Kedudukan Putusan Peradilan Etik sebagai Keputusan Tata Usaha Negara: Studi Kasus Gugatan Hakim Konstitusi Anwar Usman
Abstract
As an effort to concretize ethics, there is a process of formalizing ethics into a set of rules through a code of ethics. The code of ethics needs institutional enforcement instruments so that it can be effectively applied through ethical trials. Ethical courts, as institutions that adjudicate violations of the code of ethics, have the authority to issue decisions as a follow-up to cases of violations of the code of ethics that they handle. In carrying out its duties, ethical courts use ethical and moral analysis to assess the appropriateness of an action. This analytical approach differs from legal decisions based solely on regulations. This condition makes the positivization of ethics through legal adjudication dangerous to the substance of code of ethics violations that are problematic, as occurred in the case of Constitutional Court Judge Anwar Usman's code of ethics violation, which was adjudicated by the Jakarta Administrative Court. Through a doctrinal research method with a comparative approach, this paper aims to describe the position of ethical court decisions as objects of dispute in the Administrative Court. Based on the analysis conducted in this paper, ethical courts, in principle, have a different approach to handling cases than legal courts, a condition that creates a distortion in the decisions rendered.
Bahasa Abstract
Sebagai upaya untuk mengkonkretisasi etika, terdapat proses formalisasi etika menjadi seperangkat aturan melalui kode etik. Kode etik perlu instrumen kelembagaan penegak agar dapat diterapkan secara efekif melalui peradilan etik. Peradilan etik sebagai lembaga yang mengadili pelanggaran kode etik memiliki kewenangan mengeluarkan putusan sebagai tindak lanjut perkara pelanggaran kode etik yang ditanganinya. Peradilan etik dalam menjalankan tugasnya menggunakan pisau analisis etika dan moral untuk menilai kepantasan suatu tindakan. Pendekatan analisis tersebut berbeda dengan putusan hukum yang berlandaskan pada pengaturan semata. Kondisi ini membuat positivisasi etik melalui peradilan hukum akan berbahaya terhadap substansi pelanggaran kode etik yang menjadi permasalahan seperti yang terjadi dalam perkara pelanggaran kode etik Hakim Konstitusi Anwar Usman yang diadili oleh PTUN Jakarta. Melalui metode penelitian doktrinal dengan pendekatan komparatif, tulisan ini hendak menguraikan kedudukan putusan peradilan etik sebagai objek sengketa di PTUN. Berdasarkan analisis yang dilakukan dalam tulisan ini, peradilan etik pada prinsipnya memiliki pendekatan penanganan perkara yang berbeda dengan peradilan hukum di mana kondisi tersebut menciptakan adanya distorsi terhadap putusan yang diberikan.
References
Artikel Ilmiah
Abadi, Totok Wahyu. “Aksiologi: Antara Etika, Moral, dan Estetika.” Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi 4 (2016).
Abbott, Andrew. “Professional Ethics.” American Journal of Sociology 88 (1983).
Arnal, Juliette. “Formalization of ethics: the issue of standardization.” Maison des Sciences Économiques Working Paper 1(2005).
Branken, Jan V. M. “Methodology of Legal Doctrinal Research: A Comment on Westerman,” dalam Methodologies of Legal Research: Which Kind of Method for What Kind of Discipline. Oxford: Hart, 2010.
Esham, Alyssa Dalila Badli. “The Doctrine of Informed Consent and Duty of Disclosure: A Comparative Essay between the US, UK, Australia and Malaysia with Indonesia.” Indonesia Comparative Law Review 2 (2019).
Frakenberg, Gunter. “Critical Comparisons: Re-thinking Comparative Law.” Harvard International Law Journal 26 (1985).
Hartati. “Kewenangan Pengujian Terhadap Keputusan Tata Usaha Negara Dalam Keadaan Darurat Menurut Sistem Hukum Indonesia.” Al-Risalah 15 (2018).
Herman dan Hendry Julian Noor. “Doktrin Tindakan Hukum Administrasi Negara Membuat Keputusan (Beschikking).” Jurnal Komunikasi Hukum (JKH) (2017).
Hugo Flavier dan Charles Froger. “Administrative Justice in France: Between Singularity and Classicism.” BRICS Law Journal 3 (2016).
Imron Rosadi dan Adhitya Widya Kartika. “Analisis Yuridis Terhadap Penyelesaian Perkara Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilihan Umum (Studi Putusan DKPP NOMOR 317-PKE-DKPP X 2019).” Journal Presumption of Law 6 (2024).
