•  
  •  
 

Abstract

Inequality is one of the recent problems in Indonesia. Difference in Gini ratio in some provinces in the country is due to many factors, one of which is ICT. This study is analyze effect of ICT on Gini ratio in high and low inequality area in 2012–2018. Panel data regression is used as the analysis method. Results showed that in areas with high inequality, percentage of households that own or able to use computers had a positive and significant effect while the percentage of households accessing internet had a negative and significant effect on Gini ratio and in the areas with low inequality, the percentage of households accessing internet had a negative and significant effect on Gini ratio.

Bahasa Abstract

Ketimpangan merupakan salah satu masalah yang terjadi di Indonesia. Terjadinya perbedaan kondisi rasio Gini di beberapa provinsi tidak terlepas dari banyak faktor, salah satunya peran TIK. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh TIK terhadap rasio Gini di daerah ketimpangan tinggi dan rendah tahun 2012–2018. Metode analisis menggunakan regresi data panel. Hasil analisis menunjukkan pada daerah ketimpangan tinggi persentase rumah tangga yang memiliki atau menguasai komputer berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan persentase rumah tangga yang mengakses internet berpengaruh negatif dan signifikan terhadap rasio Gini serta daerah ketimpangan rendah hanya persentase rumah tangga yang mengakses internet berpengaruh negatif dan signifikan terhadap rasio Gini.

