•  
  •  
 

Abstract

By 2015, 68% of deaths in Indonesia are due to non-communicable diseases (NCD) and are forecast to increase to 74% by 2030. Riskesdas data of 2013 show that 69.6% of cases of diabetes mellitus and 63.2% of cases of hypertension have not been diagnosed. The government has been trying to proactively make efforts to prevent NCD through the implementation of Posbindu (Integrated Health Post) NCD, but visit Posbindu NCD in the work area of Pasir Mulya Puskesmas, Bogor City is very diverse. The purpose of this study is to analyze the factors of management, communication, partnership, and innovation in the implementation of Posbindu NCD and determinants of the implementation of Posbindu NCD. We conducted in-depth interviews, focus group discussions, document review and observation at two Posbindu NCD with the highest number of visits and the lowest in Gunung Batu Village, Bogor City in 2017. We interviewed 15 informants, consisting of cadres, in charge of NCD Puskesmas, in charge of Puskesmas Pembantu and supervisor of Posbindu NCD. This research found 4 factors, namely management (human resources, fund, and facilities), innovation, communication and partnership that influence the result of Posbindu implementation. Therefore, to run effectively the Posbindu NCD program, then 4 of those factors need to be optimized

Bahasa Abstract

Pada tahun 2015 sebanyak 68% kematian di Indonesia disebabkan penyakit tidak menular (PTM) dan diproyeksi meningkat menjadi 74% tahun 2030. Data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan bahwa 69,6% kasus diabetes melitus dan 63,2% kasus hipertensi belum terdiagnosis. Pemerintah proaktif melakukan upaya pencegahan PTM melalui pelaksanaan Posbindu PTM. Data kunjungan Posbindu PTM di wilayah kerja Puskesmas Pasir Mulya, Kota Bogor menunjukkan jumlah yang sangat beragam. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor manajemen, komunikasi, kemitraan, dan inovasi dalam pelaksanaan Posbindu PTM dan faktor penentu pelaksanaan Posbindu PTM. Disain penelitian adalah studi kualitatif dengan metode wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), telaah dokumen, dan observasi di dua Posbindu PTM dengan jumlah kunjungan tertinggi dan terendah di Kelurahan Gunung Batu, Kota Bogor tahun 2017. Informan penelitian sebanyak 15 orang yang terdiri dari kader, penanggung jawab program PTM Puskesmas, penanggung jawab Puskesmas Pembantu dan pembina Posbindu PTM. Penelitian menemukan terdapat perbedaan manajemen (SDM, dana, dan sarana), inovasi, komunikasi dan kemitraan antara Posbindu RW 1 dan RW 7 yang memengaruhi hasil pelaksanaan Posbindu PTM. Keempat faktor tersebut pada Posbindu dengan kunjungan terbanyak berjalan lebih optimal dibandingkan dengan Posbindu dengan kunjungan terendah. Agar program Posbindu PTM dapat berjalan efektif maka perlu optimalisasi faktor manajemen, inovasi, komunikasi dan kemitraan.

Share

COinS
 
 

To view the content in your browser, please download Adobe Reader or, alternately,
you may Download the file to your hard drive.

NOTE: The latest versions of Adobe Reader do not support viewing PDF files within Firefox on Mac OS and if you are using a modern (Intel) Mac, there is no official plugin for viewing PDF files within the browser window.