•  
  •  
 

Desain dan Konstitusionalitas Penerapan Pilkada Asimetris di Indonesia

Abstract

The idea of implementing asymmetric regional elections (Pilkada) in Indonesia is not a new concept. However, to date, there has been no effort to provide a design for the implementation of Pilkada in an asymmetric manner, considering the specific needs of each region and its alignment with the 1945 Constitution. This article aims to implement Pilkada in an asymmetric manner by first mapping the asymmetry models of each region based on their specific needs. This research uses a doctrinal and socio-legal approach. The results of this research indicate a need to implement Pilkada asymmetrically in Indonesia. This urgency arises due to issues such as vote-buying, horizontal conflicts, electoral fraud, manipulation of results and processes, the lack of neutrality among State Civil Apparatus (ASN), and various other problems that characterize the implementation of Pilkada in multiple regions. The implementation of asymmetric Pilkada is carried out by first mapping the region's needs. There are four options for models of asymmetric Pilkada: political asymmetric Pilkada, special administrative asymmetric Pilkada, general administrative asymmetric Pilkada, and political-administrative asymmetric Pilkada. In the classification of these models of asymmetric Pilkada, the general administrative asymmetric Pilkada and political-administrative asymmetric Pilkada derive their asymmetry based on the Human Development Index (IPM) and the financial capacity of the region. Regarding the constitutionality of asymmetric Pilkada, there are three primary considerations: First, asymmetric Pilkada can strengthen the idea of a unitary state, given the consideration that the unitary state practiced in Indonesia involves aspects of asymmetric decentralization, of which asymmetric Pilkada is a derivative. Second, the democratic element of implementing Pilkada remains guaranteed, as the interpretation of democracy does not limit itself to the form of direct Pilkada alone. Third, the implementation of asymmetric Pilkada does not contradict the principle of "direct" as stated in Article 22E of the Constitution NRI 1945, since the original intent of this principle is meant to apply to the entirety of elections.

Bahasa Abstract

Gagasan terhadap pelaksanaan Pilkada asimetris di Indonesia bukanlah sebuah gagasan yang baru. Namun, hingga saat ini, belum ada upaya untuk memberikan desain pelaksanaan Pilkada secara asimetris dengan mempertimbangkan basis kebutuhan masing-masing daerah dan kesesuaiannya dengan UUD NRI 1945. Artikel ini berusaha untuk mengkonstruksikan pelaksanaan Pilkada secara asimetris dengan memetakan terlebih dahulu model keasimetrisan masing-masing daerah berdasarkan basis kebutuhannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan doktrinal dan sosio-legal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat urgensi untuk melaksanakan Pilkada secara asimetris di Indonesia. Urgensi itu diakibatkan karena politik uang, konflik horizontal, kecurangan, manipulasi hasil dan proses, ketidaknetralan ASN dan berbagai persoalan lainnya mewarnai pelaksanaan Pilkada di berbagai daerah. Pelaksanaan Pilkada secara asimetris dilakukan dengan terlebih dahulu memetakan basis kebutuhan daerah. Terdapat empat pilihan model Pilkada asimetris, yaitu: Pilkada asimetris politik, Pilkada asimetris administratif khusus, Pilkada asimetris administratif umum, dan Pilkada asimetris politik-administratif. Terhadap klasifikasi model-model Pilkada asimetris tersebut, Pilkada asimetris administratif umum dan Pilkada asimetris politik-administratif, keasimetrisan model Pilkadanya ditentukan melalui indikator IPM dan kemampuan keuangan daerah. Mengenai konstitusionalitas Pilkada asimetris, terdapat tiga pertimbangan utama: Pertama, Pilkada asimetris dapat memperkuat gagasan negara kesatuan, dengan pertimbangan bahwa negara kesatuan yang Indonesia terapkan melibatkan aspek desentralisasi asimetris, yang mana Pilkada asimetris adalah derivat dari desentralisasi asimetris. Kedua, aspek demokratis pada pelaksanaan Pilkada tetap terjamin, mengingat bahwa pemaknaan demokratis tidak menghegemoni pada wujud Pilkada secara langsung semata. Ketiga, pelaksanaan Pilkada asimetris juga tidak bertentangan dengan asas “langsung” pada Pasal 22E UUD NRI 1945, karena keberadaan asas tersebut secara original intent dimaksudkan untuk diberlakukan pada semesta Pemilu.

