Abstract
In the current manuscript, we describe how forensic psychology evolved in Indonesia in research and practice settings and how psychologists work as expert witnesses in legal cases. We performed a literature search using SINTA (the portal of Indonesian accredited journals) to retrieve publications on "Forensic Psychology," "Legal Psychology," or "Law Psychology" to search for papers in Indonesian journals. We also explored relevant publications about forensic psychology in Indonesia in international journals using the Web of Science (WoS) database, which showed findings concerning the lack of publication. Additionally, a literature search using WoS resulted compared with other areas of psychology in Indonesia, forensic psychology research is lagging. Additionally, we conducted semi-structured interviews with five APSIFOR members, asking about their experiences as psychological expert witnesses in Indonesia, the policies governing their work, their challenges, and recommendations for improving their work. Lastly, we illustrate two significant cases that call for serious attention to the development of forensic psychology in Indonesia. We conclude by providing several recommendations for improving Indonesian psychological expert witness work, emphasizing the importance of clear guidelines and standards, establishing a forensic psychology education program, conducting additional research, and increasing the competence of psychological expert witnesses.
Keywords: Forensic psychology, legal psychology, psychological expert witness, legal context, Indonesia
References
Aditya, D. P., & Minza, W. M. (2021). Relasi Sosial pada Mantan Pengguna Narkoba yang Diasingkan. Jurnal Psikologi Forensik Indonesia, 1(1), 32–44. https://doi.org/https://doi.org/10.71088/jpfi.v1i1.2
Agustina, R. (2022). Systematic review : kekerasan seksual terhadap anak : bagaimana peran ahli forensik? . Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences (IJLFS), 12(2), 99–106. https://doi.org/https://doi.org/10.24843/ijlfs.2022.v12.i02.p06
Almira, N. S., & Marheni, A. (2021). Analisis Fenomenologis Interpretatif tentang Definisi Bullying dan Harga Diri bagi Korban Bullying. Jurnal Psikologi Integratif, 9(2), 209–224. https://doi.org/https://doi.org/10.14421/jpsi.v9i2.2211
Amindoni, A. (2021, September 28). G30s: cerita penyintas 1965 yang “diasingkan” di kamp khusus tapol perempuan plantungan, ironi “hidup di alam bebas tapi terkungkung kawat berduri.” BBC. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-58381288
Anggriawan, F. (2015, January 19). Jangan sembarangan tunjuk saksi ahli kasus JIS. Okezone. https://megapolitan.okezone.com/read/2015/01/19/338/1094222/jangan-sembarangan-tunjuk-saksi-ahli-kasus-jis
APSIFOR. (n.d.). Sejarah. Retrieved https://apsifor.or.id/
Arini, D. P. (2021). Dinamika Psikologis Pelaku Pedofilia Berdasarkan Perspektif Psikologi Perkembangan. Jurnal Psikologi Forensik Indonesia, 1(1), 27–31. https://doi.org/https://doi.org/10.71088/jpfi.v1i1.1
Avezahra, M. H., & Koentjoro, K. (2022). Perspective of Justice among Advocates of Rape Victims. Jurnal Psikologi, 49(2), 123. https://doi.org/10.22146/jpsi.69451
Basbeth, F., Kristanto, E., & Satriyo, R. (2008). Tindak Pidana Kesusilaan Pada Retardasi Mental : Kasus yang belum terjangkau oleh hukum (Laporan Kasus). Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences, 1(1), 13–16.
Calado, B. (2022). Revictimisation and false memory formation [Doctoral Dissertation, Maastricht University]. https://doi.org/10.26481/dis.20220520bc
Chandra, B. (2016, July 14). Kasus Mirna: Jessica Tersangka & 8 Tingkah yang Mencurigakan. Tempo. https://www.tempo.co/hukum/kasus-mirna-jessica-tersangka-8-tingkah-yang-mencurigakan-nbsp--1387127
Fathiyah, A. (2021, June 9). Peran psikologi forensik dalam kasus pengadilan mati ryan jombang. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/amirafathiyah9421/60c0881f8ede484be6178da2/peran-psikologi-forensik-dalam-kasus-pengadilan-mati-ryan-jombang?page=2&page
Handayani, P. K., Ulva, N. S., & Maulida, E. F. J. (2019). Kontribusi Cultural Values Terhadap Kecenderungan Residivisme Pada Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas Iia Jember. Insight : Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 15(2), 313. https://doi.org/10.32528/ins.v15i2.2835
Hartati, S. (1996). Sketsa Terdakwa Dalam Penegakan Hukum Pidana - Suatu Tinjauan Psikologis. Buletin Psikologi, 4(2), 55–71.
