Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Depresi pada Pasien Insomnia Usia Lanjut di Rawat Jalan
Abstract
Introduction. The elderly population is increasing globally, including in Indonesia, where 10.7% of the population in 2020 were elderly. Insomnia is a common health issue among older adults and has been identified as a predictor of depression. This study aims to identify factors associated with depressive symptoms in elderly outpatients with insomnia.
Methods. This cross-sectional study was conducted in 2024 on patients aged ≥60 years at the outpatient unit of Cipto Mangunkusumo Hospital (RSCM), Jakarta, Indonesia, using consecutive sampling to select participants. Elderly patients were screened using the Pittsburgh sleep quality index (PSQI), and those with a score >5 (indicating insomnia) were included as study subjects. Data were collected through interviews, covering sociodemographic characteristics, level of loneliness, duration of insomnia, depressive symptoms [Geriatric Depression Scale–15 (GDS-15) items], functional status [Barthel Activities of Daily Living (B-ADL)], cognitive status [Mini-Mental State Examination (MMSE)], nutritional status [Mini Nutritional Assessment (MNA)], and chronic diseases [Cumulative Illness Rating Scale for Geriatrics (CIRSG) score].
Results. The study included 209 elderly subjects with insomnia, with a mean age of 72.88 (SD 6.98) years, and a depression prevalence of 6.7%. Bivariate analysis showed significant associations between dependency (PR 5.24; 95% CI 1.50 – 18.29), malnutrition (PR 11.54; 95% CI 4.77 – 27.92), and chronic disease with a CIRSG score ≥9 (PR 4.15; 95% CI 1.18 – 14.50) and depressive symptoms in elderly patients with insomnia. No significant associations were found between sociodemographic factors, loneliness, duration of insomnia, or cognitive status and depression. Multivariate logistic regression analysis revealed a statistically significant association between malnutrition and depressive symptoms (p < 0.001).
Conclusions. There is a significant association between malnutrition and depressive symptoms in elderly outpatients with insomnia. Further cohort studies are recommended to explore the causal relationship between malnutrition and depression in elderly patients with insomnia.
Bahasa Abstract
Pendahuluan. Populasi lansia terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia, di mana 10,7% penduduk pada 2020 adalah lansia. Insomnia merupakan keluhan umum pada lansia dan diketahui dapat menjadi prediktor depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala depresi pada lansia dengan insomnia di unit rawat jalan.
Metode. Penelitian potong lintang ini dilakukan pada tahun 2024 terhadap pasien usia ≥60 tahun di unit rawat jalan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Indonesia, dengan metode pemilihan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Pasien lansia diskrining menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan mereka yang memiliki skor >5 (menunjukkan adanya insomnia) dijadikan sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, mencakup karakteristik sosiodemografi, tingkat kesendirian, durasi insomnia, gejala depresi [Geriatric Depression Scale–15 (GDS-15) item), status fungsional [Barthel Activities of Daily Living (B-ADL)], status kognitif [Mini-Mental State Examination (MMSE)], status nutrisi [Mini Nutritional Assessment (MNA)], dan penyakit kronik [skor Cumulative Illness Rating Scale for Geriatrics (CIRSG)].
Hasil. Subjek penelitian sebanyak 209 lansia yang mengalami insomnia dengan rerata usia 72,88 (SB 6.98) tahun dan proporsi depresi sebanyak 6,7%. Dari uji bivariat didapatkan hubungan signifikan antara ketergantungan (PR 5,24; IK 95% 1,50 – 18,29), malnutrisi (PR 11,54; IK 95% 4,77 – 27,92), dan penyakit kronik dengan skor CIRSG ≥9 (PR 4,15; IK 95% 1,18 – 14,50) dengan gejala depresi pada lansia yang insomnia. Tidak terdapat hubungan antara sosiodemografi, kesendirian, durasi insomnia, dan status kognitif dengan depresi. Dari analisis multivariat dengan regresi logistik, didapatkan hubungan bermakna secara statistik antara malnutrisi dengan gejala depresi (p <0,001).
Kesimpulan. Terdapat hubungan bermakna antara malnutrisi dengan gejala depresi pada pasien insomnia usia lanjut di rawat jalan. Studi lanjutan dengan desain kohort untuk menganalisis lebih lanjut mengenai malnutrisi mengakibatkan depresi pada pasien usia lanjut dengan insomnia dapat dilakukan.
Kata Kunci: depresi, insomnia, malnutrisi, usia lanjut
Recommended Citation
Pratiwi, Amalia Nur; Wahyudi, Edy Rizal; Kusumaningrum, Profitasari; Shatri, Hamzah; Rinaldi, Ikhwan; Gani, Rino Alvani; Wijaya, Ika Prasetya; Susilo, Adityo; and Renaldi, Kaka
(2025)
"Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Depresi pada Pasien Insomnia Usia Lanjut di Rawat Jalan,"
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia: Vol. 12:
Iss.
3, Article 5.
DOI: 10.7454/jpdi.v12i3.1741
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/jpdi/vol12/iss3/5
Included in
Internal Medicine Commons, Mental Disorders Commons, Psychiatric and Mental Health Commons