References

DAFTAR PUSTAKA

Artikel jurnal

Al-Fatih, Sholahuddin, dan Asrul Ibrahim Nur. “Does the Constitutional Court on Local Election Responsive Decisions ?” Journal of Human Rights, Culture and Legal System 3, no. 3 (20 November 2023): 569–96. doi:10.53955/jhcls.v3i3.74.

Alfauzi, Ro’is, dan Orien Effendi. “Pembatasan Kekuasaan Berdasarkan Paham Konstitusionalisme di Negara Demokrasi.” Politica 7, no. 2 (2020): 111–33.

Bishop, Sylvia, dan Anke Hoeffler. “Free and fair elections: A new database.” Journal of Peace Research 53, no. 4 (1 Juli 2016): 608–16. doi:10.1177/0022343316642508.

Freidenberg, Flavia. “What constitutes a good election? Employing reports on electoral observation missions to evaluate Latin American electoral processes (2013-2016).” Dados 60, no. 4 (Desember 2017): 1095–1142. doi:10.1590/001152582017143.

Graham, Nicole, Margaret Davies, dan Lee Godden. “Broadening law’s context: materiality in socio-legal research.” Griffith Law Review 26, no. 4 (2 Oktober 2017): 480–510. doi:10.1080/10383441.2017.1548001.

Hantoro, Bimo Fajar. “Pembatasan Yudisial dan Perluasan Kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam Memutus Sengketa Hasil Pilkada.” Media Iuris 7, no. 1 (2024): 101–30. doi:10.20473/mi.v7i1.41871.

Hasibuan, Syaiful Asmi. “Sistem Pemilihan Umum Dalam Kaitan Dengan Negara Demokrasi.” Warta Dharmawangsa 17, no. 2 (2023): 602–9. doi:10.46576/wdw.v17i2.3174.

Huda, Uu Nurul, Firdaus Arifin, Anthon F. Susanto, dan Mohd Kamarulnizam Abdullah. “Evaluating the Election Law in Indonesia for Strengthening Democracy and Ensuring Honest and Fair Elections.” Law Reform: Jurnal Pembaharuan Hukum 21, no. 2 (2025): 401–18. doi:10.14710/lr.v21i2.66848.

Jaweng, Robert Endi. “Kritik Terhadap Desentralisasi Asimetris di Indonesia.” Analisis CSIS 40, no. 2 (2011): 160–76.

Johan C, Ali Muhammad. “Sistem Pemilihan Kepala Daerah pada Daerah yang Memberlakukan Desentralisasi Asimetris.” Al-Qisth Law Review 5, no. 1 (28 Agustus 2021): 70–98. doi:10.24853/al-qisth.5.1.70-98.

Kristiyanto, Eko Noer. “Pemilihan Gubernur tak Langsung Sebagai Penegasan Eksistensi Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Pusat di Daerah.” Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum 1, no. 3 (31 Desember 2012): 397–408. doi:10.33331/rechtsvinding.v1i3.92.

Li, Yingbo, Zihan Wang, Ziqiu Lin, dan Yuning Gao. “Revisiting regional governance and regional development: Measurements, linkages and coupling effect.” World Development 185, no. 106816 (Januari 2025): 1–13. doi:10.1016/j.worlddev.2024.106816.

Mulyaningsih, Rizki. “Kedudukan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Dalam Perspektif Hukum Otonomi Daerah.” Jurnal Lex Renaissance 7, no. 2 (1 April 2022): 296–309. doi:10.20885/JLR.vol7.iss2.art6.

Nugrohosudin, Ervin. “Kedudukan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022.” Jurnal Legislatif 5, no. 2 (2022): 79–90. doi:https://doi.org/10.20956/jl.v5i2.21002.

