•  
  •  
 

Abstract

This study examines the patterns and mechanisms of cross-border trade and its contribution to social change among economic actors in Entikong Village, a border area between Indonesia and Malaysia. The research aims to identify formal and informal trade patterns, the factors influencing economic activity, and the socioeconomic impacts experienced by local economic actors. A descriptive qualitative approach was employed, with eight informants selected purposively, comprising a village government official, two porters, two parking attendants, one herbal-medicine vendor, one street vendor, and one food-stall operator in the vicinity of the Entikong Border Crossing Post (PLBN). Data were collected through in-depth interviews and field observation conducted in Entikong Village, Entikong Subdistrict, Sanggau Regency, and analyzed using the Miles and Huberman model of data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source triangulation between interview and observation data. The results show that cross-border trade increases household income, drives a shift in livelihoods toward the service sector, and expands cross-border social networks, while limited capital, low digital literacy, and complex permit procedures continue to constrain small traders. The findings highlight the importance of strengthening village-owned enterprises (BUMDes) and formulating more inclusive border-trade policies for local economic actors

Bahasa Abstract

Penelitian ini mengkaji pola dan mekanisme perdagangan lintas batas serta kontribusinya terhadap perubahan sosial pada pelaku ekonomi di Desa Entikong, wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi pola perdagangan formal dan informal, faktor-faktor yang memengaruhi aktivitas ekonomi, serta dampak sosial-ekonomi yang dialami pelaku ekonomi lokal. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan delapan informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas satu aparat pemerintah desa, dua porter, dua tukang parkir, satu pedagang jamu, satu pedagang kaki lima, dan satu pengelola warung makan di sekitar Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan di Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, didukung triangulasi sumber antara data wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdagangan lintas batas meningkatkan pendapatan rumah tangga, mendorong perubahan mata pencaharian ke sektor jasa, dan memperluas jaringan sosial lintas negara, sementara keterbatasan modal, rendahnya literasi digital, dan rumitnya prosedur perizinan masih menjadi kendala bagi pedagang kecil. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan perumusan kebijakan perdagangan perbatasan yang lebih inklusif bagi pelaku ekonomi lokal.

References

Afifah, R. N., Wijayati, H., & Widhiyoga, G. (2023). Pengelolaan Perdagangan Lintas Batas dalam Meningkatkan Perekonomian. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(6), 461–468.

Amani, N. K. (2021, November 30). Biar Ekspor Makin Moncer, Kemendag Bangun Pusat Promosi di Entikong. 1, 2. https://www.liputan6.com/bisnis/read/4724760/biar-ekspor-makin-moncer-kemendag-bangun-pusat-promosi-ekspor-di-entikong?

Anuar, A. R., & Raharjo, S. N. I. (2023). Indonesia-Malaysia Cross-Border Governance During the Covid-19 Pandemic: Challenges and Adaptation in the Integration of the Tebedu-Entikong Border Region. Journal of International Studies, 19(2), 1–23.

Asnanda, D., Aka, K. A., & Damariswara, R. (2022). Research & Learning in Primary Education. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(1), 113–117.

Aula, H., Hernoviyanti, F. R., & Mulki, G. Z. (2019). Perdagangan Lintas Batas Antar Negara Indonesia–Malaysia (Studi Kasus Di Kecamatan Badau–Distrik Lubok Antu). JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan, PWK, Sipil, Dan Tambang, 6(2), 1–9. https://doi.org/https://doi.org/10.26418/jelast.v6i2.34315

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2003). Strategi dan Model Pengembangan Wilayah Perbatasan Kalimantan. 68.

Bangun, B. H. (2021). Socio-Legal Study on Cross-Border Trade Regulations and Patterns At Cross-Border Posts (Plbn) Entikong. Jurnal Komunikasi Hukum, 8(1), 139–160.

Bangun, B. H. (2023). Kebijakan Terhadap Dampak Penutupan PLBN Badau Terhadap Perdagangan Lintas Batas Selama Pandemi Covid-19. Jatiswara, 38(3), 277–290.

Bangun, B. H., Kinanti, F. M., & Darajati, M. R. (2024). Economic Security in Border Areas : The Fulfillment of Community Welfare. Lajil, 6(2), 69–82. https://doi.org/10.25041/lajil.v6i2.3355

BNPP. (2025a). Data Ekspor dan Impor Melalui PLBN Januari 2025. https://doi.org/https://tasbara.bnpp.go.id/expor-impor

BNPP, T. (2025b). Data Badan Nasional Pengelola Perbatasan. Https://Tasbara.Bnpp.Go.Id/. https://tasbara.bnpp.go.id/profil?name=PLBN Entikong

BPS Kalimantan Barat. (2026). Perkembangan Ekspor dan Impor Bulan Desember 2025 Provinsi Kalimantan Barat. https://kalbar.bps.go.id/id/pressrelease/2026/02/02/1450/perkembangan-ekspor-dan-impor-bulan-desember-2025-provinsi-kalimantan-barat.html

