•  
  •  
 

Abstract

Background. The prevalence of anemia among adolescent girls at SMPN 5 Bengkulu City increased from 26.8% (2023) to 32.9% (2024). Low knowledge and unfavourable preventive attitudes are key determinants, while the integration of the Youth Information and Counselling Centre (PIK-R) with the cooperative “Make a Match” card method has rarely been evaluated in a structured manner.

Aim. To analyse the difference in knowledge and attitude scores on anemia prevention among adolescent girls before and after PIK-R empowerment using the “Make a Match” game at SMPN 5 Bengkulu City.

Methods. A quantitative, pre-experimental study with a one group pretest-posttest design. The population comprised 197 seventh-grade female students; 37 respondents were selected by simple random sampling through a lottery, based on Lemeshow’s formula with a 10% drop-out adjustment. The intervention began with the empowerment of 18 PIK-R cadres (17 and 18 February 2025), followed by the selection of 4 peer educators through a post-test (21 February 2025), who then delivered two sessions to respondents: a material briefing (24 February 2025) and the “Make a Match” card game (25 February 2025). The posttest was administered on 7 March 2025, ten days after the final session. Data were analysed using the Wilcoxon signed-rank test together with mean difference and effect size calculation.

Results. Mean knowledge scores increased from 5.65 ± 0.753 to 9.51 ± 0.559 (Δ = 3.86) and mean attitude scores from 24.08 ± 1.115 to 37.97 ± 1.364 (Δ = 13.89). All 37 respondents improved on both variables (37 positive ranks, no negative ranks or ties), with significant differences (Z = −5.303; p < 0.001) and a large effect size (r = 0.87). The greatest improvement occurred in items concerning the causes of excessive iron loss, both for knowledge (40.5% to 97.3%) and attitude (2.7% to 100% answering appropriately).

References

  1. Pratama D. Karakteristik perkembangan remaja. J Edukasimu. 2021;1(3).
  2. Sunarti A. Penyuluhan tentang dampak anemia pada remaja di SMKN 6 Palu. J-MAS J Pengabdi Masy. 2022;1(2):77–84.
  3. Hamidah S, Rizal MS. Edukasi kesehatan reproduksi dan perkembangan remaja di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik Jawa Timur. J Community Engagem Health. 2022;5(2):237–48. doi:10.30994/jceh.v5i2.384
  4. Marita Z, Saferi Wijaya A, Septiyanti S, Rahma A, Susanti N. Penyuluhan kesehatan remaja tentang anemia di SMA Negeri 1 Kota Bengkulu. J Pengabdi Kpd Masy PUSTINGKIA. 2023;2(2):18–24. doi:10.33088/jpustingkia.v2i2.547
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur (WUS). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018.
  6. Ningsih DA, Lestari FA. Hubungan konsumsi tablet Fe dengan kadar Hb pada remaja putri di SMPN 19 Kota Bengkulu. 2020;2.
  7. Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Laporan hasil skrining kesehatan remaja Kota Bengkulu tahun 2023. Bengkulu: Dinas Kesehatan Kota Bengkulu; 2023.
  8. Wiafe MA, Apprey C, Annan RA. Knowledge and practices of dietary iron and anemia among early adolescents in a rural district in Ghana. Food Sci Nutr. 2021;9(6):2915–24. doi:10.1002/fsn3.2249
  9. Firmansyah RS, Fazri AN. Hubungan sikap remaja putri tentang anemia dengan upaya pencegahan anemia di SMKN 1 Cilimus Kabupaten Kuningan tahun 2020. J Nurs Pract Educ. 2022;2(2):109–17. doi:10.34305/jnpe.v2i2.459
  10. Izdihar MS, Noor MS, Istiana I, Juhairina J, Skripsiana NS. Hubungan pengetahuan dan sikap tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia pada remaja puteri di SMAIT Ukhuwah Banjarmasin. Homeostasis. 2022;5(2):333–40. doi:10.20527/ht.v5i2.6278
  11. Nurul Aulia DL, Tan CC. Peran PIK-R dengan perilaku seks pranikah pada remaja. J Kebidanan Malahayati. 2020;6(2):249–54. doi:10.33024/jkm.v6i2.2647
  12. Nursal DGA, Mardatillah M, Pratiwi SD, Rahmadona S. Pemanfaatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) oleh remaja di SMK Kota Padang tahun 2020. IAKMI J Kesehat Masy Indones. 2020;1(3):111–20.
  13. Murni H, Darmayanti, Arneti. Penguatan peran Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) “Miftahul Jannah” dalam persiapan pernikahan kepada remaja. J Salingka Abdimas. 2023;3:272–9.
  14. Tyas YC, Fardani MA, Kironoratri L. Peningkatan aktivitas belajar siswa menggunakan model make a match berbantuan media kartu kata. J Papeda. 2024;6(1).
  15. Dewi, Wesnawa, Kertih. Model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan media peta pikiran, keterampilan sosial dan kompetensi pengetahuan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). J Pendidik IPS Indones. 2021;5(1):21–33. doi:10.23887/pips.v5i1.242
  16. Herminingsih A, Sulisetyawati SD, Solihah M. Pengaruh metode make a match terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS pada remaja Karang Taruna di RW 07 Kelurahan Sragen Tengah. Fac Health Sci. 2021;102:1–10.
  17. Aprilia IKG. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan multimedia untuk meningkatkan hasil belajar PPKn siswa kelas VC SD Widiatmika tahun pelajaran 2020/2021. J Pendidik Dasar Flobamorata. 2021;2(1):118–25. doi:10.51494/jpdf.v2i1.415
  18. Lemeshow S, Hosmer DW, Klar J, Lwanga SK. Besar sampel dalam penelitian kesehatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 1997.
  19. Fitri MA. Pengaruh edukasi permainan Piramia (Pinwheel Draw Anemia) terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia pada remaja putri di SMPN 25 Kota Bengkulu [skripsi]. Bengkulu: Poltekkes Kemenkes Bengkulu; 2024.
  20. Yurisma M, Agestika L, Afrizal SH. Efektifitas peer group education terhadap pengetahuan dan sikap anemia pada remaja putri di pesantren. J Mhs Binawan. 2024;6(2):96–104.
  21. Siswantara P, Soedirham O, Muthmainnah M. Remaja sebagai penggerak utama dalam implementasi program kesehatan remaja. J Manaj Kesehat Indones. 2019;7(1):55–66. doi:10.14710/jmki.7.1.2019.55-66
  22. Bahar H, Masjid R, Ummah HF. Efektivitas edukasi gizi dengan media banner ceria (cegah remaja anemia) terhadap pengetahuan dan sikap dalam upaya pencegahan anemia pada remaja putri. 2024;5:57–61.
  23. Utari AP, Kostania G, Suroso S. Pengaruh pendidikan sebaya (peer education) terhadap sikap dalam pencegahan anemia pada remaja putri di Posyandu Remaja Desa Pandes Klaten. J Kebidanan Kesehat Tradis. 2022;4(1):51–6. doi:10.37341/jkkt.v4i1.102
  24. Anjani AD, Triana B. Sikap remaja dengan pemanfaatan PIK-R pada remaja. J Kebidanan Malahayati. 2021;7(2):340–6. doi:10.33024/jkm.v7i2.4030
  25. Nurafifah D. Pemberdayaan siswa sebagai dokter kecil terhadap pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat anak usia sekolah di SDN Tlogohaji 1 Kabupaten Bojonegoro. Pengabdi Masy. 2020.
  26. Putri RA. Revitalisasi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) terhadap pengetahuan dan sikap siswi putri dalam upaya pencegahan anemia di MTsN 1 Pasaman. 2024.
  27. Anasari W, Studi S, Masyarakat K, Teknologi I. Peran Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) terhadap pemahaman kesehatan reproduksi di SMA Negeri 16 Konawe Selatan. 2025;4(1):69–79.
  28. Daryanti MS, Dwihestie LK. Pemberdayaan remaja putri sadar anemia untuk generasi prima. Community Dev J J Pengabdi Masy. 2023;4(5):9667–71.
  29. Prima G, Panti D, Kabupaten A. Pemberdayaan remaja putri sadar anemia. 2024;6:347–54.
  30. Ernawati E, Sari F, Heldayasari F, Intan Z. Upaya peningkatan pengetahuan dan edukasi tentang anemia. 2025;3(1):42–7.

