Penderitaan Tanpa Ukuran: Mengapa KUHAP Harus Segera Mengatur Kerugian Imateriil?
Abstract
Law enforcement must ensure that the justice process operates in accordance with the principles of true justice. The criminal justice system in Indonesia emerged as a response to public dissatisfaction with the performance of law enforcement agencies that overly emphasized formal law and order alone, without regard for human dignity. The preamble of the Criminal Procedure Code (KUHAP) affirms that this system aims to protect human dignity, thus substantive justice must be prioritized. In this context, human rights, particularly the protection of crime victims, become crucial. However, in practice, victims are often marginalized, especially regarding compensation for immaterial damages that lack clear regulation in the current Criminal Procedure Code. Survey results and statistical data show a significant increase in cases of bullying, cyberbullying, and crimes against morality, which cause psychological suffering to victims. The legal vacuum in calculating immaterial damages risks creating injustice and abuse of authority in judicial processes. This research employs a normative juridical approach, using library research methods on legislation, legal doctrines, and relevant jurisprudence. This study aims to analyze the urgency of regulating immaterial damages in Indonesia's criminal justice system and to formulate normative ideas regarding fair compensation assessment mechanisms for crime victims. The expected outcome is that this article will make an important contribution to filling the literature gap while supporting national legal reform through a restorative justice approach.
Bahasa Abstract
Penegakan hukum harus memastikan bahwa proses keadilan berjalan sesuai prinsip keadilan sejati. Sistem peradilan pidana di Indonesia hadir sebagai respons terhadap ketidakpuasan publik terhadap kinerja lembaga penegak hukum yang terlalu menekankan pada hukum formal dan ketertiban semata, tanpa memperhatikan harkat dan martabat manusia. Dalam konsideran KUHAP ditegaskan bahwa sistem ini bertujuan melindungi martabat manusia, sehingga keadilan substantif perlu diutamakan. Dalam konteks ini, hak asasi manusia, khususnya perlindungan terhadap korban kejahatan, menjadi sangat krusial. Namun, dalam praktiknya, korban kerap terpinggirkan, terutama dalam hal pemulihan atas kerugian immateriil yang tidak memiliki pengaturan jelas dalam KUHAP yang berlaku saat ini. Hasil survei dan data statistik menunjukkan peningkatan signifikan pada kasus bullying, cyberbullying, serta kejahatan terhadap kesusilaan, yang menyebabkan penderitaan psikologis pada korban. Kekosongan hukum dalam penghitungan kerugian immateriil berisiko menimbulkan ketidakadilan dan penyalahgunaan kewenangan dalam proses pengadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, dengan metode studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan yurisprudensi yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pengaturan kerugian immateriil dalam sistem peradilan pidana Indonesia, serta menyusun gagasan normatif mengenai mekanisme penilaian kompensasi yang adil bagi korban kejahatan. Hasil yang diharapkan adalah artikel ini memberikan kontribusi penting dalam mengisi kekosongan literatur, sekaligus mendukung pembaruan hukum nasional melalui pendekatan keadilan restoratif.
References
Artikel Jurnal
DBE, The Rt. Hon. Lady Justice Nicola Davies. Guidelines for the Assessment of General Damages in Personal Injury Cases (16th Edition). Sustainability (Switzerland). 16th ed. Vol. 11. New York: Oxford University Press is a department of the University of Oxford, 2022. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI.
Gani Hamaminata. Perkembangan Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia. Kapel Press. Vol. 2, 2023. doi:10.55606/jhpis.v2i4.2334.
Eko Saputra, “RUU KUHAP : Dominasi Crime Control System Dan Ancaman Terhadap Prinsip Due Process of Law,” Jurnal Ilmiah Multi Disiplin 03, no. 03 (2025): 1708–16.
Mantili, Rai, and Anita Afriana. “Pertimbangan Hakim Dalam Mengabulkan Gugatan Ganti Rugi Immateriil Pada Perkara Perbuatan Melawan Hukum (Analisis Putusan Kasasi No. 3215 K/PDT/2001).” Jurnal Hukum Acara Perdata ADHAPER 5, no. 1 (2019): 19–39. https://www.academia.edu/63038223/Pertimbangan_Hakim_dalam_Mengabulkan_Gugatan_Ganti_Rugi_Immateriil_pada_Perkara_Perbuatan_Melawan_Hukum_Analisis_Putusan_Kasasi_No_3215_K_PDT_2001_.