Nurdin, M. Rizki. “Desentralisasi Dan Kekhususan Pelaksanaan Otonomi Daerah Otorita Ibu Kota Nusantara.” Jurnal Lex Renaissance 7, no. 3 (1 Juli 2022): 617–33. doi:10.20885/JLR.vol7.iss3.art12.

Nuryanti, Sri. “Intervensi Penyelenggaraan Pemilukada: Regulasi, Sumberdaya dan Eksekusi.” Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 19, no. 2 (5 April 2016): 125–40. doi:10.22146/jsp.10849.

Putra, Eduard Awang Maha, Lalu Aria Nata Kusuma, Fahrurrozi Iman Jayadi Syahid, dan Novia Salfat Anggraini. “Penguatan Ideologi Partai Politik dalam Upaya Peningkatan Kualitas Demokrasi Indonesia.” Lex Renaissance 9, no. 2 (30 Desember 2024): 423–49. doi:10.20885/JLR.vol9.iss2.art8.

Satrio, Abdurrachman. “Restoring Indonesia’s (Un)Constitutional Constitution: Soepomo’s Authoritarian Constitution.” German Law Journal 24, no. 2 (2023): 402–16. doi:10.1017/glj.2023.16.

Sulistiono, Lulut, dan Dodi Jaya Wardana. “Aspek Hukum Kedudukan Kepala Otorita dalam Perspektif Pemerintahan Daerah di Indonesia.” UNES Law Review 5, no. 4 (2023): 2677–88. doi:https://doi.org/10.31933/unesrev.v5i4.503.

Syaputra, Muhammad Yusrizal Adi, dan Eka N.A.M. Sihombing. “Relasi Aspek Sosial dan Budaya dengan Politik Hukum Pemilihan Kepala Daerah Langsung di Indonesia.” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 20, no. 2 (12 Juni 2020): 205–20. doi:10.30641/dejure.2020.V20.205-220.

Tauda, Gunawan A. “Desain Desentralisasi Asimetris Dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia.” Administrative Law and Governance Journal 1, no. 4 (30 November 2018): 413–35. doi:10.14710/alj.v1i4.413-435.

Wicaksono, Dian Agung, dan Ola Anisa Ayutama. “Inisiasi Pengadilan Khusus Pemilihan Kepala Daerah dalam Menghadapi Keserentakan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota di Indonesia.” Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 4, no. 1 (30 April 2015): 157–79. doi:10.33331/rechtsvinding.v4i1.53.

Yusyanti, Diana. “Dinamika Hukum Pemilihan Kepala Daerah Menuju Proses Demokrasi dalam Otonomi Daerah.” Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 4, no. 1 (30 April 2015): 85–179. doi:10.33331/rechtsvinding.v4i1.49.

Zahlul Pasha Karim, Mailinda Eka Yuniza, dan Andi Sandi Ant T.T. “Politisasi Al-Qur’an dalam Uji Kompetensi Calon Kepala Daerah pada Pilkada Aceh.” Electoral Governance Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia 5, no. 2 (17 Mei 2024): 183–202. doi:10.46874/tkp.v5i2.1193.

 

Buku

Dewi, Hastuti Kurniawati, Sri Nuryanti, Afdlal, Nyimas Latifah Letty Aziz, Pandu Yuhsina Adaba, dan Samego Indria. Gagasan Pemilihan Umum Kepala Daerah Asimetris: Menuju tata Kelola Pemerintahan Daerah Demokratis, Akuntabel dan Berkelanjutan. Diedit oleh Hastuti Kurniawati Dewi dan Nyimas Latifah Letty Aziz. Yogyakarta: Calpulis, 2016.

Horowitz, Donald L. Constitutional Change and Democracy in Indonesia. New York: Cambridge University Press, 2013.

Indonesia, Sekretariat Negara Republik. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Diedit oleh Saafroedin Bahar, Ananda B. Kusuma, dan Nannie Hudawati. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1995.

Kaloh, J. Kepemimpinan Kepala Daerah: Pola Kegiatan, Kekuasaan, dan Perilaku Kepala Daerah dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah. Jakarta: Sinar Grafika, 2009.

Mahfud MD, Moh. Politik Hukum di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers, 2017.

