Abstract
Introduction. Heart failure is one of the major challenges in global health due to its significant contribution to morbidity and mortality. One of the pathophysiological aspects is autonomic nervous system dysfunction which can be monitored through heart rate variability (HRV) parameters. Ivabradine is a pharmacological agent that potentially improves the balance of sympathetic and parasympathetic tone. This study was designed to evaluate the impact of ivabradine administration on HRV parameters in heart failure with reduced ejection fraction (≤40%) due to coronary heart disease in Indonesian population.
Methods. This study used a quasi-experimental research type with a pretest and posttest method without control which was conducted at Dr. Kariadi Hospital from October 2024 to February 2025. Sixteen patients diagnosed with heart failure with reduced ejection fraction due to coronary heart disease underwent intervention in the form of ivabradine administration at a fixed dose of 5 mg twice a day for 30 days. Evaluation of HRV was carried out through 24 hours holter recording before and after therapy. The HRV parameters analyzed included SDNN, SDANN, RMSSD, pNN50, and LF/HF ratio. Data processing was carried out using a paired t-test for normal distribution and the Wilcoxon Signed-Rank test for non-normal data. P value <0.05 was considered statistically significant.
Results. A total of 16 subjects participated in this study, consisting of 14 men (87.5%) and 2 women (12.5%), with a mean age of 57 years. There was a significant increase in SDNN of 14.71 (SD 24.15) milliseconds (p = 0.028), SDANN of 56.99 (SD 26.94) milliseconds (p < 0.001), RMSSD of 18.39 (SD 27.05) milliseconds (p = 0.007), and pNN50 of 6.96% (SD 7.87) (p < 0.001), as well as a decrease in the LF/HF ratio of 1.42 (SD 0.85) (p < 0.001) after 30 days of ivabradine therapy.
Conclusions. The administration of ivabradine had a significant effect on improving heart rate variability parameters in both the time and frequency domains in patients with heart failure with reduced ejection fraction due to coronary heart disease. These findings indicate enhanced parasympathetic dominance and reduced sympathetic nervous system activity.
Bahasa Abstract
Pendahuluan. Gagal jantung menjadi salah satu tantangan utama dalam bidang kesehatan global karena kontribusinya yang signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas. Salah satu aspek patofisiologi yang berperan adalah disfungsi sistem saraf otonom yang dapat dimonitor melalui parameter variabilitas denyut jantung (VDJ). Ivabradin merupakan agen farmakologis yang berpotensi memperbaiki keseimbangan sistem syaraf simpatik dan parasimpatik. Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi dampak pemberian ivabradin terhadap parameter VDJ pada pasien gagal jantung dengan fraksi ejeksi rendah (≤40%) yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner pada populasi Indonesia.
Metode. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuasi-eksperimen dengan metode pre-test dan post-test tanpa pembanding (kontrol) yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang selama periode Oktober 2024 hingga Februari 2025. Enam belas pasien yang terdiagnosis gagal jantung dengan penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri akibat penyakit jantung koroner menjalani intervensi berupa pemberian ivabradin dengan dosis tetap 5 mg dua kali sehari selama 30 hari. Evaluasi VDJ dilakukan melalui perekaman holter selama 24 jam sebelum dan sesudah pemberian terapi. Parameter VDJ yang dianalisis mencakup standard deviation of NN intervals (SDNN), standard deviation of the average NN intervals (SDANN), root mean square of successive RR interval differences (RMSSD), percentage of successive RR intervals that differ by more than 50 ms (pNN50), dan rasio low frequency/high frequency (LF/HF). Pengolahan data dilakukan menggunakan uji T berpasangan untuk distribusi normal dan uji Wilcoxon signed-rank untuk data tidak normal. Hasil dianggap bermakna secara statistik apabila nilai p < 0,05.
Hasil. Sebanyak 16 subjek turut serta dalam penelitian ini yang terdiri dari 14 pria (87,5%) dan 2 wanita (12,5%) dengan usia rerata 57 tahun. Terjadi peningkatan SDNN sebesar 14,71 (SB 24,15) milidetik (p=0,028), SDANN sebesar 56,99 (SB 26,94) milidetik (p<0,001), RMSSD sebesar 18,39 (SB 27,05) milidetik (p=0,007), dan pNN50 sebesar 6,96 (SB 7,87) % (p<0,001), serta penurunan LF/HF sebesar 1,42 (SB 0,85) (p<0,001) setelah pemberian ivabradin selama 30 hari.
Kesimpulan. Pemberian ivabradin menunjukkan dampak yang bermakna terhadap perbaikan parameter VDJ pada domain waktu dan frekuensi pada pasien gagal jantung dengan fraksi ejeksi rendah akibat penyakit jantung koroner. Hasil ini mengindikasikan peningkatan dominansi tonus parasimpatis serta penurunan aktivitas sistem saraf simpatis.
Kata Kunci: detak jantung, ivabradin, gagal jantung
Recommended Citation
Kurnia, Handy; Limantoro, Charles; Silitonga, Friska Anggraini Helena; and Setiawan, Andreas Arie
(2025)
"Pengaruh Ivabradin terhadap Variabilitas Detak Jantung pada Gagal Jantung dengan Fraksi Ejeksi Rendah Akibat Penyakit Jantung Koroner,"
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia: Vol. 12:
Iss.
4, Article 7.
DOI: 10.7454/jpdi.v12i4.1771
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/jpdi/vol12/iss4/7
Sebaran Data VDJ Domain Waktu.jpg
Sebaran Data VDJ Domain Frekuensi.jpg (36 kB)
Sebaran Data VDJ Domain Frekuensi.jpg
Form Kesediaan Publikasi.pdf (169 kB)
Form Kesediaan Publikasi.pdf