Abstract
Indonesia hingga kini masih dibayangi oleh risiko Middle Income Trap (MIT), tetapi di balik ancaman tersebut terdapat kapabilitas yang besar bagi Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital dan bonus demografi. Potensi ini dapat direalisasikan melalui upaya pengembangan start-up dan penciptaan kebijakan holistik dalam sektor ekonomi digital yang berpotensi memperkuat ekonomi nasional. Contoh eksplisit dari potensi yang ada terletak pada kekuatan milenial dan Gen-Z sebagai kelompok generasi pengguna mobile technology yang signifikan. Sebagaimana hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemerintahan Joko Widodo dalam pengembangan start-up sebagai salah satu sektor perekonomian bangsa serta menyajikan rekomendasi holistik dalam merumuskan kebijakan luar negeri dan sinergitas antaraktor di dalam negeri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-analitik dengan sumber sekunder berupa indirect observation dan kajian literatur. Pembahasan yang ada akan dianalisis dengan mengangkat teori developmentalisme yang menawarkan gagasan bahwa inovasi dan kolaborasi antaraktor yang ekstensif dapat memungkinkan Indonesia keluar dari ancaman MIT. Sebagai hasilnya, Triple Helix Model (THM) lantas hadir sebagai solusi komprehensif yang menitikberatkan pada sinergitas antara tiga aktor: (1) pemerintah; (2) industri; dan (3) universitas. Model ini bertujuan menciptakan stabilitas iklim industri start-up yang pada muaranya dapat meningkatkan ekonomi nasional dan kolaborasi luar negeri yang intensif sehingga mampu menghindarkan Indonesia dari ancaman MIT secara berkelanjutan.
Recommended Citation
Maulana, Irfan Rafi; Salma, Neihan Kalila; and Surachman, Rayhan Abhista Rabbani
(2024)
"Optimalisasi Pengembangan Start-up dalam Mengatasi Middle-Income Trap Era Jokowi: Analisis Kebijakan Holistik dan Sinergi Multisektor,"
Indonesia Foreign Policy Review: Vol. 11:
Iss.
1, Article 35.
DOI: 10.5281/zenodo.14562302
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/ifpr/vol11/iss1/35