•  
  •  
 

Abstract

Herniated nucleus pulposus (HNP) is a situation where the annulus fibrosus along nucleus pulposus protruding into the spinal canal. HNP patients often complain of back pain radiating to the lower limbs, especially when bending activity. Rehabilitation programs do to help reduce the pain. The aim of this research knew which treatment was more effective among William's Flexion compared to Core Stability in reducing pain for HNP patients. This study used a double-blind experimental design with an alpha value of 5%. The study was conducted at the Clinic “X”. Sample was 18 patients with medical diagnoses HNP undergoing therapy from September to December 2013, taken with randomization techniques. Pain was measured using the Visual Analoque Scale (VAS). The results of the t-test analysis showed that Core stability (mean=4.56, SD=1.130) was more effective than William's flexion [mean = 2.78, SD = 0.972; t(16) = - 3.578, p = 0.003] in reducing pain for HNP patients. The results of One-Way ANOVA showed that there was no significant difference in pain reduction produced by William's flexion frequency of treatment [F(2, 6)=1.857, p=0.236]. In contrast, there were significant differences in pain reduction produced by Core stability frequency treatment [F(1, 6)=12.333, p=0.007].

Bahasa Abstract

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) merupakan suatu keadaan dimana annulus fibrosus beserta nukleus pulposusnya menonjol ke dalam kanalis spinalis. Penderita HNP sering mengeluh sakit punggung menjalar ke tungkai bawah terutama saat aktivitas membungkuk. Program rehabilitasi dilakukan untuk membantu mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya treatment yang lebih efektif antara William’s Flexion dibandingkan Core Stability dalam menurunkan rasa nyeri pada pasien dengan kasus HNP. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental double blind dengan nilai alpha 5%. Penelitian dilakukan di Klinik “X”. Sampel penelitian berjumlah 18 orang pasien dengan diagnosa medis HNP yang menjalani program terapi dari bulan September sampai dengan Desember 2013, diambil dengan tehnik randomisasi. Nyeri diukur dengan menggunakan Visual Analoque Scale (VAS). Hasil analisis dengan uji t menunjukkan bahwa Core stability (mean=4,56, SD=1,130) lebih efektif dibandingkan dengan William’s flexion [mean=2,78, SD=0,972; t(16)=-3,578, p=0,003] dalam menurunkan nyeri pasien HNP. Hasil penelitian dengan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan secara signifikan dalam penurunan nyeri yang dihasilkan oleh frekuensi treatment William’s flexion [F(2, 6)=1,857, p=0,236]. Sebaliknya, terdapat perbedaan secara signifikan dalam penurunan nyeri yang dihasilkan oleh frekuensi treatment Core stability [F(1, 6)=12,333, p=0,007].

Share

COinS