Antropologi Indonesia
Abstract
A new conceptualization of religious authority has emerged from Ismail Fajrie Alatas’ What is Religious Authority. Through his ethnographic study, Alatas provides a rich and detailed account of the formation of this authority by examining the life history of Maulana Habib Luthfi bin Yahya. Additionally, he meticulously illustrates the migration of the Ba’Alawi community from Hadramaut to Indonesia, a region that has become a melting pot of Islamic traditions and a site for articulating the Sunnah and building communal networks. Alatas’s discussion of the formation of religious authority is fundamentally anchored in three key concepts: authority, the Sunnah-community relationship, and the labor of articulation. Furthermore, Alatas’s ethnographic work itself represents an articulative endeavor, introducing a novel methodology for studying Islam as a non-linear social formation.
Bahasa Abstract
Sebuah bentuk gagasan otoritas religius baru telah lahir dari gagasan Ismail Fajrie Alatas. Melalui kajian etnografinya berjudul What is Religius Authority, Alatas memberikan gambaran data yang kaya mengenai pembentukan otoritas tersebut lewat riwayat hidup Maulana Habib Luthfi. Tak hanya itu, ia juga melukiskan dengan sangat detail soal migrasi komunitas Ba’Alawi dari Hadramaut ke Indonesia yang menjadi "titik temu" Islam dan tempat mengartikulasi sunah serta membangun jamaah. Pembahasan Alatas mengenai pembentukan otoritas religius pada dasarnya berangkat dari tiga konsep utama: otoritas itu sendiri, relasi sunah-jamaah, dan kerja artikulasi. Lebih jauh, kerja etnografi yang dilakukan Alatas sejatinya adalah kerja artikulatif dalam merangkai metodologi baru dalam meneliti Islam sebagai formasi sosial yang tidak linear.
Recommended Citation
Alfathon, Amri Mahbub
(2026)
"Tinjauan Buku What is Religious Authority? Menyemai Sunnah, Merangkai Jamaah,"
Antropologi Indonesia: Vol. 47:
Iss.
1, Article 3.
DOI: 10.7454/jai.v47i1.1194
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/jai/vol47/iss1/3