•  
  •  
 

Abstract

This study examines khanduri blang, a traditional farming ritual practiced by the community of Lamteungoh Village in Ingin Jaya District, Aceh Besar Regency. I argue that the continuing significance of khanduri blang lies in the relationship between its spiritual meanings and the communal practices through which agricultural activities are coordinated. The research draws on interviews with two village officials and seven community members, alongside observations on farming activities in Lamteungoh Village. The findings describe a sequence of ritual and agricultural activities, including communal deliberation, seed preparation, livestock slaughter, prayers, and communal meals. Khanduri blang begins with the community’s deliberation to determine the time of the ritual. Following this is khanduri babah jurong where community members plant seeds and slaughter a rooster. Then, they soak rice seeds for 2 to 3 days, sow them, and leave them for 5 to 10 days before planting those seedlings in another field. When the rice begins to bear fruit, farmers hold a khanduri blang by slaughtering a cow at the meunasah. The community collects the cow’s blood with coconut shells and mixes it with soil in a large bucket. They pour the mixture into the rice fields, with the hope that the rice will be free of pests. Therefore, khanduri blang demonstrates human–nature relations that are mediated through ritual, while connecting spiritual meanings with communal cooperation and the coordination of agricultural activities.

Abstrak

Studi ini membahas khanduri blang, sebuah tradisi pertanian yang dijalankan oleh masyarakat Desa Lamteungoh di Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Penulis berpendapat bahwa arti penting khanduri blang yang terus bertahan terletak pada hubungan antara makna spiritualnya dan praktik bersama yang mengoordinasikan kegiatan pertanian. Penelitian ini didasarkan pada wawancara dengan dua perangkat desa dan tujuh anggota masyarakat, serta observasi terhadap aktivitas pertanian di Desa Lamteungoh. Khanduri blang diawali dengan musyawarah warga untuk menentukan waktu pelaksanaan ritual. Tahap berikutnya adalah khanduri babah jurong, di mana warga menanam benih dan menyembelih seekor ayam jantan. Selanjutnya, mereka merendam benih padi selama dua hingga tiga hari, menyemainya, dan membiarkannya selama 5 hingga 10 hari sebelum memindahkan bibit tersebut ke lahan tanam. Saat padi mulai berbuah, para petani mengadakan khanduri blang dengan menyembelih seekor sapi di meunasah. Warga menampung darah sapi menggunakan tempurung kelapa dan mencampurnya dengan tanah di dalam sebuah ember besar. Campuran darah sapi tersebut kemudian dituangkan ke sawah dengan harapan tanaman padi akan terhindar dari serangan hama. Dengan demikian, khanduri blang mencerminkan hubungan antara manusia dan alam yang dimediasi melalui ritual, sekaligus menghubungkan makna spiritual dengan kerja sama warga dan koordinasi kegiatan pertanian.

References

Abadi, I. Soebijantoro. 2016. Upacara Adat Ruwatan Bumi di Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo Kota Madiun (Latar Sejarah, Nilai-Nilai Filosofis, dan Potensinya Sebagai. Jurnal Agastya, 6(1). https://doi.org/10.25273/ajsp.v6i01.883

Affandy, S. 2017. Penanaman Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Meningkatkan Perilaku Keberagamaan Peserta Didik. Belajar Mengajar Agama Islam, 1-16. https://doi.org/10.15575/ath.v2i2.3391

Aksal, A. 2017. Unsur Teologis Dalam Tradisi Khanduri Blang Di Desa Ruak, Kecamatan Kluet Utara. Jurnal Ar-Raniry, 42-76. https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/631

Alwasilah, Chaedar. 2009. Etnopedagogik Landasan Praktek Pendidikan dan Pendidikan Guru. Bandung: PT Kiblat Utama.

Arifin, M. Manan, A. 2018. Tradisi Budaya Khanduri Blang di Desa Reubee Aceh, Indonesia. Jurnal Ilmiah Peuradeun: Jurnal Multidisiplin Internasional, 6 (3), 427-446. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v6i3.243

Azim, A. 2021. Tradisi Khanduri Simpang Desa Pisang Labuhanhaji Tengah. Skripsi. UIN Ar-Raniry. https:// repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/24599.

