Abstract
Kepala keluarga bertanggungjawab secara ekonomi memenuhi kebutuhan hidup anggota keluarga yang meliputi kebutuhan sandang, pangan dan papan. Seorang kepala keluarga yang mengalami gangguan jiwa selepas dari pemasungan perlu menyesuaikan diri terhadap fungsi sosial yang meliputi kemampuan untuk bekerja dan terlibat dalam hubungan sosial. Tujuan penelitian adalah ini untuk mendeskripsikan pengalaman kepala keluarga paska pasung dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Pendekatan fenomenologi diterapkan untuk mengekplorasi pengalaman kepala keluarga. Sejumlah enam orang berpartisipasi dalam penelitian ini yang dipilih melalui metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kemudian dianalisis dengan metode Colaizzi. Tiga tema dihasilkan dalam penelitian ini yaitu harga diri rendah sebagai respons perubahan peran paska pasung, penurunan kapasitas diri sebagai hambatan pemenuhan kebutuhan finansial keluarga, dan pemanfaatan dukungan sosial dan spiritual dalam pengembalian kepercayaan diri. Pasung berdampak pada penurunan kemampuan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menjalankan peran sebagai kepala keluarga. Pemulihan kepercayaan diri dan peningkatan kualitas hidup ODGJ pasca pasung sebagai kepala keluarga dapat diperoleh dengan adanya penciptaan lapangan kerja serta dukungan dan penerimaan ODGJ di masyarakat.
Bahasa Abstract
Kepala keluarga bertanggungjawab secara ekonomi memenuhi kebutuhan hidup anggota keluarga yang meliputi kebutuhan sandang, pangan dan papan. Seorang kepala keluarga yang mengalami gangguan jiwa selepasdari pemasunganperlu menyesuaikan diri terhadap fungsi sosial yang meliputi kemampuan untuk bekerja dan terlibat dalam hubungan sosial. Tujuan penelitian adalah ini untuk mendeskripsikan pengalaman kepala keluarga paska pasung dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Pendekatan fenomenologi diterapkanuntuk mengekplorasi pengalaman kepala keluarga. Sejumlah enam orang berpartisipasi dalam penelitian ini yang dipilih melaluimetode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kemudian dianalisis dengan metode Colaizzi. Tiga tema dihasilkan dalam penelitian ini yaitu harga diri rendah sebagai respons perubahan peran paska pasung, penurunan kapasitas diri sebagai hambatan pemenuhan kebutuhan finansial keluarga, dan pemanfaatan dukungan sosial dan spiritual dalam pengembalian kepercayaan diri. Pasung berdampak pada penurunan kemampuan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)menjalankan peran sebagai kepala keluarga. Pemulihan kepercayaan diri dan peningkatan kualitas hidup ODGJ pasca pasung sebagai kepala keluargadapat diperoleh dengan adanyapenciptaan lapangan kerjaserta dukungan danpenerimaan ODGJ di masyarakat.
References
Afiyanti, Y., & Rachmawati, I.N. (2014). Metodologi penelitian kualitatif dalam riset keperawatan. Jakarta: PT Raja Grafido Persada.
Boardman, J., Grove, B., Perkins, R., & Shepherd, G. (2003). Work and employment for people with psychiatric disabilities. British Journal of Psychiatry, 182 (6), 467–468. doi: 10.1192/bjp.182.6.467.
Connell, J., Braizer, O’Cathain, A., Lloyd-Joner., M & Paisley, S. (2012). Quality of life of people with mental health problems: a synthesis of qualitative research. Health and Quality of Life Outcomes, 138 (10), 1–16. doi: 10.1186/1477-7525-10-138.
Creswell, J.H. (2013). Qualitative inquiry & research design. 3rd edition. Thousand Oaks: Sage Publication.
Daulima, N.H.C. (2015) In a perspective of mentally ill patient’s families. Paper presented at The 5th International Nursing Conference, September 16–18, 2015. Jakarta: Universitas Indonesia.
Farré, L., Fazani, F., & Mueller, H. (2018). Feeling useless: The effect of unemployment on mental health in the Great Recession. IZA
Journal of Labor Economics, 7 (8), 1–23. https://doi.org/10.1186/s40172-018-0068-5.
Fitriani, L. (2015). Pemasungan terhadap orang dengan masalah kejiwaan dan gangguan jiwa bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Jurnal RechtsVinding Online. Retrieved from: https://rechtsvinding.bphn.go.id/jurnal_online/pemasungan%20terhadap%20orang%20dengan%20masalah%20kejiwaan.pdf.
Guan, L., Liu, J., Wu, X.M., Chen, D., Wang, X., Ma, N., & Good, M.J. (2015). Unlocking patients with mental disorders who were in restraints at home: A national follow-up study of China’s new public mental health initiatives. PloS One, 10 (4), e0121425. http://doi.org/10.1371/journal.pone.0121425.
Henderson, M., Harvey, S.B., Overland, S., Mykletun, A., & Hotopf, M. (2011). Work and common psychiatric disorders. Journal of the Royal Society of Medicine, 104 (5), 198–207. doi: 10.1258/jrsm.2011.100231.
