Abstract
Non-Governmental Organizations (NGOs) play a critical role in advancing societal welfare. However, while their numbers have increased, public trust remains low, as NGOs are often perceived to lack the capacity to design and evaluate programs effectively and fail to engage local stakeholders (Bodja, 2006). Previous research has predominantly focused on NGOs' roles in enhancing community participation and social networks, overlooking the importance of program management and stakeholder relations. This article examines the development of program frameworks, program organization, and the involvement of local organizations in Yayasan Nurani Dunia, an NGO that focuses on community development and dedicated to program innovation. Using a qualitative approach, this study employs in-depth interviews and direct field observations. The findings reveal that the program framework has evolved from charity-based initiatives to sustainable empowerment programs. Additionally, program organization demonstrates strong administrative management and incorporates adequate capacity-building elements. Lastly, the engagement of local organizations is reflected in social legitimacy and material and non-material support from relevant stakeholders. Yayasan Nurani Dunia exemplifies social transformation, emphasizing holistic societal change (Lewis & Kanji, 2009).
References
Anwas, Dr. Oos M. (2013). Pemberdayaan Masyarakat di Era Global. Bandung: Penerbut Alfabeta.
Aviles, H.B. (2012). The NGO Handbook. Bureau of International Information Program. United States Departement of State. Diakses dari https://static.america.gov/uploads/sites/8/2016/05/The-NGO-Handbook_Handbook-Series_English_508.pdf pada 31 Oktober 2018.
Bank, Nicola dan Hulme, David. (2012). The Role of NGOs and Civil Society in Development and Poverty Reduction. Brooks World Poverty Institute, University of Manchaster. ISBN: 978-1-907247-70-5.
Bodja, Sebilu. (2006). A Critical Perspective on Community Empowerment: The Cases of Selected NGOs in Ethiopia. University if Western Cape.
British Council. (2019). Transformasi LSM menjadi Kewirausahaan Sosial. Diakses dari https://www.britishcouncil.id/program/kemasyarakatan
/kewirausahaan-sosial/transformasi-lsm pada 8 Juni 2019
Brown, L. D., & Kalegaonkar, A. (2002). Support Organization and the Evolution of the NGO Sector. Nonprovit and Voluntary Sector Quarterly, 31(2), 231-258.
Bryman, Alan. (2012). Social Research Methods: Fourth Edition. New York, USA: Oxford University Press.
Chethan dan Mayya, Dr. Suresharmana. (2015). Role of Non-Governmental Organisation in Rural Development: a Study in Dakshina Kannada District. SUMEDHA Journal of Management.
Dale, Reidar. (2004). Evaluating Development Programmes and Projects. New Delhi: India
Darmanjanti, Linda. (2002). Kehidupan Berorganisasi sebagai Modal Sosial Komunitas Jakarta. Disertasi Program Studi Sosiologi FISIP UI.
Friedrich Naumann Stiftung. (2017). Membangun NGO yang Kuat. Diakses dari https://indonesia.fnst.org/content/membangun-ngo-yang-kuat pada 8 Juni 20019
Global FM. (2015). Nelayan Tradisional Lombok Mulai Gunakan Teknologi, Pendapatan Bertambah. Diakses dari http://globalfmlombok.com/read/2015/08/08/nelayan-tradisional-lombok-mulai-gunakan-teknologi-pendapatan-bertambah.html pada 27 Oktober 2018.
Hartmann, Dominik et al. (2019). The Network Effects of NGOs and Social Capital and Innovation of Smallholder Farmers: A Case Study in Peru. Diakses dari https://dx.doi.org/10.2139/ssrn.3312468 pada 30 Mei 2019
Hasbullah, Jousari. (2006). Social Capital (Menuju Keunggulan Budaya Manusia Indonesia). Jakarta: MR-United Press.
Hermantyo, A. Irawati. (2008). Pengalaman Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Pendampingan dan Pemberdayaan Keluarga Miskin di Sektor Pertanian (Sebuah Refleksi). Diakses dari https://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/pdffiles/PROS_2008_MAK7.pdf
Hernawan, Dedy. (2004). Akuntabilitas LSM dan Kontrol Publik. Jurnal Universitas Parahyangan.
Islam, M. Rezaul. (2015). Non-governmental organizations and community development in Bangladesh. International Social Work University of Malaya.
ISSDP (Indonesia Sanitation Sector Development Program).(2010). Buku Referensi Opsi Sistem dan Teknologi Sanitasi. Diakses dari http://www.sanitasi.or.id/wp-content/uploads/2015/09/Referensi-Sistem-dan-Teknologi-Sanitasi-2010.pdf pada 30 Oktober 2018.
Kaberi, Muinami John. (2013). Organizational Systems and Program Performance in Kenya Non-Governmental Organizations. Nairobi: Management Research Project University of Nairobi.
Kata Data. (2017). Masyarakat Lebih Percaya Pemerintah Ketimbang LSM dan Media. Diakses dari https://m.katadata.co.id/berita/2017/02/08/orang-indonesia-lebih-percaya-pada-pemerintah-ketimbang-ngo-dan-media pada 31 Mei 2019
Lassa, Jonatan dan Li, Dominggus Elcid. (n.d.). Jaringan LSM dan Masa Depan Keberlanjutan LSM di Indonesia. Diakses dari http://www.ksi-indonesia.org/files/1450223906$1$IJGON$.pdf pada 21 November 2018
Lewis David dan Nazneen Kanji. (2009). Non-Governmental Organizations and Development. New York: Routledge Publisher.
