•  
  •  
 

Abstract

Despite restrictive regulations, Indonesia faces a high prevalence of adolescent smoking, facilitated by easy access to tobacco products. This descriptive study aims to describe cigarette accessibility patterns and daily consumption trends among Indonesian adolescents. A cross-sectional study was conducted using secondary data from the 2019 Global Youth Tobacco Survey (GYTS) involving 9,208 respondents. Descriptive analysis was performed to examine the distribution of age at smoking initiation, daily cigarette consumption, and purchasing accessibility. The majority of respondents started smoking at ≥14 years of age. Daily cigarette consumption showed an increasing trend with age, with older adolescents more likely to consume more than five cigarettes per day. Regarding accessibility, 10.78% of adolescents reported purchasing single cigarettes, and 12.27% were not refused purchase by vendors despite being underage. Overall trends indicate that greater ease of access is associated with increasing age and smoking intensity. Access to cigarettes remains largely unimpeded for Indonesian adolescents, contributing to higher consumption patterns as they age. Strict enforcement of regulations prohibiting cigarette sales to minors is therefore imperative.

References

  1. World Health Organization. Global Youth Tobacco Survey (GYTS) Indonesia Report 2019. Geneva: World Health Organization; 2019.
  2. World Health Organization. Tobacco Control in South-East Asia. Geneva: World Health Organization; 2025.
  3. Badan Pusat Statistik. Persentase Penduduk Berumur ≤18 Tahun yang Merokok Tembakau Selama Sebulan Terakhir Menurut Jenis Kelamin (Persen). Jakarta: Badan Pusat Statistik; 2024.
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Survei Kesehatan Indonesia 2023 Dalam Angka. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2023.
  5. Ghany VN, Kautsar A. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi rokok di Indonesia. Kajian Ekonomi dan Keuangan. 2021; 5 (2): 158–170. DOI: 10.31685/kek.v5i2.1005.
  6. Centers for Disease Control and Prevention. Preventing Tobacco Use Among Youth and Young Adults [Internet]. Atlanta: Centers for Disease Control and Prevention; 2012. Available from: https://www.cdc.gov/tobacco/sgr/2012/consumer_booklet/pdfs/consumer.pdf
  7. Reitsma MB, Flor LS, Mullany EC, Gupta V, Hay SI, Gakidou E. Spatial, temporal, and demographic patterns in prevalence of smoking tobacco use and initiation among young people in 204 countries and territories, 1990–2019. The Lancet Public Health. 2021; 6 (7): e472–e481. DOI: 10.1016/S2468-2667(21)00102-X.
  8. Soares NM, Hariningsih W, Prasetyo YA. Hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok pada remaja di Cisaranten Kulon II RT 07 RW 05 Kelurahan Cisaranten Kulon. Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel. 2025; 19 (1): 40–46. DOI: 10.36051/jiki.v19i1.306.
  9. Sarman, Darmin, Fauzan MR, Rumaf F, Jaata J. Promosi kesehatan tentang bahaya perilaku merokok bagi kesehatan masyarakat di Desa Lobong. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2023; 4: 1065–1072. DOI: 10.31004/cdj.v4i2.12848.
  10. Nurhalina N. Sosial determinan dan perilaku merokok di Indonesia (analisis data Riskesdas tahun 2013). Borneo Journal of Medical Laboratory Technology. 2019; 1 (2): 67–76. DOI: 10.33084/bjmlt.v1i2.714.
  11. Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia; 2024.
  12. Deva HS, Efendi F, Asmoro CP, Aditya RS, McKenna L, Alruwaili AS. Predictors of tobacco smoking initiation among Indonesian adolescents: the 2019 Global Youth Tobacco Survey. F1000Research. 2025; 13: 410. DOI: 10.12688/f1000research.147888.1.
  13. Rosilawati Y, Rafique Z, Sudiwijaya E. Tobacco use among in-school young adolescents in Indonesia: exploring availability, affordability, and accessibility. PLoS One. 2024; 19 (3): e0301291. DOI: 10.1371/journal.pone.0301291.
  14. Wirawati D, Sudrajat S. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok di kalangan remaja. Holistik: Jurnal Kesehatan. 2021; 15 (3): 518–524. DOI: 10.33024/hjk.v15i3.5349.
  15. Subekti A, Hutasoit M. Faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok remaja pada siswa di SMA Negeri I Galur. Yogyakarta: Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta; 2022.
  16. Doubeni CA, Li W, Fouayzi H, DiFranza JR. Perceived accessibility as a predictor of youth smoking. The Annals of Family Medicine. 2008; 6 (4): 323–330. DOI: 10.1370/afm.867.
  17. Komasari D, Helmi AF. Faktor-faktor penyebab perilaku merokok pada remaja. Jurnal Psikologi. 2000; 1: 37–47. DOI: 10.22146/jpsi.7008.
  18. Almaidah F, Khairunnisa S, Sari IP, Chrisna D, Firdaus A, Kamiliya ZH, Williantari NP, Akbar ANM, Pratiwi LPA, Nurhasanah K, Puspitasari HP. Survei faktor penyebab perokok remaja mempertahankan perilaku merokok. Jurnal Farmasi Komunitas. 2021; 8 (1): 20–26. DOI: 10.20473/jfk.v8i1.21989.
  19. Tristanti I. Remaja dan perilaku merokok. In: Proceedings of the 3rd University Research Colloquium; 2016; Kudus. p. 328–342.
  20. Firmansyah D, Saepuloh D. Teori pembelajaran sosial: pendekatan kognitif dan perilaku. Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik. 2022; 1.
  21. Destri Y, Sari FE, Perdana AA. Perilaku merokok dan faktor yang berhubungan pada siswa. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai. 2019; 12 (2): 17–24. DOI: 10.26630/jkm.v12i2.1976.
  22. Kaimudin A. Dampak kebiasaan merokok terhadap status kesehatan yang terkait penyakit tidak menular di Indonesia. Surabaya: Universitas Airlangga; 2025.

