•  
  •  
 

Abstract

The designation of Borobudur as a World Cultural Heritage by UNESCO in 1991 has introduced Borobudur Temple and its surroundings to the world and sparked the growth of mass tourism for decades. This article tries to discuss about tWorld Cultural Heritage area, mass tourism and conservation do not always go hand in hand. This study explores the tourism and conservation policies taken by the central and local government of Indonesia in managing the Borobudur area and looks at how these policies affect the development of the Borobudur area. The research method used is library research and policy analysis. It was found that policies that were oriented too biased in favor of its use tend to reduce the conservation function, visitor management management that continues to preserve the site. Theoretically, this research contributes to the model of policy management and development in heritage conservation areas. And practically, this research can be used as a policy reference for the government in managing and reducing conflict and friction between sectors.

Bahasa Abstract

Penetapan Borobudur sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991 telah mengenalkan Candi Borobudur dan kawasan sekitarnya kepada dunia serta memicu pertumbuhan pariwisata massal selama berpuluh tahun. Artikel ini mencoba untuk membahas bagaimana pada kawasan Warisan Budaya Dunia yang renta, pariwisata massal dan konservasi tidak selalu berjalan beriringan. Penelitian ini mengeksplorasi kebijakan-kebijakan kepariwisataan dan konservasi yang diambil oleh Pemerintah Indonesia baik pusat maupun daerah dalam mengelola Kawasan Borobudur serta melihat bagaimana kebijakan tersebut mempengaruhi perkembangan kawasan Borobudur. Metode Penelitian yang diambil adalah riset Pustaka dan Analisa kebijakan. Ditemukan bahwa kebijakan-kebijakan yang berorientasi terlalu condong berpihak pada pemanfaatan pariwisata cenderung membuat fungsi konservasi menjadi berkurang, manajemen pengelolaan pengunjung yang masih kurang turut mengancam pelestarian situs. Secara teoritis, penelitian ini kontribusi terhadap model pengelolaan kebijakan serta pengembangan di Kawasan konservasi pusaka. Dan secara praktis, penelitian ini dapat dijadikan acuan kebijakan bagi pemerintah dalam mengelola serta mengurangi konflik serta gesekan antar sektor.

Share

COinS