Lewis, D. (2003). Theorizing the organization and management of non-governmental development organizations: Towards a composite approach. Public Management Review,5(3), 325–344. https://doi.org/10.1080/1471903032000146937.
MajalahCSR.id. (2018). Bagaimana Posisi NGO atau LSM di Indonesia? Diakses dari https://majalahcsr.id/bagaimana-posisi-ngo-atau-lsm-di-indonesia/ pada 30 Mei 2019.
Medcom.id. (2018). Jumlah LSM Di Indonesia Terus Bertambah Setiap Tahun. Diakses dari https://www.medcom.id/internasional/asia/zNALjreK-jumlah-lsm-di-indonesia-terus-bertambah-setiap-tahun pada 30 Mei 2019.
MetroTV News.com. (2016). Pokja Masyarakat Sipil Libatkan LSM dan NGO. Diakses dari http://m.metrotvnews.com/read/2016/03/15/49879825 Oktober 2018.
Padaki, Vijay. (2007). The Human Organization: Challenges in NGOs and Development Programmes.
Phillips, D.C. (1976). Holistic Thought in Social Science. California: Stanford University Press.
Profil Desa Pasanggrahan. (2016). Diakses melalui wawancara langsung pada Rabu, 12 Desember 2018.
Saffer, Adam J, et al. (2019). It Takes a Village: A Social Network Approach to NGO’s International Public Engagement. Diakses dari https://doi.org/10.1177%2F0002764219835265 pada 30 Mei 2019.
Salajegheh, Sanjar dan Nasrin Pirmoradi. (2013). Social Capital of The Organization. International Journal of Engineering Research and Development e-ISSN: 2278-067X, p-ISSN: 2278-800X, www.ijerd.com Volume 7, Issue 12 (July 2013), PP. 40-52 Diakses dariwww.ijerd.com/paper/vol7-issue12/F07124052.pdfpada25Oktober2018
SMERU. (2002). Wawasan tentang LSM Indonesia: Sejarah, Perkembangan serta Prospeknya. Prosiding Seminar Social Monitoring and Early Response Unit.
Smith, Stephen C. (2012). The Scope of NGOs and Development Programme Design: Application to Problems of Multidimensional Poverty. USA: Wiley Online Library
Soetomo. (2008). Masalah Sosial dan Upaya Pencegahannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tagarirofa, Jacob. (2013). Non-Governmental Organizations and Community Development: A People Centered Development Structuration Perspectives. International Journal of Politic and Good Governance Great Zimbabwe University.
Tirto.id. (2017). Ada Tren Global Krisis Kepercayaan terhadap LSM. Diakses melalui https://tirto.id/ada-tren-global-krisis-kepercayaan-terhadap-lsm-ckJr
Toly, Rosetta Avolio. (2010). Successful Models of NGO in Consultative Status: Best Practies in Education. California: research was conducted through her internship at the United Nations Headquarters DESA/NGO Branch
UNDAF. (2016). Guidance on Theory of Change. Diakses melalui https://unsdg.un.org/-resources/undaf-guidance-theory-change
Viravaidya, Mechai dan Jonathan Hayssen. (2001). Strategies to Strengthen NGO Capacity in Resource Mobilization through Business Activities. PDA and UNAIDS Joint Publication.
Yanacopulos, Helen. (2005). The Strategies That Bind: NGO Coallitions and Their Influence. Diakses dari https://doi.org/10.1111/j.1471-0374.2005.00109.x pada 31 Mei 2019.
Yayasan Nurani Dunia. (2017). Yayasan Nurani Dunia. Diakses dari https://nuranidunia.or.id pada 1 Oktober 2018.
Bahasa Abstract
Lembaga Swadaya Masyarakat merupakan salah satu aktor penting dalam mendukung kesejahteraan. Data menunjukkan jumlahnya meningkat namun tidak didukung dengan tingkat kepercayaan masyarakat. LSM dianggap belum mampu merumuskan dan mengevaluasi program serta tidak melibatkan pemangku kepentingan lokal (Bodja, 2006). Penelitian terdahulu cenderung fokus pada peran LSM dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan jaringan sosial. Padahal peran LSM dalam mengelola progam dan menjalin relasi juga menjadi komponen penting yang harus dilaksanakan. Artikel ini membahas mengenai perkembangan dari aspek kerangka program, pengorganisasian program, serta keterlibatan organisasi lokal yang dilakukan di Yayasan Nurani Dunia sebagai salah satu LSM dalam bidang pemberdayaan masyarakat yang fokus dalam melakukan inovasi program. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi langsung ke lapangan. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan kerangka program menunjukkan perubahan dari yang awalnya program karitatif menjadi program pemberdayaan yang berkelanjutan. Sementara itu, pengorganisasian program menunjukkan pengelolaan administrative yang baik dan memuat unsur pembangunan kapasitas yang memadai. Terakhir yaitu keterlibatan organisasi lokal yang terbentuk dalam legitimasi sosial dan dukungan materil dan non materil dari berbagai stakeholder terkait. Yayasan Nurani Dunia menjadi wujud social transformation yang fokus pada perubahan holistic di masyarakat (Lewis dan Kanji, 2009).
Recommended Citation
Kurniawati, Kamilah Dwi and Rahmawati, Ismi Arsilah
(2025)
"Perkembangan dan Pengorganisasian Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Yayasan Nurani Dunia di Purwakarta,"
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: Vol. 26:
No.
1, Article 3.
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/jiks/vol26/iss1/3
Included in
Nonprofit Studies Commons, Organization Development Commons, Social Policy Commons, Social Welfare Commons

