•  
  •  
 

Abstract

This study discusses about the Application of the Records Retention Schedule for Records Retention at the Supreme Court Institution of the Republic of Indonesia. The purpose of this research discussion is to discuss the description of the application of Records Retention Schedule (RRS) in the process of administering the archives becoming archives which will be preserved in the Supreme Court institutional archive in accordance with the established RRS guidelines. It is a qualitative research using observation and interview in order to gather information about the implementation of RRS with several archival management units in the Supreme Court Archives Depot. RRS is viewed as merely a policy in the mind of staff of Supreme Court Archives Depot. The volume of archives produced exceeds the capacity according to the requirements. This makes the staff of archive more use their knowledge rather then following the rules in applying in RRS to do appraisal in retention process.

Bahasa Abstract

Penelitian ini membahas tentang penerapan Jadwal Retensi Arsip di Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA-RI). Persoalan antara kebijakan dan pengetahuan petugas arsip yang diterapkan dalam penilaian terhadap arsip yang akan disusutkan. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi gambaran mengenai penerapan JRA dalam penilaian arsip oleh petugas depo arsip Mahkamah Agung Republik Indonesia untuk menjadi permanen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Dua teknik ini digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai penerapan JRA beberapa unit pengelola kearsipan di Depo Arsip Mahkamah Agung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa JRA merupakan kebijakan dan pedoman penilaian arsip dalam proses penyusutan arsip oleh petugas Depo Arsip MA-RI. Volume arsip yang melebihi kapasitas mendorong petugas mengambil kebijakan sendiri di luar pedoman JRA. Petugas arsip mengandalkan pengetahuan dari pada JRA untuk melakukan penilaian demi efektivitas namun tidak berjalan sesuai dengan prosedur penyusutan arsip yang berlaku.

References

  1. Barthos, Basir. (1989). Manajemen Kearsipan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
  2. Barthos, Basir. (1990). Manajemen Sumber Daya Manusia: Suatu Pendekatan Makro. Jakarta: Bumi Aksara.
  3. Barthos, Basir. (2007). Manajemen Kearsipan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
  4. Cox, Richard J. (1992) Managing institutional archives: foundation principles and practices. New York: Greenwood.
  5. Ellis, Judith. (1993). Keeping Archives. Victoria: D.W. Thorpe.
  6. Indonesia. (2012). Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyerahan Arsip Statis Bagi Organisasi Politik, Organisasi Kemasyarakatan, dan Perseorangan.
  7. _____. (2016). Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 37 Tentang Pedoman Penyusutan Arsip.
  8. _____. (2015). Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penetapan Jadwal Retensi Arsip.
  9. _____. (2019). Peraturan Kepala ANRI Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Fungsional Arsiparis Melalui Penyesuaian/Inpassing.
  10. _____. (2012). Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan.
  11. _____. (2015). Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 11/ KMA/ SK/ I/ 2015 Tentang Jadwal Retensi Arsip Keuangan, Kepegawaian, dan Retensi Arsip Non Keuangan dan Non Kepegawaian Mahkamah Agung Republik Indonesia.
  12. _____. (1985). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 1985 Tentang Mahkamah Agung.
  13. _____. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan.
  14. Hasiholan, Leonardo Budi. (2012). Teori Organisasi Suatu Tinjauan Perspektif Sejarah. Majalah Ilmiah Universitas Pandanaran, 10 (24).
  15. Irawan, Mustari. (2009). Perancangan Jadwal Retensi Arsip. Jakarta: Universitas Terbuka.
  16. Kennedy, Jay. and Cherryl Schauder. (1998). Records Management, A Guide to Corporate Record Keeping. Melbourne: Longman
  17. Laksmi, dkk. (2008). Manajemen Perkantoran Modern. Jakarta: Penaka
  18. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. (2002). Jadwal Retensi Arsip (JRA LIPI). Jakarta
  19. Martono, Boedi. (1994). Penyusutan dan Pengamanan Arsip Vital Dalam Manajemen Kearsipan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
  20. Read-Smith, Judith, Ginn, Mary Lea, & Kallaus, Norman F. (2002). Records management. (7th ed.). USA: South Western.
  21. Ricks, Betty R (1992). Information and Image Management: A Record Systems Approach. USA: South-Western Publishing Co.
  22. Sulistyo-Basuki. (2003). Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka.
  23. Sulistyo-Basuki. (2005). Kamus Istilah Kearsipan. Yogyakarta: Kanisius.
  24. Sulistyo-Basuki. (2006). Metode Penelitian. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.
  25. Sulisyo-Basuki. (2014). Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka.
  26. Suraja, Yohanes. (2006). Manajemen Kearsipan. Malang: Dioma.
  27. Wursanto. (1991). Kearsipan 1. Yogyakarta: Kanisius.

Share

COinS
 
 

To view the content in your browser, please download Adobe Reader or, alternately,
you may Download the file to your hard drive.

NOTE: The latest versions of Adobe Reader do not support viewing PDF files within Firefox on Mac OS and if you are using a modern (Intel) Mac, there is no official plugin for viewing PDF files within the browser window.