"Dukun Bayi dan Kejadian Tetanus Neonatorum: Refleksi Kegagalan Program" by Dewi Rokhmah, Abu Khoiri et al.
  •  
  •  
 

Abstract

Background. Tetanus Neonatorum (TN) is one most risk disease caused death. TT status screening program has been implemented by Jember District Health Department in early 2010 as a follow up from frequent cases and deaths of TN (CFR >50%). However, there were 6 cases and 3 deaths of TN after the program because pregnant women still preferred going to the traditional birth attendances than going to the midwives. Objective. The purpose of this study was to analyze the role of witchdoctor in birth process on woman with TN case, described the default of partnership midwife and witchdoctor program. Method. This reseach used qualitative method, by indepth interview to wicthdoctor with TN death case. Support informants are taken from midwife and pregnant woman with TN case. Data were analysed by thematic content analysis. Results. The results showed that all traditional birth attendance used tools and traditional methods unsterilized, they have not had partnership with midwife, they never got training, they did not have knowledge about TN. The failure of midwife and traditional birth attendance partnership program is evident by the numbers of pregnant women went to traditional birth attendance and death cases of TN.

References

  1. Departemen Kesehatan RI. 2006. Glosarium Data dan Informasi Kesehatan. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
  2. Departemen Kesehatan RI. 2009. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2008. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
  3. Departemen KesehatanRI. 1993. Petunjuk Teknis Terpadu Eliminasi Tetanus Neonatarum. Jakarta: Depkes.
  4. Indrawati, L. 1997. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Tetanus Neonatorum di Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang Tahun 1994 - 1996. Jakarta: UI. http://www.digilib.ui.ac.id.
  5. Kurniawati, N. 1996.Identifikasi Faktor-Faktor yang Erat Hubungannya dengan Kejadian Tetanus Neonatorum di Kabupaten Serang Tahun 1994-1995. Jakarta: UI. http://www.digilib.ui.ac.id.
  6. Notoatmodjo, S. 2005. Promosi Kesehatan, Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
  7. Departemen Kesehatan RI. 2007. Pedoman Pelayanan Antenatal. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
  8. Peranginangin, H. 2006. Telaah Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care pada Sarana Kesehatan, Pemeliharaan Kesehatan Ibu Hamil dalam Upaya Pengelolaan SDA dan Lingkungan Hidup. Bogor: IPB
  9. Anggorodi, R. 2009. Dukun Bayi dan Persalinan Pada masyarakat Indonesia. Makara Seri Kesehatan.Vol.13No1Juni2009:19-24.
  10. Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. 2010. Profil Kesehatan Kabupaten Jember Tahun 2009. Jember: Dinas Kesehatan Kabupaten Jember.
  11. Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur. 2010. Uji Coba Imunisasi TT WUS di Kab. Jember, Probolinggo, dan Blitar. Surabaya: Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur.

Bahasa Abstract

Latar Belakang. Tetanus Neonatorum (TN) merupakan salah satu penyakit paling beresiko mengakibatkan kematian. Dinas Kesehatan Kabupaten Jember telah melaksanakan program skrining TT WUS pada awal tahun 2010 sebagai tindak lanjut dari adanya kasus dan kematian akibat TN yang tinggi (CFR >50%). Namun masih ditemukan 6 kasus dengan 3 kematian akibat TN. Hal ini disebabkan bumil bersalin pada dukun bayi, sehingga tidak mendapatkan pelayanan yang aman dan bersih. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukun bayi dalam proses persalinan ibu dengan kasus TN, yang menggambarkan refleksi kegagalan program kemitraan antara dukun dan bidan. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, melaluiindept interview pada dukun bayi yang menolong persalinan bumil dengan kasus TN secara purposive sampling. Informan pendukung diambil dari bidan desa dan bumil yang mengalami kasus TN. Data dianalisis secara thematic content analysis. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dukun menggunakan alat dan metode tradisional yang tidak steril, mereka belum bermitra dengan bidan, belum mendapatkan pelatihan, serta tidak memiliki pengetahuan tentang TN. Kegagalan program kemitraan bidan dan dukun dibuktikan dengan masih banyak bumil yang bersalin ke dukun dan kasus kematian bayi akibat TN. Kata kunci: dukun bayi, bidan, kemitraan

Plum Print visual indicator of research metrics
PlumX Metrics
  • Usage
    • Downloads: 33
    • Abstract Views: 12
  • Captures
    • Readers: 80
see details

Share

COinS