•  
  •  
 

Abstract

Kecerdasan buatan kini hadir dalam wilayah kehidupan yang sebelumnya hampir sepenuhnya ditempati oleh manusia: percakapan, dukungan emosional, dan relasi. Kita dapat menceritakan kecemasan kepadanya, meminta nasihat, mencari penghiburan, bahkan kembali kepadanya ketika percakapan dengan manusia terasa terlalu sulit. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya AI generatif, dengan demikian mulai bergerak melampaui fungsinya sebagai alat. Ia perlahan memasuki wilayah yang selama ini sangat manusiawi: wilayah relasi.

References

Baumeister, R. F., & Leary, M. R. (1995). The need to belong: Desire for interpersonal attachments as a fundamental human motivation. Psychological Bulletin, 117(3), 497–529. https://doi.org/10.1037/0033-2909.117.3.497

Chaturvedi, R., Verma, S., Das, R., & Dwivedi, Y. K. (2023). Social companionship with artificial intelligence: Recent trends and future avenues. Technological Forecasting and Social Change, 193, 122634. https://doi.org/10.1016/j.techfore.2023.122634

De Freitas, J., Oğuz-Uğuralp, Z., Uğuralp, A. K., & Puntoni, S. (2026). AI companions reduce loneliness. Journal of Consumer Research, 52(6), 1126–1148. https://doi.org/10.1093/jcr/ucaf040

Zhang, C.-B., Li, T.-G., Li, Y.-N., Chang, Y., & Zhang, Z.-P. (2024). Fostering well-being: Exploring the influence of user-AI assistant relationship types on subjective well-being. International Journal of Information Management, 79, 102822. https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2024.102822

Share

COinS