Abstract
Kebumen Regency is one of the regions in Central Java with high disaster risk. Its Regional Resilience Index (IKD) reached the high category (0.93 in 2025). However, the Disaster Risk Index (IRB) continues to fluctuate in the moderate category (78.88 in 2025). This condition indicates a gap between strengthening institutional capacity and reducing disaster risk. This study aims to analyze the causal factors of this gap and formulate priority policy alternatives to strengthen the linkage between regional resilience and disaster risk reduction. The research employs a descriptive-analytical approach based on secondary data and the USG (Urgency, Seriousness, Growth) method to identify priority problems. Priority setting is conducted using the Bardach (2012) evaluation framework, covering technical feasibility, economic and financial feasibility, political viability, and administrative operability. The analysis reveals that climate-related hazard dynamics and high social vulnerability are the main factors causing IRB fluctuations. Additionally, the alignment of spatial planning policies and exposure control influences this condition. The evaluation of six policy alternatives shows that strengthening community-based resilience through the Disaster Resilient Village (DESTANA) program with a thematic approach based on dominant risks is the most feasible priority technically, economically, politically, and administratively. The contribution of this study to economics is providing an efficient cost-benefit analysis framework for disaster risk reduction policies. Investment in village-based community resilience has high economic feasibility with low unit costs. This recommendation also opens up opportunities for integration with corporate social and environmental responsibility programs and innovative funding schemes for sustainable development in disaster-prone areas.
Keywords: Regional Resilience Index; Disaster Risk Index; Disaster Resilient Village; disaster risk reduction; economic feasibility
Bahasa Abstract
Kabupaten Kebumen merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah dengan risiko bencana tinggi. Indeks Ketahanan Daerah (IKD) kabupaten ini mencapai kategori tinggi (0,93 pada tahun 2025). Akan tetapi, Indeks Risiko Bencana (IRB) masih fluktuatif pada kategori sedang (78,88 pada tahun 2025). Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara penguatan kapasitas kelembagaan dan penurunan risiko bencana. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kesenjangan tersebut dan merumuskan alternatif kebijakan prioritas untuk memperkuat keterkaitan antara ketahanan daerah dan pengurangan risiko bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis berbasis data sekunder serta metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk mengidentifikasi prioritas masalah. Penentuan prioritas dalam policy paper ini dilakukan dengan menggunakan kerangka evaluasi Bardach (2012) yang meliputi empat kriteria: kelayakan teknis, kemungkinan ekonomi dan finansial, viabilitas politik, dan operabilitas administratif. Hasil analisis menunjukkan bahwa dinamika ancaman iklim dan tingginya kerentanan sosial menjadi faktor utama fluktuasi IRB. Selain itu, penyelarasan kebijakan tata ruang dan pengendalian eksposur juga turut mempengaruhi kondisi tersebut. Hasil evaluasi terhadap enam alternatif kebijakan menunjukkan bahwa penguatan ketahanan berbasis masyarakat melalui pendalaman program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dengan pendekatan tematik berbasis risiko dominan merupakan prioritas yang paling layak secara teknis, ekonomis, politis, dan administratif. Kontribusi studi ini bagi bidang ekonomi adalah menyediakan kerangka analisis biaya-manfaat yang efisien untuk kebijakan pengurangan risiko bencana. Investasi pada ketahanan masyarakat berbasis desa terbukti memiliki kelayakan ekonomi tinggi dengan biaya satuan rendah. Rekomendasi ini juga membuka peluang integrasi dengan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dan skema pendanaan inovatif untuk pembangunan berkelanjutan di daerah rawan bencana.
Kata Kunci: Indeks Ketahanan Daerah; Indeks Risiko Bencana; Desa Tangguh Bencana; pengurangan risiko bencana; kelayakan ekonomi
References
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2020). Indeks Risiko Bencana Indonesia tahun 2020. Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2021a). Indeks Risiko Bencana Indonesia tahun 2021. Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2021b). Petunjuk teknis perangkat penilaian Indeks Ketahanan Daerah (71 indikator). BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Indeks Risiko Bencana Indonesia tahun 2022 (Vol. 1, No. 1). BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2024). Indeks Risiko Bencana Indonesia tahun 2023. BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2025). Indeks Risiko Bencana Indonesia tahun 2024 (Vol. 3, No. 3). BNPB.