Orlando, Galih. “Efektivitas Hukum Dan Fungsi Hukum Di Indonesia.” Jurnal Pendidikan Agama Dan Sains 6 (2022): 50–58. https://www.ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/download/77/70.
Rambe, Rahmansyah Fadlul Al Karim, Muhammad Aufa Abdillah Sihombing, and Nurhoneyda Winata. “Implikasi Perlindungan Hak Asasi Manusia Dalam Hukum Pidana Implications.” Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum 11, no. 1 (2024): 24–31. doi:http://dx.doi.org/10.31289/jiph.v11i1.11182.
Saputra, Eko. “RUU KUHAP : Dominasi Crime Control System Dan Ancaman Terhadap Prinsip Due Process of Law.” Jurnal Ilmiah Multi Disiplin 03, no. 03 (2025): 1708–16.
Sarifuddin, Abdul Jamil, and Iwan Erar Joesoef. “Implementasi Keadilan Sosial Dalam Mewujudkan Negara Kesejahteraan ( Welfare State ) Indonesia,” n.d., 21–30.
Sujarwo, Herman. “Perlindungan Korban Tindak Pidana Dalam Peraturan Perundang-Undangan Indonesia.” Syariati : Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Hukum 6, no. 02 (2020): 233–46. doi:10.32699/syariati.v6i02.1544.
Suryoutomo, Markus, Siti Mariyam, and Adhi Putra Satria. “Koherensi Putusan Hakim Dalam Pembuktian Ganti Rugi Imateriel Perbuatan Melawan Hukum.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 4, no. 1 (2022): 133–49. doi:10.14710/jphi.v4i1.139-144.
Syahrin, M. Alvi. “Penerapan Prinsip Keadilan Restoratif Dalam Sistem Peradilan Pidana Terpadu.” Majalah Hukum Nasional 48, no. 1 (2018): 97–114. doi:10.33331/mhn.v48i1.114.
Tsauro, Muhammad Ahalla. “Arti Deklarasi Djuanda Dan Konferensi Hukum Laut PBB Bagi Indonesia.” Gema Keadilan 4, no. 1 (2017): 180–90. doi:10.14710/gk.2017.3780.
Usman, Lucky Carvarino Wainal, and Irman Jaya. “Analisis Yuridis Kesenjangan Perlindungan Korban Pada Tahap Penyidikan (Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual).” Almufi Jurnal Sosial Dan Humaniora (ASH) 1, no. 3 (2024). doi:http://almufi.com/index.php/ASH ©.
Buku
Badrulzaman, Mariam Darus. Kompilasi Hukum Perikatan. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2001. http://library.iainmataram.ac.id//index.php?p=show_detail&id=1649.
Hamzah, Andi. Hukum Acara Pidana Indonesia. Hukum Acara Pidana Indonesia, 2005.
Harahap, M. Yahya. PEMBAHASAN PERMASALAHAN DAN PENERAPAN KUHAP : Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, Dan Peninjauan Kembali. 2nd ed. Jakarta: Sinar Grafika, 2019. https://jdih.surakarta.go.id/perpustakaan/default/view?id=xx32gal9wr7qjmpbxnybekp865v4do.
Herlina, Apong, and Dkk. Perlindungan Terhadap Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004.
Keeton, W. Page, and Wiliam Lloyd Prosser. Prosser and Keeton on the Law of Torts (5th Ed.). 5th ed. St. Paul, Minn.: West Publishing Co., 1984. https://archive.org/details/prosserkeetononl00keet/page/n9/mode/2up.
Shafira, Maya, Deni Achmad, Aisyah Muda Cemerlang, Sintiya Melinia Darmawan, and Rendie Meita Sarie Putri. Sistem Peradilan Pidana. Edited by Erna Dewi, Muhammad Humam Ghirrary, and Haya Anastasya Azra. Bandarlampung: Pusaka Media, 2022.
Unitid Nation. “Handbook on Restorative Justice Programmes.” Criminal Justice Handbook Series, 2006, 1–105.
