DOI
10.21143/jhp.vol56.no.3.3828
Abstract
Financial Services Authority Regulation No. 26 of 2024 concerning the Expansion of Banking Business Activities requires the inclusion of an assignment of receivables clause in credit agreements and, where such a clause is not provided, requires the debtor’s consent before the assignment is carried out. This article analyzes the appropriateness of debtor consent as a protection instrument in the assignment of receivables through cessie. This research employs a doctrinal legal method by analyzing legislation, legal doctrines, and relevant literature. The findings indicate that debtor consent is not an inherent requirement of cessie, while the risks to debtor protection are more closely related to changes in the characteristics of the new creditor, particularly in debt collection practices. Considering that cessie also plays an important role in the management of non-performing loans, this article proposes a reorientation of debtor protection from requiring consent prior to assignment toward post-assignment supervision, particularly over the management and collection of receivables.
Bahasa Abstract
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 26 Tahun 2024 tentang Perluasan Kegiatan Usaha Perbankan mewajibkan pencantuman klausula pengalihan piutang dalam perjanjian kredit dan, apabila klausula tersebut belum tersedia, mensyaratkan persetujuan debitur sebelum pengalihan dilakukan. Tulisan ini menganalisis ketepatan persetujuan debitur sebagai instrumen perlindungan dalam pengalihan piutang melalui cessie. Penelitian ini merupakan penelitian hukum doktrinal dengan menganalisis peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persetujuan debitur bukan merupakan syarat inheren dalam cessie, sedangkan risiko perlindungan debitur lebih berkaitan dengan perubahan karakteristik kreditur, khususnya dalam mekanisme penagihan. Mengingat cessie juga berperan dalam pengelolaan kredit bermasalah, tulisan ini mengusulkan reorientasi perlindungan debitur dari persetujuan sebelum pengalihan menuju pengawasan pasca pengalihan, khususnya terhadap aktivitas pengelolaan dan penagihan piutang.
References
Buku
Asser, C. Pengajian Hukum Perdata Belanda (Handleiding tot de Beoefening van het Nederlands Burgerlijk Recht). Diterjemahkan oleh Sulaiman Binol. Jakarta: Dian Rakyat, 1991.
Fuady, Munir. Hukum tentang Pembiayaan. Cetakan ke-4. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2006.
Fuady, Munir. Hukum Kontrak (Dari Sudut Pandang Hukum Bisnis). Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2007.
Harahap, M. Yahya. Segi-Segi Hukum Perjanjian. cet. II. Bandung: Alumni, 1986.
Subekti. Hukum Perjanjian. cet. 17. Jakarta: Intermasa, 1998.
Suharnoko, Endah Hartati. Doktrin Subrogasi, novasi dan cessie dalam KUHPerdata,Nieuw Nederlands Burgerlijk Wetboek, Code Civil Perancis dan Common Law. Jakarta: Prenada Media, 2005.
Artikel jurnal
Amardi, Laila Dwi Fita, Yuli Kurniawati. “Analisis Cash Recovery Rate Bank atas Penjualan Aset Jaminan melalui Lelang.” Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) 4, no. 2 (2025). DOI 10.31004/riggs.v4i2.680. 1430-1435.
Borio, Claudio, Stijn Claessens, dan Nikola Tarashev. “Entity-based vs Activity-based Regulation: A Framework and Applications to Traditional Financial Firms and Big Techs”. Financial Stability Institute Occasional Paper. Bank for International Settlements. No. 19. (2022). 1-17.
Ginting, Josep May Hardi, et.al. “Determinan Keberhasilan Lelang Hak Tanggungan Pada KPKNL Manado Tahun 2015–2016.” Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Keuangan Daerah, Vol. 19, No. 1, (2017). DOI 10.35794/jpekd.15777.19.1.2017, 1-17.
Kattel, Manisha, Shah, Ajay Kumar. “Bank Attribute Factors in Determining Customers’ Choice of Commercial Banks.” Journal of Business and Social Sciences Research, Vol. 5, No. 1, (2020). DOI 10.3126/jbssr.v5i1.30199. 51-62.
Mahmud, Salwa, et.al. “Efektifitas Pelaksanaan Eksekusi Hak Tanggungan di Pengadilan Negeri dalam Penyelesaian Kredit Bermasalah.” Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia, Vol. 2, No. 3, (2025). DOI: 10.62383/aktivisme.v2i3.1141. 310-323.
Marwanto, S. “Fenomena Penagihan kepada Nasabah yang Menyimpang dari Ketentuan Peraturan Perundang-undangan.” Jurnal Analisis Hukum dan Kebijakan, Vol. 6, No. 4, (2025). 252-263.
Mohamed, Mohamud Ahmed, et.al., “Analysis of the Factors Affecting Bank Selection Decisions in Mogadishu, Somalia.” Journal of Law and Sustainable Development, Vol. 11, No. 8, (2023). DOI 10.55908/sdgs.v11i8.1496.