Hawley, S. , & Smith, S. (2016). Calls for case into child sexual abuse scandal at prestigious Jakarta school to be reopened. ABC Net. https://www.abc.net.au/news/2016-06-21/jakarta-school-sex-abuse-scandal-calls-for-reopening/7517466
HIMPSI. (2010). Kode etik psikologi Indonesia. Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia.
Humaira, B. D., Rohmah, N., Rifanda, N., Novitasari, K., Diena H, U., & Nuqul, F. L. (2015). Kekerasan Seksual Padaanak: Telaah Relasi Pelaku Korban Dan Kerentanan Pada Anak. Psikoislamika : Jurnal Psikologi Dan Psikologi Islam, 12(2), 5. https://doi.org/10.18860/psi.v12i2.6398
Hutajulu, P., & Aritonang, R. (2021, April 15). Saksi Ahli atau Ahli Bersaksi dalam Perkara Pidana? Hukum Online. https://www.hukumonline.com/berita/a/saksi-ahli-atau-ahli-bersaksi-dalam-perkara-pidana-lt6077bdbc3f394/
KAR. (2016). Aparat dinilai paksakan pemidanaan dalam kasus JIS. Hukum Online. https://www.hukumonline.com/berita/a/aparat-dinilai-paksakan-pemidanaan-dalam-kasus-jis-lt570e392f853af
Lowis, I. (2020). Dinamika Psikologis Pelaku Kejahatan Pembunuhan Berencana di Lapas Klas 1 Surabaya Porong. Insight: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 16(2), 363–372. https://doi.org/https://doi.org/10.32528/ins.v16i2.2113
Masykur, A. M., & Subandi, S. (2018). Perjalanan Menuju Puncak Agresi: Studi Fenomenologi-Forensik Pada Remaja Pelaku Pembunuhan. Jurnal Psikologi, 17(1), 31–43. https://doi.org/10.14710/jp.17.1.31-43
Meliala, A. (2008). Kontribusi psikologi dalam dunia peradilan: dimana dan mau kemana. Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences (IJLFS), 1(1), 56–59. https://doi.org/https://doi.org/10.24843/10.24843/IJLFS.2008.v01.i01.p11
Mukhabibah, W., & Abidin, Z. (2022). A New World Behind Bars: The Experience of Dealing with Stressors on Correctional Officer. Psikostudia : Jurnal Psikologi, 11(1), 22. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v11i1.6840
Neal, T. M. S., & Grisso, T. (2014). Assessment Practices and Expert Judgment Methods in Forensic Psychology and Psychiatry. Criminal Justice and Behavior, 41(12), 1406–1421. https://doi.org/10.1177/0093854814548449
Nugraha, M. F. (2022). The Development and Validation of Jihad Academic Scale (JAS). JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi Dan Pendidikan Indonesia), 11(2), 182–195. https://doi.org/10.15408/jp3i.v11i2.23372
Paddock, R. C. (2019). Indonesia frees canadian accused of using magical powers to abuse children. The New York Times. https://www.nytimes.com/2019/07/12/world/asia/bantleman-canada-teacher-indonesia-abuse-clemency.html
Permata, E., Priyatama, A. N., & Satwika, P. A. (2020). Etos Kerja Pada Anggota Kepolisian Ditinjau dari Persepsi Dukungan Organisasi dan Dukungan Sosial Keluarga. INSAN Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 5(1), 61–70. https://doi.org/10.20473/jpkm.V5I12020.61-70
Pratiwi, S. R., & Martiarini, N. (2020). Bagaimana Mereka Mengubahku? Interpretative Phenomenological Analysis Tentang Rekonstruksi Identitas Pada Muslimah Bercadar. INTUISI JURNAL PSIKOLOGI ILMIAH, 12(1), 27–47. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/intuisi.v12i1.18326
Putra, I. D. G. U., & Hartanti. (2020). Dinamika Psikologis yang Mendorong Seseorang Melakukan Pembunuhan: Studi Kasus Pada Narapida dengan Kasus Pembunuhan Berencana di Lembaga PemasyarakatanX. Insight: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 16(1), 98–108. https://doi.org/DOI:10.32528/ins.v%vi%i.2093
Putri, A. K., & Kusristanti, C. (2021). Locus of Control pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Wilayah DKI Jakarta. Jurnal Psikologi Forensik Indonesia, 1(1), 98–108. https://doi.org/https://doi.org/10.71088/jpfi.v1i1.6
Qadar, N. (2016). Silang pendapat ahli psikologi di sidang jessica wongso. Liputan 6. https://www.liputan6.com/news/read/2605935/silang-pendapat-ahli-psikologi-di-sidang-jessica-wongso
Rahayu, Y. P. (2008). Peran psikologi dalam investigasi kasus tindak pidana. Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences (IJLFS), 1, 26–31.
