•  
  •  
 

DOI

10.21143/jhp.vol55.no.3.2140

Abstract

The aim of this research is to analyze the implementation of democracy in the process of filling the governor and deputy governor positions in the Yogyakarta Special Region. This is regulated in the Special Areas Act No. 13/2012. The Act stipulates that the candidates for governor can only be the descendants of the Yogyakarta Sultanate and the candidates for deputy governor can be the descendants of the Duchy of Pakualaman. Following these provisions, there are differences between the special region of Yogyakarta and other regions using general elections to fill regional heads. The results of the study show that the nomination of Governors and Deputy Governors in the special region of Yogyakarta does not violate the principles of democracy already present in Indonesia, because the Constitution directly regulates this issue, but does not use general elections in the process. The study also showed that the 1945 Constitution also strengthened the establishment of the post of Governor and Deputy Governor in Yogyakarta's special region, as Indonesia's independence was a strong historical background.

Bahasa Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan demokrasi dalam proses pengisian jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY. Dalam undang-undang tersebut, disebutkan bahwa jabatan Gubernur hanya bisa diisi oleh keturunan Kesultanan Yogyakarta, sementara jabatan Wakil Gubernur diisi oleh keturunan Kadipaten Pakualaman. Aturan ini membedakan DIY dari daerah lain di Indonesia yang menggunakan pemilihan umum untuk memilih kepala daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun DIY tidak menggunakan pemilihan umum dalam pengisian jabatan tersebut, hal ini tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi di Indonesia karena diatur secara konstitusional. Selain itu, penelitian ini menekankan bahwa UUD 1945 juga memperkuat pengaturan khusus ini karena adanya latar belakang sejarah yang signifikan sejak masa kemerdekaan Indonesia.

References

Artikel jurnal

Susanto, Sri Nur Hari. "Desentralisasi Asimetris dalam Konteks Negara Kesatuan." Administrative Law and Governance Journal 2.4 (2019).

Irwansyah, Shindu, Hadi Nuramin, and Dede Wahyudin. "Ngabungbang Ritual Culture in Peasant Communities." International Journal of Islamic Khazanah 10.2 (2020).

Anwar, Anwar. "Law of substance and consistency of regional regulation number 3 of 2006 concerning community development activities in karimah." International Journal of Islamic Khazanah 9.1 (2019).

Nopliardy, Rakhmat. "Mekanisme Pembentukan Peraturan Daerah dan Implikasi Dibatalkannya Peraturan Daerah Bagi Program Legislasi Daerah Provinsi dan Kabupaten/kota." Al-Adl: Jurnal Hukum 9.1 (2017).

Pratama, A. Y. Pelaksanaan desentralisasi asimetris dalam tata kelola pemerintahan daerah di era demokrasi. Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan28(1), (2016).

Alivia, Dianora. "Politik Hukum Pengaturan Pemerintahan Daerah yang Bersifat Khusus atau Bersifat Istimewa di Indonesia." Rechtidee 14.2 (2019).

Susanto, Sri Nur Hari. "Desentralisasi Asimetris dalam Konteks Negara Kesatuan." Administrative Law and Governance Journal 2.4 (2019).

Tauda, Gunawan A. "Desain Desentralisasi Asimetris Dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia." Administrative Law and Governance Journal 1.4 (2018).

Kurniadi, B. D. Desentralisasi Asimetris di Indonesia. In Makalah disampaikan dalam Seminar di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jatinangor, vol. 26, (2012).

Isra, Saldi. "Desentralisasi Asimetris di Indonesia: Kajian Dari Aspek Konstitusi." Jurnal Ilmu Pemerintahan 42 (2013).

Handitya, Binov. "Pengisian Jabatan Gubernur Dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasar Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta." Humani (Hukum dan Masyarakat Madani) 8.1 (2018).

Rasyidin, Rasyidin. "Penerapan Desentralisasi Asimetris pasca MoU Helsinki dalam Perspektif Ekonomi Politik di Provinsi Aceh." Al-Ijtimai: International Journal of Government and Social Science 1.1 (2015).