Azhima, F. F. Priyatna, A. Muhtadin, T. 2020. Mitos Dan Representasi Dewi Sri Dalam Ritual Sinoman Upacara Adat Mapag Sri Di Desa Slangit Kabupaten Cirebon: Kajian Semiotika. Metahumaniora, 10(2), 217-229. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v10i2.25733

Budi, S., & Wardah, E. 2021. Peran Lembaga Adat “Keujruen Blang” Pada Usaha Tani Padi Sawah Di Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh, 1-8. https://doi.org/10.29103/ag.v6i1.4995

Digdoyo, Eko. 2015. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Bandung: Ghalia Indonesia

Ernawi, Imam. 2010. Harmonisasi Kearifan Lokal dalam Regulasi Penataan Ruang Makalah Pada Seminar Nasional “Urban Culture, Urban Future: Harmonisasi Penataan Ruang dan Budaya Untuk Mengoptimalkan Potensi Kota”. Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementrian Pekerjaan Umum.

Gadeng, A. N. 2017. Nilai Kearifan Lokal Smong Dalam Mitigasi Bencana Tsunami Di Kabupaten Simeulue Provinsi Aceh. Tesis. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Grube, Joel W., Daniel M. Mayton. Sandra. Ball-Rokeach. 1994. Inducing Change in Values, Attitudes, and Behaviors: Belief System Theory and the Method of Value Self-Confrontation. Journal of Social Issues, 50:153-174. https://doi.org/10.1111/j.1540-4560.1994.tb01202.x

Ikhsan, Muljono, P., Sadono, D. 2018. Persepsi Petani tentang Kompetensi Keujruen Blang di Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh. Jurnal Penyuluhan, 14(2). https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v14i2.19207

Jamalie, Zulfa. 2022. Manuskrip Keagamaan dan Kajian Islam Lokal (Tinjauan Sejarah). Banjarmasin: Antasari Pers.

Keraf, S. A. 2002. Etika Lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Kluckhohn, Florence R., and Fred L. Strodtbeck. 1961 Variations in Value Orientations. Westport, Conn.: Greenwood Press.

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Maulidar, A. 2023. Nilai-Nilai Religius Yang Terkandung Dalam Pelaksanaan Tradisi Khanduri Blang Di Gampong Lhok Pang. JIM Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, 8(1). https://doi.org/10.58230/5ry11185

Mahdayeni, Alhaddad, M. R., & Saleh, A. S. 2019. Manusia dan Kebudayaan Manusia Dan Sejarah Kebudayaan , Manusia Dalam Keanekaragaman Budaya Dan Peradaban , Manusia Dan Sumber Penghidupan). Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 154. https://doi.org/10.30603/tjmpi.v7i2.1125.

Maifianti, K., Sarwoprasodjo, S., & Susanto, D. 2014. Komunikasi Ritual Kanuri Blang sebagai Bentuk Kebersamaan Masyarakat Tani Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 12(2). https://doi.org/10.46937/1220148653

Maryani, Enok, dan Yani, Ahmad. 2015. Kearifan Lokal Masyarakat Sunda dalam Memitigasi Bencana dan Aplikasinya Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Berbasis Nilai. Skripsi. Universitas Pendidikan Indonesia.

Maimunsyah, Attas, S. G., & Anoegrajekti, N. 2021. Integrasi Budaya Lokal Dengan Islam Dalam Ritual Khanduri Blang Di Kecamatan Lhoknga Aceh Besar. Jurnal UNJ, 1. https:// journal.unj.ac.id/unj/index.php/prosiding_fbs/article/vi ew/24736.

Masruroh, N., Rahman, A., & Hermawan, Y. 2021. Eksistensi sedekah bumi di era modern: Desa wisata Plesungan Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karangnyar. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 5 (2), 268-283. https://doi.org/10.22219/satwika.v5i2.17209.