Republik Indonesia. (1981). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). In Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76. Sekretariat Negara.
Sabatian, D. A. (2014). Tinjauan yuridis, kriminologis dan empiris kasus pencurian mayat di purbalingga dan cilacap. Jurnal Jurisprudence, 4(1), 45–51. https://doi.org/https://doi.org/10.23917/jurisprudence.v4i1.4201
Sinaulan, R. L. (2016). Memahami Perilaku Kekerasan Penyidik Polri terhadap Tersangka pada Tahapan Pra-Adjudikasi (Studi Kajian Ilmu Hukum Normatif Dengan Pendekatan Psikologi Hukum Dalam Sistem Peradilan Pidana). Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(2), 201–212. https://doi.org/10.15575/psy.v3i2.1110
Sopyani, F. M., & Edwina, T. N. (2021). Peranan psikologi forensik dalam hukum di Indonesia. Jurnal Psikologi Forensik Indonesia, 1(1), 46–49. https://doi.org/https://doi.org/10.71088/jpfi.v1i1.5
Sumampouw, N. (2023). Legal psychological studies into child sexual abuse investigation in Indonesia [Doctoral Dissertation, Maastricht University]. https://doi.org/10.26481/dis.20230316ns
Sumampouw, N., Bjørndal, L. D., Magnussen, S., Otgaar, H., & Brennen, T. (2022). Knowledge about eyewitness testimony: a survey of Indonesian police officers and psychologists. Psychology, Crime & Law, 28(8), 763–777. https://doi.org/10.1080/1068316X.2021.1962868
Suputra, I. K. D., Rahayu, Y. P., & Dianovinina, K. (2022). Pengaruh Pelatihan Self-Compassion Terhadap Kontrol Diri Anak yang Berkonflik Dengan Hukum. Psikostudia : Jurnal Psikologi, 11(3), 429–441. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v11i3.8218
Suryana, W. (2019, January 29). Indonesia kekurangan tenaga psikologi forensik. Republika. https://republika.co.id/amp/pm39fc423
Suryani, A. M. (2009). Mengapa Anak Bungkam Atas Pengalaman Kekerasan Seksual? Syndrom Penyesuaian Diri Roland Summit: Implementasi di Indonesia. Buletin Psikologi, 17(1), 39–47.
Suseno, T. (2016). Meninggal setelah ngopi, ini hasil otopsi mirna. Tempo. https://metro.tempo.co/read/734698/meninggal-setelah-ngopi-ini-hasil-otopsi-mirna
Wardhana, F. M., & Margaretha. (2021). Memahami Kehidupan dalam Lingkup Penjara: Pemetaan Faktor Resiliensi Istri Narapidana dan Tahanan di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Surabaya. Jurnal Psikologi Forensik Indonesia, 1(1), 9–19. https://doi.org/https://doi.org/10.71088/jpfi.v1i1.4
Wismanto, Y. B., Paramitha, N. I. D., & Evanjeli, L. A. (2021). Mendalami Aspek Psikologis Remaja Pelaku Kejahatan. Jurnal Psikologi Forensik Indonesia, 1(1), 1–8. https://doi.org/https://doi.org/10.71088/jpfi.v1i1.3
Wulandari, I. (2023). Forensic Science in Criminalistics in Indonesia: Development and Challenges. Unnes Law Journal, 9(1), 221–236. https://doi.org/10.15294/ulj.v9i1.66847
Yohanes, H. R., & Yuliawati, L. (2022). Apakah Orang yang Religius dan Rendah Hati Lebih Toleran Dalam Beragama? Pengaruh Religiusitas dan Intelectual Humility terhadap Religious Tolerance Pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi, 15(2), 284–299. https://doi.org/10.35760/psi.2022.v15i2.6158
Appendix
Recommended Citation
Arbiyah, Nurul; Sumampouw, Nathanael; and Otgaar, Henry
(2026)
"Psychological Expert Witness Work in Indonesia,"
Psychological Research on Urban Society: Vol. 9:
No.
1, Article 7.
DOI: 10.7454/proust.v9i1.1203
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/proust/vol9/iss1/7




