•  
  •  
 

Abstract

Introduction. Invasive fungal infection (IFI) is increasingly common in patients at risk, especially those with impaired immune response. In Indonesia, there is currently a low prevalence of IFI which may be influenced by challenges in diagnosis. This study aimed to determine the prevalence and clinical characteristics of IFI patients in Dr. Hasan Sadikin Hospital in Bandung, Indonesia.

Methods. This cross-sectional study was conducted at Dr. Hasan Sadikin Hospital. Data were collected using medical records of IFI patients diagnosed between 2020 and 2022 which were selected using total sampling method. Demographic data, clinical symptoms, radiological appearance, and laboratory results were recorded.

Results. The prevalence of IFI in Dr. Hasan Sadikin Hospital between 2020 and 2022 was 0,04% (40 per 100,000 patients). The most common cause of invasive fungal infection was Cryptococcus spp. and Candida spp. Fever and loss of consciousness were the two most common signs and symptoms found in this study. HIV/AIDS was present in 51,4% of cases. The diagnostic test was mostly done with cryptococcal antigen (CrAg) examination. Lung involvement was common, appearing as consolidation, infiltration, and ground glass opacity in the lungs. The mortality rate of IFI patients was 51,4%.

Conclusions. The prevalence of IFI in Dr. Hasan Sadikin Hospital was quite low, with HIV/AIDS as the most common risk factor. However, there was a high mortality rate found this study is high. Thus, timely diagnosis and antifungal treatment induction should be considered to improve the outcome of invasive fungal infection patients.

Bahasa Abstract

Pendahuluan. Infeksi jamur invasif merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Prevalensi penyakit ini di Indonesia masih sangat terbatas yang mungkin dapat dipengaruhi oleh tantangan dalam diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian dan karakteristik klinis pasien infeksi jamur invasif yang dirawat di RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung, Indonesia.

Metode. Penelitian deskriptif yang dilakukan menggunakan metode potong lintang dengan cara pengambilan sampel seluruhnya (total sampling). Data diperoleh dari rekam medis pasien yang pernah terdiagnosis infeksi jamur invasif di RSUP Dr. Hasan Sadikin pada tahun 2020 – 2022. Data yang dikumpulkan terdiri atas data demografis, data klinis berupa gejala, gambaran radiologi, dan hasil pemeriksaan mikrobiologi.

Hasil. Dari hasil penelitian didapatkan prevalensi infeksi jamur invasif di RSUP Hasan Sadikin pada tahun 2020-2022 adalah 0,04% (40 per 100.000 pasien). Penyebab infeksi jamur invasif terbanyak adalah Cryptococcus spp. dan Candida spp. Tanda dan gejala klinis yang paling sering muncul adalah demam dan penurunan kesadaran. Sebanyak 51,4% dari total subjek merupakan pasien penderita HIV/AIDS. Pemeriksaan penunjang tersering yang dilakukan adalah pemeriksaan cryptococcal antigen (CrAg). Gambaran radiologi berupa konsolidasi, infiltrat, dan ground galss opacity banyak ditemukan pada pasien dengan keterlibatan paru. Angka kematian pasien akibat infeksi jamur invasif di RSUP Hasan Sadikin adalah 51,4%.

Kesimpulan. Prevalensi penyakit jamur invasif di RSUP Dr. Hasan Sadikin cukup rendah dan paling sering terjadi pada pasien HIV/AIDS. Berbanding terbalik dengan prevalensi, angka kematian dari infeksi jamur invasif cukup tinggi. Penegakkan diagnosis dini secara definitif serta pemberian obat antijamur yang tepat penting dilakukan untuk memperbaiki luaran pasien infeksi jamur invasif.

Kata Kunci: Infeksi jamur invasif, penyakit jamur invasif

Share

COinS
 
 

To view the content in your browser, please download Adobe Reader or, alternately,
you may Download the file to your hard drive.

NOTE: The latest versions of Adobe Reader do not support viewing PDF files within Firefox on Mac OS and if you are using a modern (Intel) Mac, there is no official plugin for viewing PDF files within the browser window.