Abstract
The development of financial technology in Indonesia has brought various innovations in payment systems, one of which is the Buy Now, Pay Later (BNPL ) service offered by Shopee through the Shopee PayLater feature. This service allows consumers to purchase goods online with deferred payment. However, this mechanism raises questions about its compatibility with sharia principles, considering Indonesia has the world's largest Muslim population. This research aims to analyze the Shopee PayLater mechanism and assess its compliance with Islamic economic principles, particularly regarding the prohibition of riba , gharar, and maysir. The method used is qualitative research with a descriptive-analytical approach, where data is collected through literature studies and document analysis related to Shopee PayLater's terms and conditions. The research findings indicate that the Shopee PayLater mechanism contains several elements that potentially contradict sharia principles, especially regarding late payment penalties that can be categorized as riba . Nevertheless, there are some aspects that align with murabahah principles if modified according to sharia provisions. This research is expected to provide input for fintech industry players to develop BNPL services that are more compliant with sharia principles
References
Antonio, M. S. (2001). Bank syariah: Dari teori ke praktik. Gema Insani Press.
Arner, D. W., Barberis, J., & Buckley, R. P. (2016). The evolution of FinTech: A new post-crisis paradigm? Georgetown Journal of International Law, 47(4), 1271–1319.
Ayub, M. (2007). Understanding Islamic finance. John Wiley & Sons. Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik e-commerce Indonesia 2024.
BPS. https://www.bps.go.id Bank Indonesia. (2023). Perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Bank Indonesia. https://www.bi.go.id Dewan Syariah Nasional -
Majelis Ulama Indonesia. (2018). Fatwa DSN-MUI No. 117/DSN-MUI/II/2018 tentang layanan pembiayaan berbasis teknologi informasi berdasarkan prinsip syariah. https://www.dsnmui.or.id
Hassan, M. K., & Aliyu, S. (2018). A contemporary survey of Islamic banking literature. Journal of Financial Stability, 34, 12–43. https://doi.org/10.1016/j.jfs.2017.11.006
Hidayat, S. E., & Abduh, M. (2021). Sharia compliance in peer-to-peer lending platforms: Indonesian case. Journal of Islamic Monetary Economics and Finance, 7(2), 337–356. https://doi.org/10.21098/jimf.v7i2.1347 Hifz al-Aql: Kejelasan Akad dan Informasi dalam BNPL. (n.d.).
Iqbal, Z., & Mirakhor, A. (2011). An introduction to Islamic finance: Theory and practice (2, Ed.). John Wiley & Sons. https://doi.org/10.1002/9781118390474 Kahf,
M. (1999). Islamic banks at the threshold of the third millennium. Thunderbird International Business Review, 41(4–5), 445–460. https://doi.org/10.1002/tie.4270410409 Karim, A. A. (2010).
Bank Islam: Analisis fiqih dan keuangan: Vol. Karim, A. A. Bank Islam: Analisis Fiqih Dan Keuangan. Edited by 4. Raja Grafindo Persada, 2010. (4, Ed.).
Raja Grafindo Persada. Mention, A. L. (2019). The future of fintech. Research-Technology Management, 62(4), 59–63. https://doi.org/10.1080/08956308.2019.1613123 Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Statistik fintech lending periode 2024.
OJK. https://www.ojk.go.id Ozili, P. K. (2018). Impact of digital finance on financial inclusion and stability. Borsa Istanbul Review, 18(4), 329–340. https://doi.org/10.1016/j.bir.2017.12.003
Rabbani, M. R., Khan, S., & Thalassinos, E. I. (2020). FinTech, blockchain and Islamic finance: An extensive literature review. International Journal of Economics and Business Administration, 8(2), 65–86. https://doi.org/10.35808/ijeba/423
Rozalinda. (2016). Fikih ekonomi syariah: Prinsip dan implementasinya pada sektor keuangan syariah.
Rajawali Pers. Rusydiana, A. S., & Firmansyah, I. (2018). Prioritas pengembangan financial technology syariah di Indonesia: Pendekatan analytic network process. Al-Muzara’ah, 6(2), 117–128. https://doi.org/10.29244/jam.6.2.117-128
Sabiq, S. (2008). Fiqh sunnah. Pena Pundi Aksara.
Shopee Indonesia. (2024). Syarat dan ketentuan Shopee PayLater. https://help.shopee.co.id/portal/4
Bahasa Abstract
Perkembangan teknologi finansial di Indonesia membawa berbagai inovasi dalam sistem pembayaran, salah satunya adalah layanan Buy Now, Pay Later (BNPL ) yang ditawarkan oleh Shopee melalui fitur Shopee PayLater. Layanan ini memungkinkan konsumen untuk melakukan pembelian barang secara online dengan pembayaran yang dapat ditunda. Namun, mekanisme ini menimbulkan pertanyaan tentang kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah, mengingat Indonesia memiliki populasi muslim terbesar di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme Shopee PayLater dan menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam, khususnya terkait larangan riba , gharar, dan maysir. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, di mana data dikumpulkan melalui studi literatur dan analisis dokumen terkait syarat dan ketentuan Shopee PayLater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme Shopee PayLater mengandung beberapa elemen yang berpotensi bertentangan dengan prinsip syariah, terutama dalam hal pengenaan denda keterlambatan yang dapat dikategorikan sebagai riba . Meskipun demikian, ada beberapa aspek yang sejalan dengan prinsip murabahah apabila dimodifikasi sesuai ketentuan syariah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pelaku industri fintech untuk mengembangkan layanan BNPL yang lebih sesuai dengan prinsip syariah.
Recommended Citation
Rizkia, Berliana
(2026)
"Analisis Kesesuaian Prinsip Syariah pada Mekanisme Buy Now, Pay Later (Shopee PayLater),"
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia: Vol. 49:
Iss.
1, Article 2.
DOI: 10.7454/jmui.v49i1.1121
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/jmui/vol49/iss1/2
Included in
Advertising and Promotion Management Commons, Business Law, Public Responsibility, and Ethics Commons, E-Commerce Commons, Finance and Financial Management Commons