Yeyen Subandi, “Memahami Kabar Sejarah dan Periode Demokrasi di Indonesia”, Dauliyah, Vol. 2, No.1, (2017).

Himawan Indrajat, “Demokrasi Terpimpin Sebuah Konsepsi Pemikiran Soekarno Tentang Demokrasi”, Jurnal Sosiologi, Vol. 18, No.1, (2016).

Christoper Ezra Manurung, dkk., “Perkembangan Sistem Demokrasi di Indonesia dan Relevansinya untuk Kehidupan di Tahun 2022”, Nusantara : Jurnal Pendidikan, Seni, Sains dan Sosial Humaniora, Vol. 1, No.1, (2022).

Siti Nurhayati, dkk, “Dinamika Perkembangan Demokrasi Serta Problematikanya Pasca Reformasi”, As-Shahifah : Journal of Constitutional Law and Governance, Vol. 3, No. 1, (2023).

 

Buku

Solossa, Jacobus Perviddya. Otonomi khusus: mengangkat martabat rakyat Papua di dalam NKRI. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2005.

Sujamto, Daerah Istimewa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, Jakarta: Bina Aksara, 1988.

KPH, MR. Soedarisman Peorkoesoemo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1984.

Purwokusumo. Daerah Istimewa Yogyakarta, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1985

Hadiwijoyo, Suryo Sakti. Daerah Istimewa Yogyakarta dalam sistem ketatanegaraan Indonesia: sebuah pendekatan sejarah hukum dan teori kekuasaan. Graha Ilmu, 2013.

Huda, Nimatul, Ilmu negara, Jakarta: Rajawali Press, 2010.

Puslit IAIN Syarif Hidayatullah, Pendidikan Kewarganegaraan Demokrasi, Ham Dan Masyarakat Madani, Jakarta: IAIN Jakarta Press, 2000.

Bagir Manan, Menyongsong ajar Otonomi Daerah, cetakan keempat, Yogyakarta : Pusham FH UII, 2000.

Asshiddiqie, J,  Konsolidasi naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. Jakarta: Pusat Studi HTN FH UI, 2002.

Kaloh, Johan. Mencari bentuk otonomi daerah: suatu solusi dalam menjawab kebutuhan lokal dan tantangan global. Rineka Cipta, 2007.

Peraturan perundang-undangan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. UUD Tahun 1945 Pasal 18, 18A, 18B, 18 (4), 18 (1)

Penetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara, TAP MPRS/No. III/1963. Tentang Pengangkatan Pemimpin Besar Revolusi Indonesia Bung Karno menjadi Presiden RI seumur hidup.

Undang-Undang Tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. UU Nomor 13 Tahun 2012. LN Tahun 2012 No.170 TLN No. 5339. Pasal 4, 7, 8.

Undang-Undang Tentang Pemerintahan Daerah. UU Nomor 32 Tahun 2004. LN Tahun 2004 No.125 TLN No.4437.

Undang-Undang tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah, UU No. 5 Tahun 1974, LN tahun 1974, No. 38 TLN No. 3037.

Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah, UU No. 22 Tahun 1999, LN tahun 1999, No. 60 TLN No. 3839.

Undang-Undang tentang Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman, UU No. 19 Tahun 1964, LN tahun 1964, No. 107 TLN No. 2699, Pasal 19.

Undang-Undang tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-Undang, UU No. 1 Tahun 2015, LN tahun 2014, No. 245 TLN No. 5588, Pasal 1, 2.

Penetapan Presiden tentang Pemerintahan Daerah, Penpres No. 6 Tahun 1959, LN tahun 1959, No. 94 TLN No. 1843.

Peraturan Presiden tentang Peraturan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong Republik Indonesia, Perpres No. 14 Tahun 1960, LN tahun 1960, No. 80, Pasal 103.

Tesis

Bayu Krisnapati, “Desentralisasi Asimetris dalam, Negara kesatuan Republik Indonesia.” Tesis Magister Hukum, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 2012.

Share

COinS