Dokumen/Putusan
Putusan Kasasi No. 3215 K/PDT/2001
Putusan Mahkamah Agung No. 1423 K/Pid.Sus/2016
Putusan Mahkamah Agung No. 3191 K/Pdt/1984
Putusan Nomor 25/PUU-XIV/2016 (2016).
Putusan Praperadilan Pidana Nomor 04/Pra.Pid/2027/PN.Mnk
Putusan Praperadilan Pidana Nomor 7/Pid.Pra/2019/PN.Mtr
Peraturan Perundang-Undangan
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek voor Indonesie) Staatsblad Tahun 1847 Nomor 23
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana . LN Tahun 2025 No. 188, TLN No. 7149
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. LN Tahun 2023 No.1, TLN No.6842
Internet
Anindita Dewi Anggraini. “Pahami Fenomena Cyberbullying Di Indonesia: Bentuk Kekerasan Digital Yang Perlu Diatasi.” GoodStats, 2024. https://data.goodstats.id/statistic/pahami-fenomena-cyberbullying-di-indonesia-bentuk-kekerasan-digital-yang-perlu-diatasi-X4EuP.
Badan Pusat Statistik. “Statistik Kriminal 2024,” 2024. https://www.bps.go.id/id/publication/2024/12/12/13317138a55b2f7096589536/statistik-kriminal-2024.html.
Badrulzaman, Mariam Darus. Kompilasi Hukum Perikatan. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2001. http://library.iainmataram.ac.id//index.php?p=show_detail&id=1649.
Cuniff, Meghann. “Pain And Suffering Settlement Examples 2025.” Forbes, 2022. https://www.forbes.com/advisor/legal/personal-injury/pain-suffering-settlement-examples/.
DBE, The Rt. Hon. Lady Justice Nicola Davies. Guidelines for the Assessment of General Damages in Personal Injury Cases (16th Edition). Sustainability (Switzerland). 16th ed. Vol. 11. New York: Oxford University Press is a department of the University of Oxford, 2022. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI.
Djanggih, Hardianto. “KUHAP Baru: Dari Crime Control Ke Due Process of Law.” Harian.Fajar, 2025. https://harian.fajar.co.id/2026/01/02/kuhap-baru-dari-crime-control-ke-due-process-of-law/.
Gani Hamaminata. Perkembangan Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia. Kapel Press. Vol. 2, 2023. doi:10.55606/jhpis.v2i4.2334.
Habli Robbi Taqiyya, “Eddy Hiariej: 5 Hak Baru Yang Diatur Dalam KUHAP 2025,” MARINews, 2025, https://marinews.mahkamahagung.go.id/berita/eddy-hiariej-5-hal-baru-yang-diatur-dalam-kuhap-2025-0DL.
Hardianto Djanggih, “KUHAP Baru: Dari Crime Control Ke Due Process of Law,” Harian.Fajar, 2025, https://harian.fajar.co.id/2026/01/02/kuhap-baru-dari-crime-control-ke-due-process-of-law/.
Hamzah, Andi. Hukum Acara Pidana Indonesia. Hukum Acara Pidana Indonesia, 2005.
Harahap, M. Yahya. Pembahasan Permasalahan Dan Penerapan Kuhap : Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, Dan Peninjauan Kembali. 2nd ed. Jakarta: Sinar Grafika, 2019. https://jdih.surakarta.go.id/perpustakaan/default/view?id=xx32gal9wr7qjmpbxnybekp865v4do.
Herlina, Apong, and Dkk. Perlindungan Terhadap Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004.
Hukum Online. “Ganti Rugi Immateril Bagi Korban Kekerasan Sebaiknya Diakomodir,” 2008. https://www.hukumonline.com/berita/a/ganti-rugi-immateril-bagi-korban-kekerasan-sebaiknya-diakomodir-hol19000/?page=all.
Institute For Criminal Justice Reform. “[RILIS KOALISI] DPR RI Ngumpet-Ngumpet Bahas RKUHAP, Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Pembaruan KUHAP Serukan Buka Proses Pembahasan Dan Draft Terbaru RKUHAP.” Institute For Criminal Justice Reform, 2025. http://icjr.or.id/dpr-ri-ngumpet-ngumpet-bahas-rkuhap/.
Kantor Pengacara Gusrianto & Partners. “Mengenal Kerugian Materil Dan Immaterial.” Kantor Pengacara Gusrianto & Partners, 2025. https://kantorpengacaragusrianto.com/mengenal-kerugian-materil-dan-immaterial/.