References

  1. Aprianoor, P., & Muktiali, M. (2015). Kajian ketimpangan wilayah di Provinsi Jawa Barat. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 4(4), 484-498.
  2. ADB. (2012). Asian development outlook 2012: confronting rising inequality in Asia. Asian Development Bank. Diakses 12 September 2020 dari https://hdl.handle.net/11540/108.
  3. Badriah, L. S. (2019). Ketimpangan distribusi pendapatan kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan serta faktor–faktor yang mempengaruhinya. Sustainable Competitive Advantage (SCA), 9(1), 232-248.
  4. Bank Dunia. (2016). Ketimpangan yang semakin lebar. Diakses 2 Januari 2020 dari https://thedocs.worldbank.org/en/doc/986461460705141518-0070022016/original/ IndonesiasRisingDivideBahasaIndonesia.pdf.
  5. BPS. (2019). Indeks pembangunan teknologi informasi, dan komunikasi. Badan Pusat Statistik.
  6. BPS Provinsi Banten. (2019). Analisis sosial ekonomi Provinsi Banten 2018. Badan Pusat Statistik Provinsi Banten.
  7. Fuady, A. H. (2018). Teknologi digital dan ketimpangan ekonomi di Indonesia. Jurnal Masyarakat Indonesia, 44(1), 75-88. doi: https://doi.org/10.14203/jmi.v44i1.803.
  8. Kedeputian Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas. (2018). Analisis wilayah dengan kemiskinan tinggi. Diakses 8 Januari 2020 dari https://perpustakaan.bappenas.go.id/e-library/file_upload/koleksi/migrasi-data-publikasi/file/Unit_Kerja/ Deputi_Bidang_Kependudukan_dan_Ketenagakerjaan/Direktorat-Penanggulangan-Kemiskinan-dan- Pemberdayaan-Masyarakat/Analisis%20Wilayah% 20dengan%20Kemiskinan%20Tinggi.pdf.
  9. Kharlamova, G., Stavytskyy, A., & Zarotiadis, G. (2018). The impact of technological changes on income inequality: the EU states case study. Journal of International Studies, 11(2), 76-94. doi: 10.14254/2071-8330.2018/11-2/6.
  10. KPPPA & BPS. (2019). Statistik gender tematik 2019: kajian ketimpangan kesempatan anak terhadap pelayanan kebutuhan dasar di Indonesia. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Diakses 8 Januari 2020 dari https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/ b29d1-tematik-kajian-ketimpangan-kesempatan-anak-_ -2019.pdf.
  11. Kuncoro, M., & Murbarani, N. (2016). Regional inequality in Indonesia, 1994-2012. The Business & Management Review, 8(1), 38-52. [4th International Academic Conference in Paris (IACP), 15-16th August 2016, Paris, France].
  12. Lloyd-Ellis, H. (1999). Endogenous technological change and wage inequality. American Economic Review, 89(1), 47-77. doi: 10.1257/aer.89.1.47.
  13. Mnif, S. (2016). Bilateral relationship between technological changes and income inequality in developing countries. Atlantic Review of Economics: Revista Atlántica de Economía, 1(1).
  14. Nasution, R. D. (2016). Pengaruh kesenjangan digital terhadap pembangunan pedesaan (rural development). Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, 20(1), 31-44. doi: http://dx.doi.org/10.33299/jpkop.20.1.525.
  15. Noh, Y. H., & Yoo, K. (2008). Internet, inequality and growth. Journal of Policy Modeling, 30(6), 1005- 1016. doi: https://doi.org/10.1016/j.jpolmod.2007.06.016.
  16. Nurmanaf, A. R. (2005). Peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan dalam hubungannya dengan distribusi antar rumah tangga. SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 5(3).
  17. papua.antaranews.com. (2017, 13 November). Pemprov Papua kaji pemanfaatan teknologi bidang pertanian. Diakses 27 Agustus 2020 dari https://papua.antaranews.com/berita/464098/ pemprov-papua-kaji-pemanfaatan-teknologi-bidangpertanian.
  18. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2016). Kebijakan umum anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2016. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Diakses 5 Januari 2020 dari https: //bappeda.babelprov.go.id/sites/default/files/dokumen/perencanaan/%5BKUA%20Tahun%202016%5D.pdf.
  19. Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo. (2018). Kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi Gorontalo November 2018. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo. Diakses 7 Januari 2020 dari https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/lpp/Pages/Kajian-Ekonomi-dan-Keuangan-Regional-Provinsi- Gorontalo-November-2018.aspx.
  20. Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua. (2017). Kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi Papua Februari 2017. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua. Diakses 7 Januari 2020 dari https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/lpp/Pages/ Kajian-Ekonomi-dan-Keuangan-Regional-Provinsi-Papua- Februari-2017.aspx.
  21. Richmond, K., & Triplett, R. E. (2018). ICT and income inequality: a cross-national perspective. International Review of Applied Economics, 32(2), 195-214. doi: https: //doi.org/10.1080/02692171.2017.1338677.
  22. Sa’diyah, S. H., & Irham, I. (2016). Peran sektor pertanian dalam mengurangi ketimpangan pendapatan di wilayah Papua sebelum dan sesudah otonomi khusus. Agro Ekonomi, 27(1), 1-19. doi: https://doi.org/10.22146/jae.30216.
  23. Santos, M., Sequeira, T. N., & Ferreira-Lopes, A. (2017). Income inequality and technological adoption. Journal of Economic Issues, 51(4), 979-1000. doi: https: //doi.org/10.1080/00213624.2017.1391582.
  24. Saputra, A. T. (2017, 12 Mei). Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi di negeri serumpun sebalai. Diskominfo Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
  25. Setiawan, D. (2018). Dampak perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap budaya. JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal), 4(1), 62-72. doi: https: //doi.org/10.31289/simbollika.v4i1.1474.
  26. surabaya.liputan6.com. (2020, 18 Februari). Penerapan teknologi bakal bantu UMKM di Jawa Timur. Diakses 27 Agustus 2020 dari https://surabaya.liputan6.com/read/4181301/penerapan-teknologi-bakal-bantu-umkm-di-jawa-timur.
  27. Tim Komunikasi Kementerian ESDM. (2018, 27 April). Menuju rasio elektrifikasi 99 persen pada 2019. Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Diakses 13 September 2020 dari https://ebtke.esdm.go.id/post/2018/04/27/1945/menuju.rasio.elektrifikasi.99.persen.pada.2019.
  28. Todaro, M. P. & Smith, S. C. (2003). Pembangunan ekonomi di dunia ketiga (Edisi 8). Erlangga.
  29. Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2009). Economic development (11th Edition). Pearson Education.
  30. Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development (12th Edition). Pearson Education.
  31. Untari, R., Priyarsono, D. S., & Novianti, T. (2019). Impact of information and communication technology (ICT) infrastructure on economic growth and income inequality in Indonesia. International Journal of Scientific Research in Science, Engineering and Technology, 6(1), 109-116. doi: 10.32628/IJSRSET196130.
  32. Wiguna, A. T., & Panennungi, M. (2019). Dampak keterbukaan perdagangan terhadap ketimpangan pendapatan di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 19(1), 49-61. doi: https://doi.org/10.21002/jepi.v19i1.805.
  33. Yusuf, S. (2017, 29 Mei). Atasi kesenjangan, entas kemiskinan. Ngopi bareng Gus Ipul. Diakses 26 Agustus 2020 dari https://surabaya.tribunnews.com/2017/05/29/ atasi-kesenjangan-entas-kemiskinan.

Share

COinS