Bahasa Abstract

Meskipun telah diberlakukan berbagai regulasi pembatasan, Indonesia masih menghadapi prevalensi merokok remaja yang tinggi, yang difasilitasi oleh mudahnya akses terhadap produk tembakau. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan pola aksesibilitas rokok dan tren konsumsi harian di kalangan remaja Indonesia. Penelitian potong lintang dilakukan menggunakan data sekunder dari Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2019 yang melibatkan 9.208 responden. Analisis deskriptif dilakukan untuk mengkaji distribusi usia pertama kali merokok, jumlah konsumsi rokok harian, serta akses pembelian rokok. Mayoritas responden mulai merokok pada usia ≥14 tahun. Konsumsi rokok harian menunjukkan kecenderungan meningkat seiring bertambahnya usia, dengan remaja yang lebih tua lebih mungkin mengonsumsi lebih dari lima batang rokok per hari. Dari sisi aksesibilitas, 10.78% remaja melaporkan membeli rokok secara batangan, dan 12.27% tidak ditolak oleh penjual meskipun masih di bawah umur. Secara keseluruhan, temuan menunjukkan bahwa kemudahan akses rokok berkaitan dengan peningkatan usia dan intensitas merokok. Akses terhadap rokok masih relatif tidak terhambat di kalangan remaja Indonesia dan berkontribusi terhadap meningkatnya pola konsumsi seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, penegakan regulasi pelarangan penjualan rokok kepada anak dan remaja perlu diperketat.

Share

COinS
 
 

To view the content in your browser, please download Adobe Reader or, alternately,
you may Download the file to your hard drive.

NOTE: The latest versions of Adobe Reader do not support viewing PDF files within Firefox on Mac OS and if you are using a modern (Intel) Mac, there is no official plugin for viewing PDF files within the browser window.