Bardach, E. (2012). A practical guide for policy analysis: The eightfold path to more effective problem solving (4th ed.). CQ Press.
BPBD Kabupaten Kebumen. (2020). Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Kebumen tahun 2021–2025. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kebumen.
Carvalhaes, T. M., Chester, M. V., Reddy, A. T., & Allenby, B. R. (2021). An overview & synthesis of disaster resilience indices from a complexity perspective. International Journal of Disaster Risk Reduction, *57*, Article 102165. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2021.102165
Cutter, S. L., Boruff, B. J., & Shirley, W. L. (2003). Social vulnerability to environmental hazards. Social Science Quarterly, *84*(2), 242–261. https://doi.org/10.1111/1540-6237.8402002
Erlani, R., & Nugrahandika, W. H. (2019). Ketangguhan Kota Semarang dalam menghadapi bencana banjir pasang air laut (rob). Journal of Regional and Rural Development Planning, *3*(1), 47–63. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2019.3.1.47-63
Khan, M. T. I., Anwar, S., Sarkodie, S. A., Yaseen, M. R., Nadeem, A. M., & Ali, Q. (2022). Comprehensive disaster resilience index: Pathway towards risk-informed sustainable development. Journal of Cleaner Production, *366*, Article 132937. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2022.132937
Lee, D. W. (2019). Local government’s disaster management capacity and disaster resilience. Local Government Studies, *45*(6), 803–826. https://doi.org/10.1080/03003930.2019.1653284
Maly, E., Ishikawa, E., & Shaw, R. (2020). Lessons from the Great East Japan Earthquake for build back better and sustainable recovery. International Journal of Disaster Risk Science, *11*(3), 289–301. https://doi.org/10.1007/s13753-020-00268-9
Mukendi, K., & Choi, Y. (2023). Disaster risk dynamics: The role of capacity, vulnerability and hazard in shaping risk trends. International Journal of Disaster Risk Reduction, *93*, Article 103768. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2023.103768
Mustofa, M., Suwitri, S., Larasati, E., & Yuniningsih, T. (2020). Collaborative governance in Merapi volcano eruption risk reduction in Sleman. Dalam 6th International Conference on Social and Political Sciences (ICOSAPS 2020) (hlm. 263–270). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/assehr.k.201219.040
Norris, F. H., Stevens, S. P., Pfefferbaum, B., Wyche, K. F., & Pfefferbaum, R. L. (2008). Community resilience as a metaphor, theory, set of capacities, and strategy for disaster readiness. American Journal of Community Psychology, *41*(1–2), 127–150. https://doi.org/10.1007/s10464-007-9156-6
Purnomo, H., et al. (2021). Policy analysis for sustainable development. Jurnal Kebijakan Publik, 15(2), 112-128.
United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2015). Sendai framework for disaster risk reduction 2015–2030. UNISDR.
Wen, J., Wan, C., Ye, Q., Yan, J., & Li, W. (2023). Disaster risk reduction, climate change adaptation and their linkages with sustainable development over the past 30 years: A review. International Journal of Disaster Risk Science, *14*, 1–13. https://doi.org/10.1007/s13753-023-00472-3
Wijaya, A., & Sudarwanto, T. (2022). Evaluasi kebijakan penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Jurnal Manajemen Bencana, 8(1), 45-62.
Recommended Citation
Riyadi, Cahyo
(2026)
"ANALISIS KESENJANGAN KETAHANAN DAERAH DAN RISIKO BENCANA SERTA REKOMENDASI BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN KEBUMEN,"
Jurnal Sosial Humaniora Terapan: Vol. 8:
Iss.
1, Article 2.
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/jsht/vol8/iss1/2