Hensing, G., Bertilsson, M., Ahlborg, G., Waern, M., & Vaez, M. (2013). Self-assessed mental health problems and work capacity as determinants of return to work: A prospective general population-based study of individuals with all-cause sickness absence. BMC Psychiatry, 13(259), 1–12. http://doi.org/10.1186/1471-244X-13-259.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Riset kesehatan dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Perlakuan bermartabat bantu pulihkan gangguan jiwa. Retrieved from http://www.depkes.go.id/article/view/15101900005/perlakuan-bermartabatbantu-pulihkan-gangguan-kejiwaan.html.
Kumar, S., & Mohanty, S. (2016). Factors associated with self-esteem in patients with chronic schizophrenia. SIS Journal of Projective Psychology and Mental Health, 23 (1), 56–60.
Lestari, P., Choiriyyah, Z., & Mathafi (2014). Kecenderungan atau sikap keluarga penderita Gangguan jiwa terhadap tindakan pasung (studi kasus di rsj amino gondho hutomo semarang). Jurnal Keperawatan Jiwa, 2 (1), 14–23.
Luciano, A., & Meara, E. (2014). Employment status of people with mental illness: national survey data from 2009 and 2010. Psychiatric services (Washington, D.C.), 65 (10), 1201–1209. doi:10.1176/appi.ps.201300335.
Mental Health First Aid Australia. (2015). Helping someone with mental health problems and financial difficulties: guidelines for financial counsellors. Melbourne: Mental Health First Aid Australia.
Minas, H., & Diatri, H. (2008). Pasung: Physical restraint and confinement of the mentally ill in the community. International Journal of Mental, 2 (1), 8. doi: 10.1186/1752-4458-2-8.
Modini, M., Tan, L., Brinchmann, B., Wang, M., Killackey, E., Glozier, N., Mykletun, A., & Harvey, S.B. (2016). Supported employment for people with severe mental illness: Systematic review and meta-analysis of the international evidence. The British Journal of Psychiatry, 209 (1), 14–22. doi: 10.1192/bjp.bp.115.165092.
Polit, D.F., & Beck, C.T. (2016). Nursing research generating and assessing evidence for nursing practice. 10th Ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Puteh, I., Marthoenis, M., & Minas, H. (2011). Aceh free pasung: Releasing the mentally ill from physical restraint. International Journal of Mental Health Systems, 5 (10), 1–5. doi: 10.1186/1752-4458-5-10.
Putri, D.P.K., & Lestari, S. (2015). Pembagian peran dalam rumah tangga Pada pasangan suami istri jawa. Jurnal Penelitian Humaniora, 16 (1), 72–85.
Santosh, S., Roy, D., & Kundu, P.S. (2013).
Psychopathology, cognitive function, and social functioning of patients with schizophrenia. East Asian Achieves of Psychiatry, 23 (2), 65–70.
Sareen, J., Afifi, T.O., McMillan, K.A., & Asmundson, G.J. (2011). Relationship between household income and mental disorders findings from a population-based longitudinal study. Arch Gen Psychiatry, 68(4), 419–427.
Saputri, E.Y. (2016). Peran wanita sebagai kepala keluarga dalam melaksanakan fungsi keluarga di kelurahan sungai merdeka kecamatan samboja. eJournal Sosiatri-Sosiologi, 4 (2), 212–226.
Surahmiyati, S., Yoga, B.H., & Hasanbasri, M. (2017). Dukungan sosial untuk orang dengan gangguan jiwa di daerah miskin: studi di sebuah wilayah puskesmas di Gunungkidul. BKM, 33 (8), 403–410.
Tyas, T.H. (2008). Pasung family experience of dealing with “the deviant“ in Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Amsterdam: University of Amsterdam. Retrieved from http://www.scriptiesonline.uba.uva.nl/document/516283.
Wardani, I.Y., & Dewi, F.A. (2018). Kualitas hidup pasien skizofrenia dipersepsikan melalui stigma diri. Jurnal Keperawatan Indonesia, 21 (1), 17–26. doi: 10.7454/jki.v21i1.485.
World Health Organization. (2000). Mental health and work: Impact, issues and good practices. Geneva: Department of Mental Health and Substance Dependence (MSD), WHO. Retrieved from https://www.who.int/mental_health/media/en/712.pdf.
Yusuf, A.H., Tristiana, R.D., & Purwo, I. (2017). Fenomena pasung dan dukungan keluarga terhadap pasien gangguan jiwa pasca pasung. Padjajaran Nursing Journal, 5(3), 302–314.
Recommended Citation
Daulima, Novy Helena Catharina; Rasmawati, Rasmawati; and Wardani, Ice Yulia
(2019)
"Penurunan Kemampuan Kepala Keluarga dalam Memenuhi Kebutuhan Ekonomi Keluarga: Studi Fenomenologi Pengalaman Orang dengan Gangguan Jiwa Paska Pasung,"
Jurnal Keperawatan Indonesia: Vol. 22:
No.
2, Article 7.
DOI: 10.7454/jki.v22i2.873
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/jki/vol22/iss2/7
