•  
  •  
 

Abstract

Background. Sexual violence is a major problem that impacts the physical and psychological health of adolescents. Prevention efforts are needed through health education that is in accordance with the characteristics of adolescents. Animation media is considered effective because it can convey messages audio-visually and attractively.

Purpose. This study aims to assess the influence of Animation-Based Education on adolescents' knowledge and attitudes regarding the prevention of sexual violence.

Method. The study used a one-group pretest–posttest design with 59 student respondents in Cimahi City. The intervention was in the form of an educational animated video on sexual violence prevention of ±5 minutes four times in two weeks. Knowledge of sexual violence prevention was measured using the Child Knowledge of Abuse Questionnaire (CKAQ) and attitudes were measured using the Sexual Violence Attitudes questionnaire from Ambiya. Univariate and bivariate analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test for variable knowledge and the Paired Sample t-test for attitude variable.

Results. The results showed a significant improvement in adolescents' knowledge and attitudes after being given the intervention (p<0.00). The majority of respondents showed improved knowledge and a positive attitude after the intervention.

References

  1. Solehati T, Solahudin A, Juniarti R, Fauziah S, Romadona R, Audina R, et al. Intervensi pencegahan kekerasan seksual pada remaja. [Sexual violence prevention interventions among adolescents]. Holistik: Jurnal Kesehatan. 2023;17(6). doi:10.33024/hjk.v17i6.12630.
  2. Maemunah N, Hastutiningtyas R, Wello MI. Pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video terhadap pengetahuan tentang sex abuse pada anak sekolah di SDN Merjosari 4 Kota Malang. [The effect of health education using video media on knowledge of sexual abuse among school children]. Journal of Nursing Care & Biomolecular. 2023;8(1).
  3. Badan Pusat Statistik. Jumlah penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin. [Population by age group and sex]. 2023 [cited 2025 Sep 25]. Available from: https://www.bps.go.id/assets/statisticstable/
  4. Ramadhani SR, Nurwati RN. Dampak traumatis remaja korban kekerasan seksual serta peran dukungan sosial keluarga. [Traumatic impact on adolescent victims of sexual violence and the role of family social support]. Share: Social Work Journal. 2022;12(2):131–137.
  5. World Health Organization. Reporting on violence against children: A guide for journalists. Geneva: WHO; 2022 [cited 2025 Sep 25]. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/9789240066647
  6. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Data kekerasan seksual provinsi di Indonesia. [Provincial data on sexual violence in Indonesia]. 2025 [cited 2025 Sep 25]. Available from: https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan
  7. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jawa Barat. Kekerasan seksual pada anak. [Sexual violence against children]. Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat; 2025.
  8. Finkelhor D, Turner HA, Shattuck A, Hamby SL. Prevalence of childhood exposure to violence, crime, and abuse: Results from the National Survey of Children’s Exposure to Violence. JAMA Pediatrics. 2014;168(6):540–546.
  9. Devries KM, et al. The effectiveness of school-based programs for the prevention of violence in adolescents: A systematic review. BMJ Open. 2015;5:e006361.
  10. Mayer R. Multimedia learning theory. Cambridge: Cambridge University Press; 2024.
  11. Pratiwi E, Andeka W, Sumaryono D, Ismiati I, Patroni R. Efektivitas promosi kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan kekerasan seksual pada anak di SD Negeri 5 Kota Bengkulu. [The effectiveness of health promotion using animated video media on knowledge and attitudes toward sexual violence prevention among children]. Bengkulu: Poltekkes Kemenkes Bengkulu; 2020.
  12. Suryani EI, Sari YM, Syawalanti DR, Ardiyansyah D. Pencegahan kekerasan seksual: efektivitas sosialisasi berbasis animasi video terhadap pengetahuan pencegahan tindak kekerasan seksual. [Sexual violence prevention: effectiveness of video animation–based education on prevention knowledge]. Jurnal Cakrawala Akademika. 2024;1(3):218–226.
