•  
  •  
 

Majalah Ilmu Kefarmasian

Abstract

Gliclazide is a Hypoglycemicdrug, second-generation sulfonylurea used in the treatment of non insulin dependent diabetes mellitus. Gliclazide exhibit poor aqueous solubility, so that their low bioavailability. Objectivesthis study is to develop solid self-emulsifying (SE) microparticles of poorly soluble gliclazide to dissolution enchancement. These microparticles were prepared by spray drying method, using three surfactant (acripol, tween 80 and sodium lauryl sulphate) with various concentration. SE microparticles characterized in terms of morphology (SEM), particle size distribution (PSA), x-ray diffraction (XRD), thermal analysis (DSC), functional group analysis (FTIR), solubility test, and dissolution test. The all gliclazide SE microparticlesexhibited particle size smaller than pure gliclazide. The dissolution rate of gliclazide SE microparticles at one hour was increased about 2 to 3 times than gliclazide.

Bahasa Abstract

Gliklazid merupakan obat hipoglikemik generasi kedua golongan sulfonilurea yang digunakan untuk mengobati diabetes melitus tipe 2.Gliklazid menunjukkankelarutan dalam air yang buruk sehingga ketersediaan hayatinya rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan mikropartikel gliklazid self-emulsifying (SE) untuk meningkatkan laju disolusi.Mikropartikel gliklazid SE dibuatdengan metode semprot kering menggunakan tiga surfaktan (acripol, tween 80 dan sodium lauril sulfat)dengan berbagai konsentrasi. Mikropartikel SE dikarakterisasi meliputi morfologi (SEM), distribusi ukuran partikel (PSA), difraksi sinar-X (XRD), analisis termal (DSC), analisis gugus fungsi (FTIR), uji kelarutan, dan uji disolusi.Semua mikropartikel gliklazid self-emulsifying menunjukkan ukuran partikel yang lebih kecil daripada gliklazid murni. Laju disolusi mikropartikel gliklazid self-emulsifying selama 1 jam mengalami peningkatan 2-3 kali daripada gliklazid murni. Kata Kunci: disolusi, gliklazid, mikropartikel, solid self-emulsifying

Share

COinS