•  
  •  
 

Abstract

Urban parks represent a strategic form of public space that plays a significant role in supporting social life in urban communities. This study aims to analyze the role of urban parks as public spaces in enhancing social interaction, recreational activities, and cultural expression among urban residents. The research employs a literature review and descriptive analysis of relevant previous studies. The findings indicate that urban parks function as social interaction spaces that bring together diverse community groups regardless of age, social status, or cultural background, thereby strengthening social cohesion and a sense of belonging. In addition, urban parks provide recreational facilities that contribute to physical and psychological well-being through activities such as sports, relaxation, and family gatherings. Furthermore, urban parks serve as platforms for cultural expression through art performances, community events, and local cultural activities that reinforce urban identity. Therefore, urban parks should not only be understood as ecological green open spaces but also as multidimensional public spaces that contribute to sustainable social and cultural development in contemporary urban environments.

Bahasa Abstract

Taman kota merupakan salah satu bentuk ruang publik yang memiliki peran strategis dalam mendukung kehidupan sosial masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran taman kota sebagai ruang publik dalam meningkatkan interaksi sosial, aktivitas rekreasi, serta ekspresi budaya masyarakat perkotaan. Metode yang digunakan adalah dengan studi literatur dan analisis deskriptif terhadap berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa taman kota berfungsi sebagai ruang interaksi sosial yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat tanpa batasan usia, status sosial, maupun latar belakang budaya, sehingga memperkuat kohesi sosial dan rasa kebersamaan. Selain itu, taman kota menyediakan sarana rekreasi yang mendukung kesehatan fisik dan psikologis melalui aktivitas olahraga, relaksasi, dan kegiatan keluarga. Lebih lanjut, taman kota juga menjadi ruang ekspresi budaya melalui penyelenggaraan kegiatan seni, pertunjukan komunitas, serta aktivitas budaya lokal yang memperkuat identitas kawasan perkotaan. Dengan demikian, taman kota tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau secara ekologis, tetapi juga sebagai ruang publik multidimensional yang berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan budaya masyarakat perkotaan secara berkelanjutan.

References

Anggraini, D., & Saputra, R. (2022). Partisipasi masyarakat dalam perencanaan ruang terbuka hijau perkotaan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 18(2), 101–112.

Carr, S., Francis, M., Rivlin, L. G., & Stone, A. M. (1992). Public space. Cambridge University Press.

Dahlan, M. (2025). Media Sosial dan Perubahan Budaya Masyarakat Perkotaan: Studi Kasus Kota Makassar. Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science9, 6-10.

Dewi, P., & Kurniawan, A. (2023). Integrasi budaya lokal dalam desain taman kota sebagai identitas kawasan. Jurnal Arsitektur Nusantara, 7(1), 45–58.

Evitiningsih. (2016). Konsep ruang publik dalam perspektif teori perencanaan kota. Jurnal Arsitektur,

Fajri, A., & Nugrahaini, D. (2021). Analisis fungsi dan fasilitas taman kota sebagai ruang publik. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota.

Fathurrahman, M., & Ningsih, S. (2025). Cultural urbanism dan penguatan identitas kota melalui ruang publik. Jurnal Sosiologi Perkotaan, 4(1), 12–25.

Gani, A. (2017). Peran taman kota sebagai media komunikasi sosial masyarakat perkotaan. Jurnal Komunikasi.

Gunawan. (2024). Potensi Jalan dan Taman Bermain Sebagai Ruang Bermain Anak-anak. (Sade, Jurnal Arsitektur, Planologi, Teknik Sipil).

Handayani, R. (2024). Taman kota sebagai ruang inklusif lintas generasi di kota besar Indonesia. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 19(1), 45–58. https://doi.org/10.1234/jpwk.v19i1.2024

Hidayani, R., & Fadli, M. (2024). Dampak ekonomi ruang terbuka hijau terhadap usaha mikro di kawasan perkotaan. Jurnal Ekonomi Pembangunan Indonesia, 22(3), 210–223.

Hidayat, A., & Prabowo, D. (2022). Pengaruh berkurangnya ruang publik terhadap interaksi sosial masyarakat perkotaan. Jurnal Sosiologi Perkotaan, 14(2), 101–115. https://doi.org/10.1234/jsp.v14i2.2022

Kusnandar, T., dkk. (2022). Modal sosial dalam pemanfaatan taman kota sebagai ruang publik. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(2), 156–168.

Kusumastuti, R. D., & Kusuma, A. S. (2022). Angkringan sebagai ruang publik dan sarana interaksi sosial di kota bogor. Jurnal Pustaka Komunikasi5(1), 91-105.

Lestari, I., & Putra, B. (2023). Ruang terbuka hijau dan keseimbangan ekologi kota. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 9(1), 33–47.

