Abstract
Depression, anxiety, and poor outcomes in cancer are possibly mediated by autonomic dysfunction. Autonomic disfunction found in cancer patients can cause increase in sympathetic tone and decrease in cardiac muscle vagal tone. Heart rate variability (HRV) is a non-invasive index for measuring vagal response and a potential stress response in autonomic dysfunction. In patients with cancer, high vagal tone measured by HRV is significantly correlated with increased overall survival. This evidence-based case report aims to investigate the role of HRV as a prognostic factor in cancer patients. Literature search was done by two authors on five databases: Pubmed, Cochrane Library, EMBASE, ProQuest dan MEDLINE (EbscoHost) in accordance with clinical question. Articles were selected using inclusion and exclusion criteria, then critical review was performed. Quality of the studies was evaluated using the Center of Evidence-Based Medicine, University of Oxford guideline. Two systematic review and four cohort study was included. Increased HRV index is consistently correlated with increased overall survival (OS) in cancer patients. One meta-analysis study found that OS is significantly longer in group with higher HRV (Hazard ratio, HR = 0.70, IK95% 0.60 – 0.82, p < 0.001, I2 = 27%). In conclusion, HRV can be used as a prognostic factor in advanced stage cancer patients. Increased HRV is associated with better OS.
Bahasa Abstract
Hubungan antara depresi, kecemasan dan luaran kanker yang buruk kemungkinan dimediasi oleh disfungsi sistem saraf otonom. Disfungsi otonom sering terjadi pada banyak jenis kanker dan menyebabkan peningkatan simpatis dan penurunan tonus vagal di jantung. Heart rate variability (HRV) adalah indeks non-invasif dari respons saraf vagal dan penanda stres yang potensial serta bermanfaat dalam mengetahui ketidakseimbangan otonom. Pada pasien kanker, aktivitas saraf vagal yang tinggi, yang dinilai menggunakan HRV, secara signifikan memperkirakan kesintasan hidup yang lebih baik. Laporan kasus berbasis bukti ini bertujuan untuk mengkaji peran HRV sebagai faktor prognosis bagi pasien kanker dewasa. Pencarian literatur dilakukan oleh dua penulis pada lima database: Pubmed, Cocrane Library, EMBASE, ProQuest dan MEDLINE (EbscoHost) sesuai dengan pertanyaan klinis. Studi dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dilakukan telaah kritis. Kepustakaan yang dipilih dinilai kualitasnya dengan menggunakan daftar tilik dari Center of Evidence-Based Medicine, University of Oxford. Dua telaah sistematis dan empat studi kohort didapatkan dari pencarian kepustakaan. Index HRV yang tinggi secara konsisten diasosiasikan dengan overall survival (OS) yang lebih baik pada pasien kanker. Satu studi meta-analisis mendapatakan bahwa OS secara signifikan lebih panjang pada kelompok dengan HRV lebih tinggi (Hazard ratio, HR = 0,70; IK95% 0,60 – 0,82; p < 0,001, I2 = 27%). Sebagai kesimpulan, HRV dapat menjadi faktor prognosis untuk pasien kanker pada stadium akhir. Nilai HRV yang lebih tinggi diasosiasikan dengan kesintasan yang lebih baik.
Kata Kunci: heart rate variability, kanker, keganasan, kesintasan, mortalitas
Recommended Citation
Kosasih, Kartika Anastasia; Raniah, Nida; Putranto, Rudi; Rajabto, Wulyo; Shatri, Hamzah; Faisal, Edward; and Poespitasari, Vinandya Irvianita
(2025)
"Pengaruh Heart Rate Variability terhadap Kesintasan Pasien dengan Kanker: Laporan Kasus Berbasis Bukti,"
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia: Vol. 12:
Iss.
3, Article 6.
DOI: 10.7454/jpdi.v12i3.1503
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/jpdi/vol12/iss3/6