Bahasa Abstract

Latar Belakang. Prevalensi anemia remaja putri di SMPN 5 Kota Bengkulu meningkat dari 26,8% (2023) menjadi 32,9% (2024). Rendahnya pengetahuan dan sikap preventif merupakan determinan utama, sementara integrasi wadah Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dengan metode pembelajaran kooperatif kartu Make a Match masih jarang dievaluasi secara terstruktur.

Tujuan. Menganalisis perbedaan skor pengetahuan dan sikap pencegahan anemia pada remaja putri sebelum dan sesudah pemberdayaan PIK-R berbasis permainan Make a Match di SMPN 5 Kota Bengkulu.

Metode. Penelitian kuantitatif dengan jenis pra-eksperimental dan rancangan one group pretest-posttest. Populasi 197 siswi kelas VII; 37 responden dipilih dengan simple random sampling secara undian berdasarkan rumus Lemeshow ditambah antisipasi drop out 10%. Intervensi diawali pemberdayaan 18 kader PIK-R (17 dan 18 Februari 2025), dilanjutkan seleksi 4 pendidik sebaya melalui pascates (21 Februari 2025), yang kemudian melaksanakan dua sesi pada responden: pembekalan materi (24 Februari 2025) dan permainan kartu Make a Match (25 Februari 2025). Posttest dilakukan pada 7 Maret 2025, sepuluh hari setelah sesi terakhir. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon signed-rank disertai perhitungan selisih rerata dan effect size.

Hasil. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 5,65 ± 0,753 menjadi 9,51 ± 0,559 (Δ = 3,86) dan rerata skor sikap meningkat dari 24,08 ± 1,115 menjadi 37,97 ± 1,364 (Δ = 13,89). Seluruh 37 responden mengalami peningkatan skor pada kedua variabel (37 peringkat positif, tanpa peringkat negatif maupun ties), dengan perbedaan bermakna (Z = −5,303; p < 0,001) dan effect size r = 0,87 yang tergolong besar. Peningkatan tertinggi terjadi pada butir mengenai penyebab kehilangan zat besi berlebih, baik pada pengetahuan (40,5% menjadi 97,3%) maupun sikap (2,7% menjadi 100% menjawab tepat).

Included in

Education Commons

Share

COinS