BPS, S. B. (2025). Data Jumlah Penduduk di Kecamatan Entikong. Https://Sanggaukab.Bps.Go.Id/. https://sanggaukab.bps.go.id/id/statistics-table/2/ODkjMg==/jumlah-penduduk-kecamatan-entikong-menurut-jenis-kelamin.html

Darmawan, W. B., & Riyadi, S. F. (2024). Malaysia-Indonesia Cross Border Governance Policy in Accelerating Economic Development. Journal of Governance, 9(4). https://doi.org/10.31506/jog.v9i4.29878

Dilla Alfonso, H., & Álvarez Torres, C. (2018). Economía e intercambio desigual en una región transfronteriza: Arica, Chile-Tacna, Perú. Estudios Fronterizos, 19, 1–20. https://doi.org/10.21670/ref.1809009

Djafar, F., Bariyah, N., & Sulistiawati, R. (2024). Abdimas Galuh Development of Creative Economy in Entikong : A Village on the Indonesia-Malaysia Border. Abdimas Galuh, 6(2), 1092–1099.

Elyta, E., & Sahide, A. (2021). Model of Creative Industry Management in Border Areas to Improve Bilateral Cooperation In Indonesia and Malaysia. Cogent Social Sciences, 7(1). https://doi.org/10.1080/23311886.2021.1974670

Finambello, F., & Suprojo, A. (2019). Analisis Pengaruh Pembangunan Pos Lintas Batas Negara Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Sosial Masyarakat Perbatasan. Jurnal Ilmu Sosial Dan Politik, 8(2), 79–87. www.publikasi.unitri.ac.id

Hardani, Andriani, H., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Istiqomah, R. R., Fardani, R. A., Sukmana, D. J., & Auliya, N. H. (2020). Buku Metode Penelitian Kualitatif. In Revista Brasileira de Linguística Aplicada (Vol. 5, Issue 1).

Hasibuan, R. A., & Yunita, A. S. (2024). Tradeborder: Internet of Things Based Application to Improve the Welfare of MSME Actors on the West Kalimantan Border Through Indonesia-Malaysia Trade Relations. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Manajemen, Ekonomi, Keuangan Dan Bisnis, 3(1), 105–116. https://doi.org/https://doi.org/10.55927/snimekb.v3i1.9808

Kristi, O. P., Damayanti, D. C., Si, M., Haqqi, H., & Ip, S. (2018). Border Diplomacy Pemerintah Republik Indonesia Dalam Menangani Penyelundupan Gula Di Entikong. Transformasi Nomor 34 Tahun, I, 1–87.

Lembaran Negara Republik Indonesia. (2019). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Republik Indonesia tentang Perdagangan Perbatasan. 003621, 1–10.

Leni Mardianti, Hasanah, S. E. R. (2022). Perubahan Mata Pencaharian Masyarakat Perbatasan setelah Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Desa Entikong Kecamatan Entikong. Sociologique, 9(2), 415–431. https://jurmafis.untan.ac.id/index.php/sociologique/index

Ligorius, K., Zakso, A., Mirzachaerulsyah, E., Firmansyah, A., & Firmansyah, H. (2024). Dinamika Sosial Ekonomi Masyarakat Buruh Pikul Di Pos Lintas Batas Negara Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau Tahun 1990 – 2000. JIMPS, 417–427.

Lokovettor, A. B. C., Hengki, Putri, J. M., & Anwar, R. N. (2023). Analysis of the border trade agreement (BTA) between Indonesia and Malaysia after renewal. Journal of Law Science, 05(04), 167–172. www.iocscience.org/ejournal/index.php/JLS

Ludwi, W. (2016). Penyelundupan Gula Di Perbatasan Entikong. Jurnal S-1 Sosiologi, 4(September). http://jurmafis.untan.ac.id

Maisondra. (2019). Strategi dan Dampak Pembangunan Kawasan Plbn Entikong Dalam Meningkatkan Perdagangan dan Keamanan Wilayah Indonesia. Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK), IV(2), 62–70. https://doi.org/https://doi.org/10.33701/jipsk.v4i2.761

Muhamad, S. V. (2012). Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan: Permasalahan dan Upaya Penanganannya. Kajian: Menjembatani Teori Dan Persoalan Masyarakat Dalam Perumusan Kebijakan, 17(4), 437–463.

Niko, N. (2019). Terminal Barang Internasional (TBI) dalam Konteks Pembangunan Ekonomi Masyarakat di Perbatasan Entikong, Indonesia-Malaysia Nikodemus Niko. Indonesian Journal of Religion and Society, 01(02), 104–114. https://doi.org/10.36256/ijrs.v1i2.65

Pangastomo, G. M., Umi, Y. L., & Rivta, M. G. . (2023). Entikong-Tebedu, Perlintasan Pertama yang Masih Menjadi Primadona. Https://Www.Kompasiana.Com/, 1. https://www.kompasiana.com/gmpangastomo/6555a3aaee794a2dcd65f6e2/entikong-tebedu-perlintasan-pertama-yang-masih-menjadi-primadona#google_vignette

Pijoh, J. E. S., Massie, C. D., & Anis, H. (2022). Prosedur Hukum PerjanjianInternasional Pada KegiatanPerdagangan Di Kawasan Perbatasan Indonesia. Lex Administratum, 10(1), 168–177.

