•  
  •  
 

Abstract

Performance assessment of primary health centers is essential to ensure the quality of healthcare services, including the delivery of essential public health efforts. The performance target for essential public health efforts in Jember Regency is set at ≥82%. This study aimed to analyze factors associated with the performance of essential public health efforts. The study employed an analytical cross-sectional design conducted from April to May 2025, with a sample of 37 out of 50 units selected through simple random sampling. Primary data were collected using questionnaires, while secondary data were obtained from primary health center (Pusat Kesehatan Masyarakat – Puskesmas) performance assessment reports. Data were analyzed using the Spearman rank correlation test. The results showed that leadership (83.8%), human resource management (43.2%), and program management (56.8%) were categorized as predominantly good or moderate, while the performance of essential public health efforts was mostly categorized as good (89.2%). Significant relationships were found between leadership (p=0.036), human resource management (p=0.048), and program management (p=0.037) with the performance of essential public health efforts. The study concludes that these three factors significantly contribute to performance achievement. Therefore, health centers and district health offices should strengthen leadership practices, establish clear standard operating procedures (SOPs) for authority and decision-making, implement regular performance evaluations with measurable indicators, provide non-monetary staff recognition, and optimize quarterly monitoring and evaluation systems to support continuous program improvement and enhance the performance of essential public health efforts.

References

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 44 tahun 2016 tentang pedoman manajemen puskesmas. 2016.
  2. Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Hasil penilaian kinerja puskesmas. 2024: 9.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 43 tahun 2019 tentang puskesmas. 2019.
  4. Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Hasil penilaian kinerja puskesmas. 2024.
  5. Nasution FS, Gurning FP. Analisis capaian kinerja program upaya kesehatan masyarakat di puskesmas Binjai Estate Kota Binjai. 2024; 5 (September).
  6. Lusthaus C, Adrien MH, Anderson G, Carden F, Montalvan GP. Organizational assessment: a framework for improving performance. International Development Research Centre; 2002.
  7. Sahervian RR, Adi BW, Sunarto. Pengaruh budaya organisasi, kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja organisasi laboratorium pendidikan ekonomi mini market Tania tahun 2019. 2020; 4 (2): 274–282.
  8. Wongsin U, Pannoi T, Prutipinyo C, Maruf MA, Pongpattrachai D, Quansri O, et al. Strategic planning and organizational performance in the public health sector: a scoping review. BMC Health Services Research. 2025; 25: 1017. DOI: 10.1186/s12913-025-13206-6.
  9. Adiputra IMS, et al. Metodologi Penelitian Kesehatan. Denpasar: Yayasan Kita Menulis; 2021.
  10. Suhartoyo Y, Febriani E, Suparman R, Mamlukah M. Hubungan antara kinerja tenaga kesehatan dengan capaian target kinerja pelayanan kesehatan di puskesmas Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya tahun 2022. Jurnal Public Health Innovation. 2022; 3 (1): 52–61. DOI: 10.34305/jphi.v3i01.602.
  11. Aditiya I, Sabilu Y, Yuniar N. Pengaruh kepemimpinan, motivasi kerja dan kepribadian terhadap kinerja tenaga kesehatan di puskesmas Watopute Kabupaten Muna tahun 2023. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Kesehatan. 2024; 5: 160–168. DOI: 10.37887/jakk.v5i2.30.
  12. Harahap M, Tarigan FL, Nababan D, Sinaga J. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai di puskesmas Teladan Medan tahun 2023. Prepotif Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2023; 7 (1): 1573–1589. DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.18170.
  13. Harefa F, Dachi RA, Brahmana NE, Ketaren O, Manurung K. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas kesehatan di puskesmas Kenangan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Health Technology and Medicine. 2021; 7 (2): 1024–1038. DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1647.
  14. Lona M, Agustiningsih AP, Widiyaningsih T, Maryunani A, Filani M. Kepemimpinan strategik yang efektif di pelayanan kesehatan. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama. 2023; 12 (1): 1–8.
  15. Nafari E, Rezaei B. Relationship between human resources strategies and organizational performance based on the balanced scorecard in a public hospital in Iran: a cross-sectional study. BMC Health Services Research. 2022; 22(1): 1–8. DOI: 10.1186/s12913-022-07767-z.
  16. Diana SS, Jati SP, Fatmasari EY. Faktor-faktor yang mempengaruhi tercapainya SPM kesehatan pada pelayanan penderita hipertensi di Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia. 2023; 12(1): 1. DOI: 10.22146/jkki.80694.
  17. Prasetyowati A. Pengaruh mekanisme planning, organizing, actuating, controlling terhadap peningkatan kinerja puskesmas di Kabupaten Banjarnegara. Universitas Airlangga Repository. 2021: 1–7.
  18. Nasution YM, Rahman H. The link between the implementation of management functions on the performance of primary health care employees. KESMAS UWIGAMA Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2022; 8 (1): 1–7. DOI: 10.24903/kujkm.v8i1.1207.
  19. Aditaman RA. Pengantar manajemen (teori dan aplikasi). AE Publishing; 2020: 169.
  20. Rokhmad K, Hidayah M, Handayani F, Laksono AD. Optimalisasi penerapan manajemen puskesmas sebagai upaya peningkatan kinerja. 2021: 17–24.
  21. Lahada G, Fedayyen MY. Pelaksanaan fungsi manajemen dalam pelayanan kesehatan masyarakat di masa Covid-19 pada puskesmas Tagolu Kecamatan Lage Kabupaten Poso. Jurnal Ilmiah Administrasi. 2021; 17 (1): 41–47. DOI: 10.71127/2722-8185.382.

Bahasa Abstract

Penilaian kinerja puskesmas penting untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat (UKM) esensial. Target kinerja UKM esensial di Kabupaten Jember ditetapkan sebesar ≥82%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja UKM esensial. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada April hingga Mei 2025, dengan sampel sebanyak 37 dari 50 unit yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan penilaian kinerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan (83.8%), manajemen sumber daya manusia (43.2%), dan manajemen program (56,8%) termasuk dalam kategori dominan baik atau cukup, sedangkan kinerja UKM esensial sebagian besar berada pada kategori baik (89.2%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan (p=0.036), manajemen sumber daya manusia (p=0.048), dan manajemen program (p=0.037) dengan kinerja UKM esensial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiga faktor tersebut berkontribusi signifikan terhadap pencapaian kinerja. Oleh karena itu, puskesmas dan dinas kesehatan perlu memperkuat praktik kepemimpinan, menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang jelas terkait kewenangan dan pengambilan keputusan, melaksanakan evaluasi kinerja secara berkala dengan indikator yang terukur, memberikan penghargaan nonfinansial kepada staf, serta mengoptimalkan sistem monitoring dan evaluasi triwulanan untuk mendukung perbaikan program secara berkelanjutan dan meningkatkan kinerja UKM esensial.

Share

COinS
 
 

To view the content in your browser, please download Adobe Reader or, alternately,
you may Download the file to your hard drive.

NOTE: The latest versions of Adobe Reader do not support viewing PDF files within Firefox on Mac OS and if you are using a modern (Intel) Mac, there is no official plugin for viewing PDF files within the browser window.