•  
  •  
 

Abstract

This article discusses what was called by the Dutch Colonial Government as ‘The Communist Uprisings of 1926-1927’. Instead of ‘the communist uprisings’, the writer tends to call this people’s resistance as ‘the Revolutionary Islamic Movement’. The writer finds the facts in which the dominant organization involved in the uprising was Sarekat Islam, a spilt faction of Sarekat Islam. The correction is based on different documents and reports, namely the resources issued by the colonial government, books written by political researchers of the West and by a local historian such as Mestika Zed, books and articles written by the local Silungkang’s experts, a book written by an actor of the movement, and the ethnographic reports written by the writer. These documents, reports, and books enable the writer to fully catch on the political, economic, social, and cultural background of ‘the Revolutionary Islamic Movement’.

Bahasa Abstract

Makalah ini membahas apa yang disebut oleh Pemerintah Kolonial Belanda peristiwa ”Pemberontakan Komunis Silungkang”, yang terjadi pada akhir Desember 1926 dan awal 1927. Dalam makalah ini, penulis mengkritik penyebutan pemberontakan komunis untuk peristiwa ini. Sebaliknya, penulis ingin memperlihatkan bahwa unsur yang dominan dalam gerakan ini adalah organisasi Islam revolusioner, Sarekat Rakyat, yaitu organisasi pecahan dari Sarekat Islam, yang berjuang dengan prinsip fisabilillah. Karena itu, penulis dengan didukung oleh fakta di tempat kejadian, cenderung untuk menyebut peristsiwa ini dengan Gerakan Islam Revolusioner. Dalam rangka mendukung kritik, penulis akan menggunakan berbagai sumber tertulis yang dikeluarkan oleh instansi resmi kolonial Belanda, tulisan pakar Barat, dan tulisan sejarawan lokal, Mestika Zed. Di samping itu, penulis juga menggunakan tulisan cendekiawan lokal Nagari Silungkang, tulisan salah seorang pelaku gerakan perlawanan, dan hasil penelitian etnografi yang pernah dilakukan oleh penulis di Nagari Silungkang bersama seorang peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Dengan cara demikian, penulis dapat memberikan gambaran situasi dan kondisi politis, ekonomis, sosial, dan budaya lokal Silungkang secara lebih lengkap sebagai latar belakang yang mendorong gerakan pemberontakan ini.

Share

COinS