Primanto, A., & Puspitasari, L. (2023). Collaborative Governance Process in the Indonesia - Malaysia Border Area in North Kalimantan Province. ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities, 3(6), 741–749. https://doi.org/10.35877/soshum2222

Purnama, A. B., & Iswardhana, M. R. (2022). Kalimantan Border Issues and Indonesia ’ s Border Diplomacy towards Malaysia. JURNAL NATAPRAJA : Kajian Ilmu Administrasi Negara, 10(2), 105–124.

Purnamasari, W., Kara, M. H., Sabri, M., & Amiruddin, A. R. (2016). Perkembangan Pembangunan Ekonomi Kawasan Perbatasan Negara Indonesia Malaysia Di Sambas. Jurnal Diskursus Islam, 4, 1–31. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/diskursus_islam/article/view/7364

Pusat Statistik Kabupaten Sanggau, B. (2024). Kecamatan Entikong dalam Angka. In B. K. Sanggau (Ed.), 1 (15th ed.). BPS Kabupaten Sanggau. https://sanggaukab.bps.go.id/id/publication/2024/09/26/a4ec9d086110a10e06b623a3/kecamatan-entikong-dalam-angka-2024.html

Raharjo, S. N. I., & Idris, H. (2025). Reimagining Cross-Border Cooperation From Indonesia-Malaysia Experiences: A Thematic Literature Review. JAS (Journal of ASEAN Studies), 13(1), 117–137. https://doi.org/10.21512/jas.v13i1.12440

Rahim, D. A., Kasikoen, K. M., Supartoyo, Y. H., & Setiawan, S. (2024). Infrastructure Development in Border Areas; Who Benefits? International Journal of Sustainable Development and Planning, 19(7), 2771–2777. https://doi.org/10.18280/ijsdp.190734

Sarjono, F., & Rudiatin, E. (2022). Informal Cross-Border Trade: Malaysia-Indonesia Borders The Conceptualisation From ‘Authority-Defined’ To “Everyday-Defined.” BASKARA : Journal of Business and Entrepreneurship, 5(1), 108–122. https://doi.org/10.54268/baskara.v5i1.14046

Setijowarno, D. (2022). Keberadaan Terminal Barang Internasional di PLBN Entikong. 1, 1. https://titian.id/keberadaan-terminal-barang-internasional-di-plbn-entikong

Sikwan, A. (2023). A Model of Community Empowerment in Increasing Welfare in the Border Area through the District Program. International Journal of Social Science and Human Research, 6(09), 5661–5668. https://doi.org/10.47191/ijsshr/v6-i9-42

Sitakar, B., Andini, A., Anggita, N. D., & Suhairi, S. (2024). Langkah-Langkah Indonesia Dalam Menghadapi Tantangan Global Dalam Bidang Ekonomi. Jurnal Minfo Polgan, 12(2), 2767–2776. https://doi.org/10.33395/jmp.v12i2.13384

Syafri, M., & Amin, A. (2025). Ketergantungan Ekonomi Masyarakat Perbatasan Indonesia Terhadap Produk Malaysia: Kajian Pustaka Atas Faktor Penyebab dan Dampaknya. JEBIMAN: Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen Dan Akuntansi, 3(4), 299–306.

T, Yezhekiel, M., & Ramadhoniy, F. (2024). Implementasi Kerjasama Indonesia dan Malaysia dalam Menanggulangi Transaksi Ilegal Di Perbatasan Kalimantan Barat 2019 – 2024. Kultura, 2(10), 518–541.

Taneo, S., Amtiran, P. Y., Foenay, C. C., & Ndoen, W. M. (2024). Dampak Perdagangan Lintas Batas terhadap Pendapatan Masyarakat Kawasan Perbatasan Indonesia – Timor Leste (Studi Kasus Pada Umkm Di Kawasan PLBN Motaain). Glory, 5(4), 929–937. https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/glory/article/view/15535/7035

Timisela, S. G. (2015). Dampak Perdagangan Lintas Batas Terhadap Perekonomian Masyarakat Lokal (Studi Kasus: Wilayah Perbatasan RI-PNG di Distrik Muara Tami). Jesp, 7(2), 35–50.

Ubba Kodero, C. (2020). Development Without Borders? Informal Cross-Border Trade in Africa BT  - The Palgrave Handbook of African Political Economy (S. O. Oloruntoba & T. Falola (eds.); pp. 1051–1067). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-38922-2_57

Undang-Undang Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan. LN.2014/No. 45, TLN No. 5512, LL SETNEG: 56 HLM, 1–56. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/38584/uu-no-7-tahun-2014

Yudanto, R. (2013). Pola Konsumsi Masyarakat Perbatasan Indonesia-Malaysia (Studi Kasus Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan) [Universitas Borneo Tarakan]. https://repository.ubt.ac.id/flipbook/baca.php?bacaID=5238

Yuniarti, D. (2019). Perdagangan Lintas Batas Jagoi Babang – Serikin Wilayah Perbatasan Indonesia – Malaysia Dalam Perspektif Hukum Internasional. Cross Border , 2(1), 206–220.

Share

COinS