Muhammad. Pemilu Berintegritas: Gagasan dan Praktik dalam Penyelenggaraan Pemilu Demokratis. Jakarta: LP2-AB, 2021.

Robet, Robertus. Republikanisme: Filsafat Politik untuk Indonesia. Tangerang Selatan: Marjin Kiri, 2021.

Sesung, Rusdianto. Hukum Otonomi Daerah: Negara Kesatuan, Daerah Istimewa, dan Daerah Otonomi Khusus. Bandung: PT Refika Aditama, 2013.

Sitabuana, Tundjung Herning. Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta: Konstitusi Press, 2020.

Tim Penyusun Naskah Komprehensif. Naskah Komprehensif Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Latar Belakang, Proses dan Hasil Pembahasan 1999-2002: Buku IV Kekuasaan Pemerintahan Negara Jilid 2. Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi, 2010.

Skripsi/Tesis/Disertasi

Hakim, Abdul. “Pergeseran Tafsir Konstitusional Mahkamah Konstitusi Keserentakan Pemilu.” Tesis Magister Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 2021.

Peraturan perundang-undangan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-Undang. UU Nomor 1 tahun 2015. LN Tahun 2015 No. 23 TLN No. 5656.

Undang-Undang tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang. UU Nomor 2 Tahun 2015. LN Tahun 2015 No. 24 TLN No. 5657.

Undang-Undang tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-Undang. UU Nomor 10 Tahun 2016. LN Tahun 2016 No. 130 TLN No. 5898.

Undang-Undang tentang Ibu Kota Negara. UU Nomor 3 Tahun 2022. LN Tahun 2022 No. 41 TLN No. 6766.

Putusan Mahkamah Konstitusi

Mahkamah Konstitusi. Putusan No. 85/PUU-XX/2022. Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (pemohon). 2022.

Makalah Pada Seminar, Pidato Ilmiah dan Sebagainya

Amsari, Feri, Fadli Ramadhanil, Agung Dudy Trisna, Sri Afrianis, Ibnu Syamsu Hidayat, Shaleh Al Ghifari, Kafin Muhammad, Putri Anggun Rajti, dan A.M Pramono. “Malpraktik Penyelenggaraan Pilkada 2024 dan Disparitas Putusan Mahkamah Konstitusi,” Laporan Penelitian Yayasan Dewi Keadilan Indonesia & Themis Indonesia. 2025.

Harijanti, Susi Dwi. “Pemilu, Demokrasi, dan Reformasi Hukum.” Pidato disampaikan pada Sidang Senat Penerimaan Mahasiswa Baru 2023/2024 dan Wisuda Sarjana Tahun Akademik 2022/2023. Jakarta, 2023.

Isra, Saldi. “Desentralisasi Asimetris di Indonesia.” Orasi Ilmiah disampaikan pada Rapat Senat Terbuka dalam Rangka Dies Natalis ke-72 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta, 2018.

Internet

Noor, Firman. “Indikator Kualitas Demokrasi Kita.” kompas.id, 2022. Tersedia pada https://www.kompas.id/baca/artikel-opini/2022/03/04/indikator-kualitas-demokrasi-kita. Diakses pada tanggal 28 Mei 2025.

P, C. Wahyu Haryo. “Pemungutan Suara Ulang Pilkada 2024 Digelar di Lima Daerah Hari Ini, Kenapa Bisa Demikian?” kompas.id, 2025. Tersedia pada https://www.kompas.id/artikel/pemungutan-suara-ulang-pilkada-2024-digelar-di-lima-daerah-hari-ini-kenapa-bisa-demikian. Diakses pada tanggal 18 Mei 2025.

Tempo. “MK Rampungkan Sidang Sengketa Pilkada di 40 Daerah, Ini Hasilnya.” tempo.co, 2025. Tersedia pada https://www.tempo.co/politik/mk-rampungkan-sidang-sengketa-pilkada-di-40-daerah-ini-hasilnya-1211660. Diakses pada tanggal 18 Mei 2025.

Form Revisi JHP.doc (79 kB)
Catatan atas perbaikan berdasarkan masukan dari reviewer.

This document is currently not available here.

Share

COinS