Youtube is one of the favorite sites to share videos. Moreover,it facilitates the users to give a free and direct comment toward the videos they watch. The research examines the music video entitled If I Were a Boy (2010) by Beyonce Knowles as well as the authentic responses from the viewers in Youtube. I argue that this music video creates a conventional gender construction which perpetuates the patriarchal norms in the society. As an attempt to give a new perspective on the similar kind of research, I do not stop at this point. Applying the concept of encoding-decoding by Stuart Hall (1973), I found the audience’s being critical which can be seen from the total number of the responses and the controversy within. In accordance to the three hypothetical position argued by Hall, I found a different portion of the audience in each position. As a matter of fact, this phenomenon contributes to the cyber culture in which Youtube is seen as a functional space to make meaning of a digital text and negotiate with the constructed stereotype by giving responses.

Bahasa Abstract

Youtube adalah sebuah situs favorit di internet yang dapat menayangkan tayangan video. Selain itu, situs ini memfasilitasi pemirsanya untuk memberi komentar secara langsung dan gratis. Riset ini meneliti tayangan sebuah video yang berjudul If I were a boy (2010) karya Beyonce Knowles, sekaligus menerima respon dari para pemirsanya. Saya berpendapat bahwa video musik ini menawarkan sebuah konstruksi gender yang konvensional yang mendukung norma-norma patriarki dalam masyarakat. Sebagai upaya memberi perspektif baru pada riset mengenai topik ini, saya tidak berhenti disini. Saya mengaplikasikan konsep encoding-decoding dari Stuart Hall (1973). Saya menemukan pemirsa yang kritis memberikan sejumlah respon yang mengangkat kontroversi. Sesuai dengan tiga posisi hipotetis yang diajukan oleh Hall, saya menemukan porsi penonton yang berbeda pada tiap posisi. Dengan demikian, fenomena ini menjadikan budaya cyber Youtube sebagai suatu ruang yang berfungsi yang berarti dalam teks digital, dan bernegosiasi melalui respon-respon yang dilontarkan, menentang stereotip yang terkonstruksi.


Beck, M., & Smith. J. S. Production Change: “If I Were a Boy” Video From Beyonce Featuring Eddie Goines. http://www.nationalledger. com/pop-culture-news/production-change-if-i- were--213409.shtml, diakses pada 09 April 2012 pukul 12:13 WIB. 2008.

Biography. http://www.beyonceworld.net/about/biography/, diakses pada 05 Februari 2012 pukul 17:07 WIB.

Carlsson. S,. E. (n.d.). Audiovisual Poetry or Commercial Salad Image: Perspective on music video analysis. http://filmsound.org/what-is-video-music/, diakses pada 02 Maret 2012 pukul 10:05 WIB.

“If I Were a Boy” lyrics. http://www.azlyrics.com/lyrics/beyonceknowles/ ifiwereaboy. html diakses pada 31 Maret 2012 puku 12:57 WIB.

Knowles, Beyonce. “If I Were a Boy.” I Am...Sasha Fierce. Beyonce Knowles. Jake Nava, 2009. Youtube. http://www.youtube.com/watch?v= AWpsOqh8q0M &ob=av3e, diakses pada 31 Januari 2012 pukul 20:05 WIB.

Lamb, B. (n.d.). Beyonce - “If I Were a Boy.” About.com Guide. http://top40. about.com/od/singles/gr/beyonceboy.htm, diakses pada 09 April 2012 pukul 12:03 WIB.

Spencer, et al. (2011). Gender Analysis “If I Were a Boy. http://gendersex.net /gender- norms/guide/gender-analysis-if-i-were-a-boy/, diakses pada 09 April 2012 pukul 11:54 WIB.