•  
  •  
 

Abstract

Stroke is a disease affecting of brain that causes suddenly neurological dysfunction. Stroke can cause damage to brain tissue and clinically in a relatively long period of time and is the most common cause of physical disability such as decreased in the balance. This study aims to determine how much of an increase balance in patients with post stroke after being given Bobath training and Feldenkrais training. This study was an experimental with pretest-posttest group design conducted at Sasana Husada Stroke service and Karmel Stroke Service, in March-April 2015. This study used 14 subject of post stroke patients randomly divided into two groups. Group 1 was given Bobathtraining and group 2 was given Feldenkrais training. Both groups were given training 3 times a week for total 8 weeks. The balance test measured by Brunel Balance Assessment (BBA) instrument. The results showed that in group I there was an increasing balance of 4.71 ± 1.11 to 9.57 ± 1.72, while in group II was also an increase in balance of 4,71 ± 0,95 to 5.57 ± 0.98. Based on statistical tests, there is a significan increase of balance in group I and II after training. And training in group I was better than group II in improvement of balance among post stroke patient (p < 0.05). It can be conclusion that the training Bobath method is better thanFeldenkrais method to increase the balance of post stroke patients.

Bahasa Abstract

Stroke adalah penyakit yang menyerang otak yang menyebabkan disfungsi neurologis secara tiba-tiba. Stroke dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak dan secara klinis dalam jangka waktu yang relatif lama dan merupakan penyebab paling umum kecacatan fisik seperti penurunan keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar peningkatan keseimbangan pada penderita post stroke setelah diberi pelatihan Bobath dan pelatihan Feldenkrais. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan kelompok pretest-posttest yang dilakukan pada layanan Stroke Sasana Husada dan Pelayanan Stroke Karmel, pada bulan Maret-April 2015. Penelitian ini menggunakan 14 subjek pasien pasca stroke secara acak dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 diberi Bobathtraining dan kelompok 2 diberi pelatihan Feldenkrais. Kedua kelompok diberi pelatihan 3 kali seminggu untuk total 8 minggu. Uji keseimbangan diukur dengan instrumen Brunel Balance Assessment (BBA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok I terdapat peningkatan keseimbangan 4,71 ± 1,11 sampai 9,57 ± 1,72, sedangkan pada kelompok II juga terjadi peningkatan saldo 4,71 ± 0,95 menjadi 5,57 ± 0,98. Berdasarkan uji statistik, ada peningkatan keseimbangan yang signifikan pada kelompok I dan II setelah pelatihan. Dan latihan pada kelompok I lebih baik daripada kelompok II dalam perbaikan keseimbangan antara pasien pasca stroke (p <0,05). Dapat disimpulkan bahwa metode latihan Bobath lebih baik daripada metode amandemen untuk meningkatkan keseimbangan pasien pasca stroke.

Share

COinS