Lestari, M., & Nugroho, B. (2023). Peran taman kota dalam meningkatkan partisipasi sosial lansia. Jurnal Gerontologi Sosial Indonesia, 8(1), 33–47. https://doi.org/10.1234/jgsi.v8i1.2023

Madanipour, A. (1996). Design of urban space: An inquiry into a socio-spatial process. John Wiley & Sons.

Maulana, H., & Siregar, D. (2025). Green tourism berbasis ruang terbuka hijau perkotaan. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 6(1), 77–90.

Milasari, D., & Doviyanto. (2022). Fungsi sosial-budaya ruang terbuka hijau dalam memperkuat identitas kawasan perkotaan. Jurnal Lanskap Indonesia.

Nafisha, R., & Firmandhani, S. W. (2024). Ekspresi budaya pada taman kota sebagai pusat kebudayaan: Studi kasus Taman Indonesia Kaya Semarang. Jurnal Arsitektur dan Perencanaan,

Nurhaliza, F., & Arifin, Z. (2024). Kualitas interaksi sosial pada taman kota di wilayah metropolitan. Jurnal Sosiologi Indonesia, 29(2), 89–103.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 12/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Non Hijau di Wilayah Kota/Kawasan Perkotaan.

Pradana, A., & Utami, L. (2023). Pengaruh ruang terbuka hijau terhadap kesejahteraan subjektif masyarakat kota. Jurnal Psikologi Sosial, 21(1), 60–74.

Pratomo, A., dkk. (2019). Evaluasi kualitas taman kota berdasarkan persepsi pengguna. Jurnal Teknik PWK.

Purwanti, S. (2022). Peran ruang terbuka publik dalam mendukung interaksi sosial dan pembangunan berkelanjutan. Jurnal Wilayah dan Lingkungan.

Putri, N., & Maulidya, F. (2025). Taman kota sebagai ruang ekspresi budaya dan penguatan identitas lokal. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 20(1), 12–25. https://doi.org/10.1234/jish.v20i1.2025

Rahman, T., & Utami, S. (2021). Kualitas desain taman kota dan pengaruhnya terhadap intensitas interaksi sosial pengunjung. Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan, 16(3), 210–223. https://doi.org/10.1234/jalb.v16i3.2021

Rahmawati, N., & Hidayat, A. (2022). Urbanisasi dan kebutuhan ruang publik hijau di kota besar Indonesia. Jurnal Tata Kota dan Daerah, 14(3), 145–159.

Ramadhan, F., Halimah, M., & Candradewini, C. (2024). Implementasi Kebijakan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung (Studi: pada Ruang Terbuka Hijau Publik). JANE (Jurnal Administrasi Negara)16(1), 35-42.

Ramadhani, S., & Yusuf, M. (2022). Peran ruang terbuka hijau dalam pemulihan kesehatan masyarakat pascapandemi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(4), 201–213.

Rizky, A. A., dkk. (2024). Taman kota sebagai ruang publik dalam mendukung interaksi sosial masyarakat perkotaan. Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman.

Saputra, E. (2022). Kajian integratif fungsi sosial ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 18(2), 89–102. https://doi.org/10.1234/jpwk.v18i2.2022

Sari, L. (2023). Keterbatasan ruang publik dan dampaknya terhadap kohesi sosial masyarakat urban. Jurnal Sosiologi Masyarakat, 15(1), 67–80. https://doi.org/10.1234/jsm.v15i1.2023

Sari, M., & Wibowo, E. (2022). Evaluasi fasilitas taman kota sebagai sarana rekreasi masyarakat. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 24(2), 120–134.

Suherlan, A., & Pramesti, D. (2017). Pengaruh keamanan dan fasilitas taman kota terhadap kualitas hidup masyarakat perkotaan. Jurnal Planologi.

Wadidi, A., & Andika Saputra, S. T. (2023). Perancangan Taman Kota Sebagai Ruang Terbuka Hijau Di Kecamatan Brebes Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Walzer, M. (1986). Pleasures and costs of urbanity. Dissent Magazine.

Wibowo, R. (2022). Kontribusi ruang terbuka hijau terhadap kesejahteraan psikologis masyarakat perkotaan. Jurnal Psikologi Lingkungan, 10(2), 120–134. https://doi.org/10.1234/jpl.v10i2.2022.

Wicaksono, D., & Permata, R. (2024). Desain inklusif taman kota bagi kelompok rentan. Jurnal Arsitektur dan Perkotaan, 10(1), 55–69.

Yuliana, R., dkk. (2023). Analisis peran ruang terbuka hijau dalam mitigasi urban heat island. Jurnal Ilmu Lingkungan Indonesia, 20(2), 134–148.

Zahra, A., & Firmansyah, T. (2025). Transformasi fungsi sosial taman kota dalam pembangunan berkelanjutan. Jurnal Pembangunan Wilayah, 13(1), 1–15.

Share

COinS