  13. Piolanti A, Jouriles EN, Foran HM. Assessment of psychosocial programs to prevent sexual violence during adolescence: A systematic review and meta-analysis. JAMA Network Open. 2022;5(11):e2240895. doi:10.1001/jamanetworkopen.2022.40895.
  14. Glanz K, Rimer BK, Viswanath K. Health behavior: Theory, research, and practice. San Francisco: Jossey-Bass; 2015.
  15. Ambiya M, Bustamam N, Bakar A. Cognitive and affective attitudes of adolescents towards sexual harassment prevention. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan. 2023;14(2):45–53. doi:10.32584/jikk.v14i2.2023.
  16. Maryanah A, Masitoh S, Mahrid Dzikar M. The effect of providing education on gender knowledge through videos on teenagers in the prevention of sexual violence. International Journal of Science and Society. 2022;4(4):234–245.
  17. Liu Y, Zhang X, Chen H, Wang J, Li L. Effects of delivering an animation-based inclusive sex education curriculum for adolescents in China. Sex Education. 2023;23(4):512–528.
  18. Kristiani A. Storytelling-based animation to improve adolescent knowledge of sexual violence prevention. Jurnal Pendidikan dan Konseling Indonesia. 2025;7(1):12–22. doi:10.23887/jpki.v7i1.2025.
  19. Nabila S, Rahmawati T, Gunawan F. The effectiveness of animated educational videos in increasing junior high school students’ knowledge about sexual violence. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2024;19(3):145–153. doi:10.21109/kesmas.v19i3.2024.
  20. Putri DA, Syamsuddin A, Lestari W. Health education based on the Theory of Planned Behavior to improve adolescent attitudes toward risky sexual behavior prevention. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia. 2024;19(2):101–110. doi:10.14710/jpki.v19i2.2024.
  21. Todesco M, Breman J, Haryanto NN, Kok G, Massar K. Effect evaluation of a comprehensive sexuality education intervention based on socio-emotional learning among adolescents in Jakarta, Indonesia. Frontiers in Public Health. 2023;11:1254717.
  22. Hasanah N. Pengaruh media edukasi berbasis animasi terhadap peningkatan sikap positif siswa dalam perilaku hidup sehat. [The effect of animation-based educational media on improving students’ positive attitudes toward healthy behavior]. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia. 2022;17(1):45–53.
  23. Darmawati I, Dharmansyah D, Hadiyani W, Rohmat AS. Video-based learning effect on smoking perception in adolescents. Jurnal Keperawatan Komprehensif. 2023;9(Special Edition):175–179.
  24. Pramudito A. Efektivitas media audiovisual dibandingkan metode ceramah dalam penyuluhan kesehatan terhadap perubahan sikap remaja. [Effectiveness of audiovisual media compared to lecture methods in health education on adolescent attitude change]. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2021;17(3):221–229.
  25. Kurniawati S, Putri D. Pengaruh edukasi berbasis animasi terhadap peningkatan pengetahuan dan kewaspadaan remaja terhadap kekerasan seksual. [The effect of animation-based education on improving adolescents’ knowledge and awareness of sexual violence]. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2022;17(4):310–318.

Bahasa Abstract

Latar Belakang. Kekerasan seksual merupakan masalah besar yang berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis remaja. Upaya pencegahan diperlukan melalui pendidikan kesehatan yang sesuai dengan karakte- ristik remaja. Media animasi dinilai efektif karena mampu menyampaikan pesan secara audio-visual dan menarik.

Tujuan. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh Animation-Based Education terhadap pengetahuan dan sikap remaja mengenai pencegahan kekerasan seksual.

Metode. Penelitian menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan 59 responden siswa di Kota Cimahi. Intervensi berupa pemutaran video animasi edukasi tentang pencegahan kekerasan seksual berdurasi ±5 menit sebanyak empat kali dalam dua minggu. Pengetahuan pencegahan kekerasan seksual diukur menggunakan Child Knowledge of Abuse Questionnaire (CKAQ) dan sikap diukur menggunakan kuesioner Sikap Kekerasan Seksual dari Ambiya. Analisisa univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk variable pengetahuan dan Paired Sample t-test untuk variable sikap.

Hasil. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap remaja setelah diberikan intervensi (p<0,001). Mayoritas responden menunjukkan peningkatan pengetahuan yang baik dan sikap positif setelah intervensi.

Share

COinS