•  
  •  
 

DOI

10.21143/jhp.vol56.no.2.1917

Abstract

Land acquisition for public purposes should balance development goals with the protection of human rights, particularly those of vulnerable communities. However, Indonesia’s legal framework has not fully incorporated a rights-based approach that ensures sustainable livelihoods for affected populations. This article proposes the adoption of a comprehensive Resettlement and Rehabilitation (R&R) approach, with reference to India’s legislative model, that goes beyond relocation by ensuring proper resettlement and long-term livelihood rehabilitation. Special consideration should be given to indigenous peoples affected by land acquisition on customary lands. The study recommends strengthening community participation from the planning stage, improving coordination among relevant government institutions, optimizing public consultation processes, and assessing compensation based on comprehensive material and non-material losses. Integrating the R&R framework into relevant legal instruments would help ensure that land acquisition policies promote not only compensation but also sustainable welfare for affected communities.

Bahasa Abstract

Pengadaan tanah untuk kepentingan umum seharusnya menyeimbangkan tujuan pembangunan dengan perlindungan hak asasi manusia, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan. Namun, kerangka hukum di Indonesia belum sepenuhnya mengintegrasikan pendekatan berbasis hak yang menjamin keberlanjutan penghidupan masyarakat terdampak. Artikel ini mengusulkan adopsi pendekatan Resettlement and Rehabilitation (R&R) yang komprehensif, dengan merujuk pada model legislasi di India, tidak hanya sekadar relokasi namun memastikan pemukiman kembali dan rehabilitasi penghidupan secara holistic dan berkelanjutan. Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada masyarakat adat yang terdampak pengadaan tanah di wilayah tanah ulayat. Dalam tulisan ini direkomendasikan penguatan partisipasi masyarakat sejak tahap perencanaan, peningkatan koordinasi antar lembaga pemerintah terkait, optimalisasi konsultasi publik, serta penilaian ganti kerugian yang mempertimbangkan kerugian material maupun non-material. Integrasi kerangka R&R ke dalam berbagai instrumen hukum yang relevan diharapkan dapat memastikan bahwa kebijakan pengadaan tanah tidak hanya berfokus pada kompensasi, namun juga keberlanjutan kesejahteraan masyarakat terdampak.

References

Artikel jurnal

Andini, Laras Ayu dan Utami, Anisa, “Dampak Sosial Kultural Ex-Masyarakat Kampung Pulo Jakarta Pascarelokasi,” Jurnal Analisis Sosial Politik Volume 6 no. 2 (2022).

Arief, Abdillah dan Putra, Muhamad Al-Jabbar, “Perwujudan Prinsip Keadilan Dalam Land Acquisition Untuk Pembangunan Infrastruktur Melalui Penerapan Compulsory Rehabilitation and Resettlement,” Staatsrecht Volume 2 no. 1 (2018).

Goswami, Amlanjyoti, “Land Acquisition, Rehabilitation and Resettlement: Law, Politics and the Elusive Search for Balance,” Journal of Land and Rural Studies Volume 4 no. 1 (2016).

Graham, Luke D., “Reasserting the Right to Adequate Clothing in International Human Rights Law,” Human Rights Law Review Volume 24 no. 1 (2024).

Hidayat, Agi Attaubah, [et al.], “Fulfilment of the Right to an Adequate Standard of Living for Workers According to the Universal Declaration of Human Rights: A Review of Constitutional Court Decision No. 168/PUU-XXI/2023,” Qanuniya: Jurnal Ilmu Hukum Volume 2 no. 1 (2025).

Leijten, Ingrid dan de Bel, Kaisa, “Facing Financialization in the Housing Sector: A Human Right to Adequate Housing for All,” Netherlands Quarterly of Human Rights Volume 38 no. 2 (2020).

Kurniawan, Kharis Fadlan Borni, [et al.], “Territorialization of Plantation Concessions: Customary Land Acquisition Process, Agrarian Fragmentation and Social Resistance,” Cogent Social Sciences Volume 10 no. 1 (2024).

Mander, Harsh, “Displacement with State Subterfuge: Case Study of Indira Sagar Pariyojna,” Economic & Political Weekly Volume 40 (2005).

Nurhidayat dan Rahman, Abdul, “Masyarakat Adat Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Kalimantan Timur di Tengah Pembangunan Ibu Kota Negara: Sebuah Kajian Antropologi Ekologi,” PINISI Journal of Art, Humanity & Social Studies Volume 3 no. 5 (2023).

Pujiriyani, Dwi Wulan, “Pengadaan Tanah dan Problem Permukiman Kembali: Skema Pemberdayaan Untuk Perlindungan Masyarakat Terdampak,” Bhumi no. 40 (2014).

Ramanathan, Usha, “Land Acquisition, Eminent Domain and the 2011 Bill,” Economic & Political Weekly Volume 46 (2011).

Sahoo, Utam dan Jojo, Bipin, “Examining Displacement, Resettlement and Rehabilitation Processes: The Case of Rengali Dam Displaced Communities in Odisha, India,” The International Journal of Community and Social Development Volume 2 no. 1 (2022).

Samling, Clare Lizamit, [et al.], “Resettlement and Rehabilitation: Indian Scenario,” DECCMA Working Paper, Deltas, Vulnerability and Climate Change: Migration and Adaptation, IDRC (2015).