Mugni, A. 2018. Ritual Khanduri Blang: Agama dan Adat. Jurnal Al-Ijtimaiyyah, 2. https://doi.org/10.22373/alijtimaiyyah.v4i1.4777.

Mustafa, A. 2025. Analisis Nilai Gotong Royong Pada Kegiatan Khanduri Blang Di Gampong Meunasah Meucat, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara. Skripsi. Lhokseumawe: Universitas Malikussaleh.

Njatrijani, R. 2018. Kearifan Lokal Dalam Perspektif Budaya Kota Semarang. Gema Keadilan Edisi Jurnal, 17-19. https://doi.org/10.14710/gk.2018.3580.

Nurazizah, Riza , F. Desky , FA. 2023. Proses Islamisasi Dalam Ritual Khanduri Blang Di Gampong Dayah Leubue Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya. Semar: Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat, 1(2). https://doi.org/10.59966/ semar.v1i02.443

Rahman, A., Wasino, Suyahmo, & T. Arsal. 2022. Kearifan lokal dan Penguatan Integrasi Sosial dalam Masyarakat Multietnis Pascakonflik Aceh. Jurnal Ilmu Sosial Kasetsart, 43 (3) 575–582. https://doi.org/10.34044/j.kjss.2022.43.3.06

Rizkia, B. D. 2021. Hukum Islam Terhadap Kebudayaan Khanduri. Jurnal Hukum Islam Dan Ekonomi Syari'ah, 119. https://doi.org/10.55380/tasyri.v4i2.413.

Rizki, Prasetio. 2022. Doa Dana Dalam Tradisi Leluhur Masyarakat Desa Tanah Putih, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Rosidi, Ajip. 2011. Kearifan Lokal dalam Perspektif Budaya Sunda. Bandung: Kublat Buku Utama.

Rukaiyah, Anismar, & Nasution , A. A. 2021. Pemaknaan Simbolik Pada Prosesi Khanduri Blang: Studi Kasus Di Gampong Ulee Gle Pidie Jaya. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia, 29. https://doi.org/10.22373/jsai.v2i1.1180.

Sanusi, Achmad. 2015. Sistem Nilai: Alternatif Wajah-wajah pendidikan. Bandung: Nuansa Cendekia.

Sari, N. 2018. Makna Khanduri Blang dalam Perspektif Masyarakat Ingin Jaya Aceh Besar. Skripsi. Banda Aceh: Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Sari, A. 2023. Nilai-Nilai Teologis Pada Ritual Khanduri Blang Di Makam Tgk Geundring Gampong Puuk Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Banda Aceh: Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Sairin, S. 2013. Pengantar Antropologi Budaya. Yogyakarta: Andi.

Sartini. 2004. Menggali Kearifan Lokal Nusantara: Sebuah Kajian Filsafat. Jurnal Filsafat. 37(2):111-120. https://doi.org/10.22146/jf.33910

Setiadi, M. E. Kolip, U. 2015. Pengantar Sosiologi (Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial: Teori, Aplikasi dan Pemecahannya). Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Sulasman dan Gumilar, Setia. 2013. Teori-teori Kebudayaan. Dari Teori Hingga Aplikasi. Bandung: Pustaka Setia

Suparlan, P. 2015. Menuju Masyarakat Madani: Peran Ilmu Sosial dalam Membangun Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suparmin, S. Lubis, A. 2025. Khanduri Blang di Aceh: Konstruksi Hukum Islam dengan Qawa'id Pendekatan Fiqiyyah. Samarah : Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 9( 1). https://doi.org/ 10.22373/sjhk.v 9i1.25044

Suyami. 2005. Kearifan Lokal di Lingkungan Masyarakat Nelayan Jepara Jawa Tengah. Yogyakarta: Kementrian Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Inventarisasi dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya.

Smith, Peter B. Schwartz, Shalom. 1997. Values. In J.W.Berry, M. H. Segall, and C. Kagitcibasi, eds., Handbook of Cross-Cultural Psychology, vol. 3. Boston: Allyn and Bacon.

Share

COinS