Keeton, W. Page, and Wiliam Lloyd Prosser. Prosser and Keeton on the Law of Torts (5th Ed.). 5th ed. St. Paul, Minn.: West Publishing Co., 1984. https://archive.org/details/prosserkeetononl00keet/page/n9/mode/2up.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. “Standar Norma Dan Pengaturan Tentang Hak Memperoleh Keadilan.” Jakarta, 2016. https://www.komnasham.go.id/files/1635147719draf-02-snp-hak-memperoleh-keadilan-%24EDS.pdf.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. “Laporan Tahunan LPSK 2021.” Jakarta, 2021. https://www.lpsk.go.id/publikasi/clracr0p2000tcqtoh69ee075.
Magnus, Ulrich. “The Reform of German Tort Law.” Barcelona, 2003. https://www.academia.edu/55418063/The_Reform_of_German_Tort_Law.
Nasima, Imam. “Ganti Rugi Psikis Atas Korban Meninggal?” Hukum Online, 2005. https://www.hukumonline.com/berita/a/ganti-rugi-psikis-atas-korban-meninggal-hol13959/?page=all.
Nugraheny, Dian Erika, and Sabrina Asril. “Penelitian ICJR: KUHAP Belum Optimal Akomodasi Kepentingan Korban Tindak Pidana.” Kompas.Com, 22AD. https://nasional.kompas.com/read/2022/12/20/17261101/penelitian-icjr-kuhap-belum-optimal-akomodasi-kepentingan-korban-tindak?utm_source.
Regina, Joanna. “Reformasi Hukum Dan Perubahan Sistem Peradilan Di Indonesia.” Kumparan.Com, 2024. https://kumparan.com/joanna-regina-cs/reformasi-hukum-dan-perubahan-sistem-peradilan-di-indonesia-226ghE5lJhL/full.
Sarifuddin, Abdul Jamil, and Iwan Erar Joesoef. “Implementasi Keadilan Sosial Dalam Mewujudkan Negara Kesejahteraan ( Welfare State ) Indonesia,” n.d., 21–30.
Shafira, Maya, Deni Achmad, Aisyah Muda Cemerlang, Sintiya Melinia Darmawan, and Rendie Meita Sarie Putri. Sistem Peradilan Pidana. Edited by Erna Dewi, Muhammad Humam Ghirrary, and Haya Anastasya Azra. Bandarlampung: Pusaka Media, 2022.
Sucipto. “Cyber Bullying Marak, Kementerian PPPA: 70% Orang Tua Tak Batasi Anak Gunakan Gawai.” SindoNews, 2024. https://nasional.sindonews.com/read/1379735/15/cyber-bullying-marak-kementerian-pppa-70-orang-tua-tak-batasi-anak-gunakan-gawai-1716113151.
Syahrin, M. Alvi. “Penerapan Prinsip Keadilan Restoratif Dalam Sistem Peradilan Pidana Terpadu.” Majalah Hukum Nasional 48, no. 1 (2018): 97–114. doi:10.33331/mhn.v48i1.114.
Taqiyya, Habli Robbi. “Eddy Hiariej: 5 Hak Baru Yang Diatur Dalam KUHAP 2025.” MARINews, 2025. https://marinews.mahkamahagung.go.id/berita/eddy-hiariej-5-hal-baru-yang-diatur-dalam-kuhap-2025-0DL.
Tsauro, Muhammad Ahalla. “Arti Deklarasi Djuanda Dan Konferensi Hukum Laut PBB Bagi Indonesia.” Gema Keadilan 4, no. 1 (2017): 180–90. doi:10.14710/gk.2017.3780.
Hukum Online. “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Skasi Dan Korban,” 2006.
Unitid Nation. “Handbook on Restorative Justice Programmes.” Criminal Justice Handbook Series, 2006, 1–105.
Recommended Citation
Utami, Setiani Budi and Frans, Mardian Putra
(2025)
"Penderitaan Tanpa Ukuran: Mengapa KUHAP Harus Segera Mengatur Kerugian Imateriil?,"
Jurnal Hukum & Pembangunan: Vol. 55:
No.
4, Article 3.
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/jhp/vol55/iss4/3