Thimmappa, “Statutory Rights to Fair Compensation in Land Acquisition in India: A Review,” International Journal of Law Volume 9 no. 4 (2023).

 

Buku

Badan Pusat Statistik. (2022). Profil Kemiskinan di Indonesia September 2022. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Craven, Matthew C. R. (1995). The International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights: a Perspective on Its Development. Oxford: Clarendon Press.

Jauhariah. (2016). Dinamika Hukum & HAM. Jakarta: Cintya Press.

Jayawickrama, Nihal. (2017). The Judicial Application of Human Rights Law: National, Regional and International Jurisprudence, Second Edition. Cambridge: Cambridge University Press.

Cassidy Johnson, [et al.] (eds.). (2021). Rethinking Urban Risk and Resettlement in the Global South. London: UCL Press.

Marks, Stephen P. (2011). The Politics of the Possible: The Way Ahead for the Right to Development. Bonn: Friedrich Ebert Stiftung.

Mathur, Hari Mohan [ed.] (2016). Assessing the Social Impact of Development Projects: Experiences in India and other Asian Countries. London: Springer.

Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights. (2009). The Right to Adequate Housing. Geneva: United Nations Office.

Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia. (2008). Hukum Hak Asasi Manusia. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia 2008.

Sarjita, Westi Utami. (2021). Pengadaan Tanah Di Indonesia dan Beberapa Negara dari Masa ke Masa. Yogyakarta: STPN Press.

Sutedi, Adrian. (2008). Implementasi Prinsip Kepentingan Umum dalam Pengadaan Tanah untuk Pembangunan. Jakarta: Sinar Grafika.

Peraturan perundang-undangan dan instrumen internasional

United Nations, Declaration on the Right to Development (1986).

United Nations General Assembly, International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights, International Covenant on Civil and Political Rights and Optional Protocol to the International Covenant on Civil and Political Rights, 16 December 1966, A/RES/2200 (1966).

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1961 tentang Pencabutan Hak-Hak Tanah dan Benda-Benda Yang Ada Diatasnya (LN No. 288 Tahun 1961).

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya) (LN No. 118 Tahun 2005, TLN No. 4557).

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum (LN No. 22 Tahun 2021, TLN No. 5280).

Parliament of India, Right to Fair Compensation and Transparency in Land Acquisition, Rehabilitation and Resettlement Act No. 30 of 2013.

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (LN No. 238 Tahun 2022, TLN No. 6841).

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (LN No. 41 Tahun 2022, TLN No. 6766).

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (LN No. 41 Tahun 2023, TLN No. 6856).

Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman (LN No. 22 Tahun 2021, TLN No. 6624).

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum (LN No. 29 Tahun 2021, TLN No. 6631).

Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum (LN No. 102 Tahun 2023, TLN No. 6885)

Internet

Fadli, Ardiansyah. (2021). Masalah Kronis Perumahan Subsidi, Salah Sasaran, Langgar Tata Ruang, dan Tidak Layak Huni. Retrieved from .

Kontributor Samarinda, Zakarias Demon Daton. (2023). Cerita Warga di IKN, Tak Tahu Harga Ganti Rugi Sehingga Terpaksa Serahkan Lahannya Kepada Pemerintah. Retrieved from .

Kontributor Samarinda, Zakarias Demon Daton. (2023). Kisah Hamidah, Petani IKN yang Kehilangan Kebun dan Rumah, Terpaksa Pindah Tinggal Kabupaten Lain. Retrieved from .

Kontributor Samarinda, Zakarias Demon Daton. (2023). Proyek Normalisasi Sungai di IKN, Warga: Ini Kampung Kami, Kalau Digusur Kami ke Mana?. Retrieved from .

Mongabay. (2016). Program Pembangunan KEK Bitung Dinilai Abaikan Hak-Hak Masyarakat. Retrieved from .

Modi, Shri Narendra. (2023). Offices of Development Commissioners of Special Economic Zones (SEZs) (Ministry of Commerce and Industry, 2023). Retrieved from .

Nurdifa, Afiffah Rahmah. (2023). Harga Tanah di Sekitar Wilayah IKN Melonjak, Berapa Harganya?. Retrieved from .

Lain-lain

Amnesty International. (2024). Resettlement as a Human Rights Issue: Submission to the UN Special Rapporteur on the Right to Adequate Housing, IOR 40/7870/2024.

Committee on Economic, Social, and Cultural Rights, Concluding Observations (Kenya), E/C.12/1993/19.

Committee on Economic, Social, and Cultural Rights, Concluding Observations (Nicaragua), E/C.12/1993/19.

Committee on Economic, Social, and Cultural Rights, General Comment 4, 1991.

Committee on Economic, Social, and Cultural Rights, General Comment 12, 1999.

Ferris, Elizabeth. (2014). Planned Relocations, Disasters and Climate Change: Consolidating Good Practices and Preparing for the Future. Background Document, Sanremo Consultation, 12-14 March, 2014. UNHCR, Brookings-LSE and Georgetown University.

Hasan, Djuhaendah. (2006). Aspek Ekonomi dalam Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Pembangunan. Disampaikan dalam Seminar Nasional Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum, Jakarta.

International Labour Office. (1976). Tripartite World Conference on Employment, Income Distribution, and Social Progress and the International Division of Labour. Geneva, Switzerland.

Share

COinS