Kantner, Cathleen. “Collective Identity as Shared Ethical Self-Understanding: The Case of the Emerging European Identity.” European Journal of Social Theory 9 (2006).
Moore, Mary Candace. “Ethical Discourse and Foucault’s Conception of Ethics,” Human Studies 10 (1987).
Pujanarko, Mung. “Etika Komunikasi Verbal Dalam Penulisan Berita Di Media Online.” Jurnal Citra 6 (2018).
Recupero, Patricia R. “Ethics of Medical Records and Professional Communications,” Child and Adolescent Psychiatric Clinics of North America 17 (2008).
Rob Van Gestel dan Hans W. Micklitz. “Revitalizing Doctrinal Legal Research in Europe: What About Methodology?” EU Law Working Paper 5 (2011).
Skaaden, Hanne. "Ethics and profession" dalam Ethics in public service interpreting. London: Routledge, 2019.
Buku
Asshiddiqie, Jimly. Peradilan Etik dan Etika Konstitusi. Jakarta: Sinar Grafika, 2017.
Bennet, Christopher. What is The Thing Called Ethic? London: Routledge, 2010.
Peraturan Perundang – Undangan dan Putusan Pengadilan
Belanda, Undang - Undang Hukum Administrasi Negara.
Indonesia, Undang - Undang Mahkamah Konstitusi, Undang - Undang Nomor 24 Tahun 2003, LN No. 98 Tahun 2003, TLN No. 4316.
Indonesia, Undang - Undang Kekuasaan Kehakiman, Undang - Undang Nomor 48 Tahun 2009, LN No. 157 Tahun 2009, TLN No. 5076.
Jerman, Undang - Undang Pengadilan Tata Usaha Negara.
Mahkamah Konstitusi, Peraturan MK Pemberlakuan Deklarasi Kode Etik dan Perilaku Hakim Konstitusi, Peraturan MK Nomor 09/PMK/2006.
Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi, Putusan MKMK Nomor 2/MKMK/I/11/2023.
Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta. Putusan Nomor 604/G/2023/PTUN.JKT.
Internet
CNN Indonesia. “16 Guru Besar Tata Negara Laporkan Anwar Usman ke MKMK.” https://www.cnnindonesia.com/nasional/20231026194852-12-1016461/16-guru-besar-tata-negara-laporkan-anwar-usman-ke-mkmk. Diakses pada 12 Maret 2025.
Ernes, Yogi. “Harga Mahal Vonis Bebas Ronald Tannur.” https://news.detik.com/berita/d-7733118/harga-mahal-vonis-bebas-ronald-tannur#:~:text=Ronald%20lalu%20ditetapkan%20tersangka%20dan,Tannur%20pada%2024%20Juli%202024. Diakses pada 10 Maret 2025.
Ernes, Yogi. “Anwar Usman Cabut Gugatan Banding soal Putusan PTUN Suhartoyo Ketua MK.” https://news.detik.com/berita/d-7694485/anwar-usman-cabut-gugatan-banding-soal-putusan-ptun-suhartoyo-ketua-mk. Diakses pada 15 Maret 2025.
Fadhil, Haris. “Alasan MA Hukum Ronald Tannur 5 Tahun Bui Meski 1 Hakim Sepakat Vonis Bebas." https://news.detik.com/berita/d-7683019/alasan-ma-hukum-ronald-tannur-5-tahun-bui-meski-1-hakim-sepakat-vonis-bebas. Diakses pada 10 Maret 2025.
Farisa, Fitria Chusna. “Ada Nama Gibran di Gugatan Almas Tsaqibbirru, Satu-satunya yang Dikabulkan MK.” https://nasional.kompas.com/read/2023/10/17/11303011/ada-nama-gibran-di-gugatan-almas-tsaqibbirru-satu-satunya-yang-dikabulkan-mk?page=all. Diakses pada 10 Maret 2025.
Huzaini, Moch. Dani Pratama. “MK Bakal 'Lawan' Banding Anwar Usman atas Putusan PTUN Jakarta.” https://www.hukumonline.com/berita/a/mk-bakal-lawan-banding-anwar-usman-atas-putusan-ptun-jakarta-lt66cf1d60d2cf4/. Diakses pada 15 Maret 2025.
Mantaelan, Vitorio. “4 dari 9 Hakim Tak Setuju Putusan MK yang Bikin Gibran Bisa Maju Pilpres 2024.”https://nasional.kompas.com/read/2023/10/16/17293841/4-dari-9-hakim-tak-setuju-putusan-mk-yang-bikin-gibran-bisa-maju-pilpres. Diakses pada 10 Maret 2025.