Parawansah, Khopipah Indar, Yetniwati, dan Raffles. “Peralihan Piutang dan Implikasinya terhadap Hak Tanggungan: Studi Kasus Putusan Nomor 202/PDT/2021/PT DKI.” Jurnal Yuridis, Vol. 12, No. 1, (2025). DOI 10.35586/jyur.v12i1.10931. 62-81.
Putri, Lidya Dwi. “Pengalihan Hak Atas Tagih Piutang Secara Sepihak Yang Menyebabkan Perbuatan Melawan Hukum Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit (Studi Putusan Nomor 50/Pdt.G/2020/PN.Bks).” Indonesian Notary, Vol. 7, No. 1, (2025). DOI 10.21143/notary.vol7.no1.95. 95-111.
Rahmadinata, Yogi. “Pengalihan Piutang Secara Cessie Sebagai Alternatif Penyelesaian Kredit dan Akibat Hukumnya Terhadap Jaminan Hutang Debitur”. Jurnal Recital Review, Vol. 4, No. 1. (2022). DOI 10.22437/rr.v4i1.15273.
Tenritata, Agung La, Anita Afriana, Nun Harrieti. “Kepastian Hukum Terkait Pengalihan Piutang (Cessie) Dalam Praktik Kredit Pemilikan Rumah Ditinjau Dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata”. Jurnal Poros Hukum Padjajaran, Vol. 3, No. 2. (2022). DOI 10.23920/jphp.v3i2.765.
TESIS
Al Khikami, Farda Tamama. Perlindungan Hukum Pengalihan Piutang Kepada Pihak Ketiga (Cessie) Terhadap Jaminan Utang Debitur, Tesis Magister Hukum. Fakultas Hukum. Universitas Islam Sultan Agung. Semarang. 2024.
Puteri Nataliasari. Pengalihan Piutang Secara Cessie dan Akibatnya terhadap Jaminan Hak Tanggungan dan Jaminan Fidusia. Tesis Magister Hukum. Fakultas Hukum. Universitas Indonesia, Depok, 2010.
Nursyie, Ihsanuddin. Urgensi Persetujuan Debitur dalam Pengalihan Piutang oleh Bank: Tinjauan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 26 Tahun 2024 tentang Perluasan Kegiatan Usaha Perbankan. Tesis Magister Hukum. Fakultas Hukum. Universitas Indonesia, Depok, 2026.
Internet
Admin Komunikasi Otoritas Jasa Keuangan, “Frequently Asking Question (FAQ), tersedia pada https://ojk.go.id/id/regulasi/documents/forms/allitems.aspx?rootfolder=/id/regulasi/documents/pages/pojk-26-tahun-2024-perluasan-kegiatan-usaha-perbankan&folderctid=0x0120003e63403bb522d44e9bc044fe4edae6fb&view=%7B055758e1-4bfb-47f9-ab66-2350f91f8fda%7D diakses pada tanggal 8 Juni 2026.
Australian Securities and Investments Commission, & Australian Competition and Consumer Commission. (2021). Debt collection guideline: For collectors and creditors (Regulatory Guide 96). https://download.asic.gov.au/media/hw4nf11g/rg96-published-13-april- 2021.pdf. diakses pada tanggal 9 Juni 2026
Financial Conduct Authority, Consumer Credit Sourcebook (CONC), khususnya CONC 7.3.1G, CONC 7.3.2G, CONC 7.4.2R, dan CONC 7.5.1G, tersedia pada https://handbook.fca.org.uk/handbook/conc7, diakses pada tanggal 13 Juli 2026.
Peraturan perundang-undangan
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan, UU No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, LN.2011/No. 111, TLN No. 5253.
Undang-Undang No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, LN.2023/No. 4, TLN No. 6845.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan. POJK 22 Tahun 2023.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Tentang Perluasan Kegiatan Usaha Perbankan, POJK No. 26 Tahun 2024.
PUTUSAN PENGADILAN
Mahkamah Agung. Putusan Kasasi, No. 48 K/PDT/2000, PT Bank Umum Majapahit Jaya Pusat Jakarta cq. PT Bank Umum Majapahit Jaya Cabang Surabaya melawan PT Lippo Bank Pusat Jakarta, (2000).
Recommended Citation
Nursyie, Ihsanuddin
(2026)
"Haruskan Debitur Mengatakan "YA"? Menyoal Persetujuan Debitur dalam Pengalihan Piutang oleh Bank,"
Jurnal Hukum & Pembangunan: Vol. 56:
No.
3, Article 3.
DOI: 10.21143/jhp.vol56.no.3.3828
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/jhp/vol56/iss3/3
Tabel Revisi JHP
Included in
Administrative Law Commons, Agriculture Law Commons, Air and Space Law Commons, Antitrust and Trade Regulation Commons, Business Organizations Law Commons, Civil Law Commons, Comparative and Foreign Law Commons, Conflict of Laws Commons, Constitutional Law Commons, Courts Commons, Criminal Law Commons, Criminal Procedure Commons, Election Law Commons, Energy and Utilities Law Commons, Human Rights Law Commons, International Trade Law Commons, Internet Law Commons, Legal Education Commons, Natural Resources Law Commons, Rule of Law Commons