involvement and Integration. Journal of Housing and the Built Environment 24, no. 2 [Juni]: 203–219.

Castells, M. 2005. The Network Society: From Knowledge to Policy. Dalam The Network Society: From Knowledge to Policy, penyunting oleh Manuel Castells dan Gustavo Cardoso, 3–22. Washington, DC: Johns Hopkins Center for Transatlantic Relations.

_____. 2010 [1996] The Rise of Network Society. West Sussex: Blackwell Publishing Ltd.

_____. 2010. Towards a Sociology of the Network Society. Contemporary Sociology 29, no. 5 [September]: 693–699.

Csomós, G. 2013. The command and control centers of the United States (2006/2012): An analysis of industry sectors influencing the position of cities. Geoforum 50: 241–251.

Curtin, M. dan Sanson, L. 2016. Precarious Creativity: Representation and Demography. California: University of California Press.

Curtis, S. 2011. Global Cities and the Transformation of the International System. Review of International Studies 37, no. 4 [Oktober]: 1923–1947.

Eisenstadt, S. N. 1986. Revolusi dan Transformasi Masyarakat. Jakarta: CV. Rajawali.

Falahi, Z. 2012. Prospek Regionalisme Timur-Tengah Pasca-Arab Spring: Telaah terhadap Identitas Kolektif Liga Arab. Jurnal Kajian Wilayah 3, no. 2: 189–205.

Gerung, R. 2017. Pasifikasi Aktivisme. Prisma 36, no. 1: 179 –183.

Hermann, C. 2006. Laboring in the Network. Capitalism Nature Socialism 17, no. 1: 65–76.

Isfironi, M. 2013. Perempuan di Timur Tengah dan Afrika Utara: Etnografi Perilaku dan Pengendalian Seksual. al-‘Adâlah 16, no. 1 [Mei]: 25–38.

Kurniawan, M. N. 2007. Jurnalisme Warga di Indonesia, Prospek dan Tantangannya. Makara, Sosial Humaniora 11, no. 2: 71–78.

Margono. 2015. Aktor Non-Negara dalam Hubungan Internasional. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 28, no. 2 [Agustus]: 105–110.

Mustofa, A. 2013. Peran Media Massa sebagai Sarana Iklan Politik Parpol (Kajian terhadap Kasus Surya Paloh dan Partai Nasdem. Jurnal Interaksi 2, no. 1 [Januari]: 62–69.

Novandi, B. 2013. Dampak Fenomena Arab Spring terhadap Pemerintahan Lebanon 2011-2013: 1–11.

Ritaudin, M. S. 2016. Fenomena Teman Ahok Menghangatkan Politik Partai. Jurnal TAPI's 12, no. 2 [Juli– Desember]: 30–56.

Rózsa, E. N. et al. 2012. The Arab Spring: Its Impact on the Region and on the Middle East Conference. Academic Peace Orchestra Middle East - Policy Brief, no. 9/10 [Agustus]: 1–20.

Sheppard, E. 2002. The Space and Times of Globalization: Place, Scale, Networks, and Positionality. Economy Geography 78, no. 3 [Juli]: 307–330.

Skippington, P. 2016. Harnessing the Bohemian. Canberra: ANU Press.

Torfason, M. T. dan Ingram P. 2010. The Global Rise of Democracy: A Network Account. American Sociological Review 75, no. 3 [Juni]: 355–377.

Umar, A. R. M. et al. 2014. Media Sosial dan Revolusi Politik: Memahami Kembali Fenomena 'Arab Spring' dalam Perspektif Ruang Publik Transnasional. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 18, no. 2 [November]: 114–129.

Urry, J. 2011. Social Networks, Mobile Lives and Social Inequalities. Journal of Transport Geography, 24–30.

Winseck, D. 2017. The Geopolitical Economy of the Global Internet Infrastructure. Journal of Information Policy 7: 228–267.

Yasmine, S. E. 2015. Arab Spring: Islam dalam Gerakan Sosial dan Demokrasi Timur Tengah. Masyarakat, Kebudayaan, dan Politik 18, no. 2: 106–113.

Share

COinS