Mantaelan, Vitorio. “9 Hakim MK Langgar Etik karena Bocorkan Isi RPH, Disanksi Teguran Lisan.”https://nasional.kompas.com/read/2023/11/07/17084351/9-hakim-mk-langgar-etik-karena-bocorkan-isi-rph-disanksi-teguran-lisan?page=all. Diakses pada 10 Maret 2025.
Muhid, Hendrik Khoirul. “Begini Kronologi Ketua MK Anwar Usman Dilaporkan hingga Disidang MKMK.” https://www.tempo.co/hukum/begini-kronologi-ketua-mk-anwar-usman-dilaporkan-hingga-disidang-mkmk-125662. Diakses pada 12 Maret 2025.
Mulya, Fath Putra. “Anwar Usman gugat Ketua MK Suhartoyo ke PTUN Jakarta.” https://www.antaranews.com/berita/3839619/anwar-usman-gugat-ketua-mk-suhartoyo-ke-ptun-jakarta. Diakses pada 10 Maret 2025.
Niam, Syakirun. “MA Berhentikan Sementara 3 Hakim yang Vonis Bebas Ronald Tannur,” https://nasional.kompas.com/read/2024/10/24/10511821/ma-berhentikan-sementara-3-hakim-yang-vonis-bebas-ronald-tannur. Diakses pada 10 Maret 2025.
Pujianti, Sri. “MKMK Berhentikan Anwar Usman dari Jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi.” https://www.mkri.id/index.php?page=web.Berita&id=19751&menu=2. Diakses pada 10 Maret 2024.
Reliubun, Ikhsan. “Empat Pelanggaran Berat Ketua MK Anwar Usman Versi Tim Advokasi.”https://www.tempo.co/hukum/empat-pelanggaran-berat-ketua-mk-anwar-usman-versi-tim-advokasi-129168. Diakses pada 12 Maret 2025.
Rieselman, D. “What are values?” https://magazine.uc.edu/issues/0805/whatarevalues.html. Diakses pada 16 Maret 2025.
Saptohutomo, Aryo Putranto. “Putusan PTUN Kabulkan Gugatan Anwar Usman Dianggap Janggal.” https://nasional.kompas.com/read/2024/08/13/21240181/putusan-ptun-kabulkan-gugatan-anwar-usman-dianggap-janggal. Diakses pada 15 Maret 2025.
Sari, Brigitta Belia Permata. “Anggota MKMK Bintan Saragih Disenting Opinion, Minta Anwar Usman Dipecat.” https://news.detik.com/berita/d-7024276/anggota-mkmk-bintan-saragih-disenting-opinion-minta-anwar-usman-dipecat. Diakses pada 13 Maret 2025.
Shoim, Ahmad. “Ronald Tannur Merekam Sambil Tertawa Saat Pacarnya Tergeletak Tak Sadar.” https://www.beritasatu.com/nusantara/1070655/ronald-tannur-merekam-sambil-tertawa-saat-pacarnya-tergeletak-tak-sadar. Diakses pada 10 Maret 2025.
Tempo. “Anwar Usman dan Skandal Mahkamah Konstitusi.” https://www.tempo.co/kolom/skandal-mahkamah-konstitusi-819458. Diakses pada 10 Maret 2025.
Victoria, Agatha Olivia. “Pengacara Ronald Tannur didakwa suap hakim di PN Surabaya dan MA.” https://www.antaranews.com/berita/4638691/pengacara-ronald-tannur-didakwa-suap-hakim-di-pn-surabaya-dan-ma. Diakses pada 10 Maret 2025.
Wahyuni, Willa. “ KY Terima 3.593 Laporan Masalah Etik dan Integritas Hakim Sepanjang 2023.” https://www.hukumonline.com/berita/a/ky-terima-3593-laporan-masalah-etik-dan-integritas-hakim-sepanjang-2023-lt660cb65b6a1e2/. Diakses pada 9 Maret 2025.
Recommended Citation
Febriyanto, Satrio
(2026)
"Kedudukan Putusan Peradilan Etik sebagai Keputusan Tata Usaha Negara: Studi Kasus Gugatan Hakim Konstitusi Anwar Usman,"
Jurnal Hukum & Pembangunan: Vol. 56:
No.
1, Article 8.
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/jhp/vol56/iss1/8