Abstract
This study analyzes the formulation and implementation process of Depok Mayor Regulation No. 61 of 2023 on Tuberculosis (TB) Control using Friedman’s legal system theory (1975) and the eight General Principles of Good Governance (Asas Umum Pemerintahan yang Baik – AUPB). The regulation provides a comprehensive framework, encompassing promotive, preventive, curative, and rehabilitative aspects to support TB control. The legal structure includes the establishment of a cross-sectoral Tuberculosis Control Acceleration Team, involving government agencies and community organizations. Findings reveal that while the regulation has fulfilled several AUPB principles, such as legal certainty, utility, and public interest, there are areas requiring improvement. These include strengthening a culture of collaboration, clearly defining responsibilities among stakeholders, and enhancing transparency. Furthermore, the analysis highlights the need for ongoing evaluation and adjustments to address challenges in implementing the policy effectively. This study concludes that while Depok Mayor Regulation No. 61 of 2023 provides a robust foundation for TB control, its implementation demands further refinements to ensure alignment with good governance principles and the sustainable achievement of TB elimination goals.
References
- Chanda-Kapata P, Ntoumi F, Kapata N, Lungu P, Mucheleng’anga LA, Chakaya J, et al. Tuberculosis, HIV/AIDS and malaria health services in sub-Saharan Africa – a situation analysis of the disruptions and impact of the COVID-19 pandemic. International Journal of Infectious Diseases. 2022; 124: S41–S46. DOI: 10.1016/j.ijid.2022.03.033.
- World Health Organization. Global tuberculosis report 2024. Geneva: World Health Organization; 2024.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan program penanggulangan tuberkulosis tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.
- Finidia Indah V, Zubaidah S, Puji Lestari D, Uswatun Hasanah A, Huspita Sari F, Sinar Fatiha E, et al. Tantangan dan hambatan dalam implementasi kebijakan dalam pembentukan tim rencana strategis di Kesbangpol Kabupaten Ogan Komering Ilir. Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan. 2024; 7 (1). DOI: 10.48093/jiask.v7i1.253.
- Kristian I. Kebijakan publik dan tantangan implementasi di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial. 2023; 21 (2).
- Eko Antono F, Cahya Virdayanti K. Beberapa permasalahan dalam perencanaan strategis sektor publik di Indonesia. Jakarta; 2023.
- Creswell JW. Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. 3rd ed. Thousand Oaks: Sage Publications; 2009.
- Bowen GA. Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal. 2009; 9 (2): 27–40. DOI: 10.3316/QRJ0902027.
- Peraturan Wali Kota Depok Nomor 61 Tahun 2023.
- Wood LM, Sebar B, Vecchio N. Application of rigour and credibility in qualitative document analysis: lessons learnt from a case study. The Qualitative Report. 2020; 25 (2): 456–470.
- Dalglish SL, Khalid H, McMahon SA. Document analysis in health policy research: the READ approach. Health Policy and Planning. 2020; 35 (10): 1424–1431. DOI: 10.1093/heapol/czaa064.
- Dinas Kesehatan Kota Depok. Profil kesehatan Kota Depok 2023. Depok: Dinas Kesehatan Kota Depok; 2024.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). 2024.
- Friedman LM. The legal system: a social science perspective. New York: Russell Sage Foundation; 1975.
- Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.
- Castañer X, Oliveira N. Collaboration, coordination, and cooperation among organizations: establishing the distinctive meanings of these terms through a systematic literature review. Journal of Management. 2020; 46 (6): 965–1001. DOI: 10.1177/0149206320901565.
Bahasa Abstract
Studi ini menganalisis proses formulasi dan implementasi Peraturan Wali Kota Depok No. 61 Tahun 2023 mengenai Pengendalian Tuberkulosis (TB) menggunakan teori sistem hukum Friedman dan Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB). Peraturan tersebut menyediakan kerangka kerja yang komprehensif, mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif untuk mendukung pengendalian TB. Struktur hukum mencakup pembentukan Tim Percepatan Pengendalian TB lintas sektor, yang melibatkan lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa meskipun peraturan tersebut telah memenuhi beberapa prinsip AUPB, seperti kepastian hukum, kegunaan, dan kepentingan publik, masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Di antaranya adalah penguatan budaya kolaborasi, penegasan tanggung jawab di antara para pemangku kepentingan, dan peningkatan transparansi. Selain itu, analisis juga menyoroti perlunya evaluasi dan penyesuaian berkelanjutan untuk mengatasi tantangan dalam pelaksanaan kebijakan secara efektif. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun Peraturan Wali Kota Depok No. 61 Tahun 2023 memberikan dasar yang kokoh untuk pengendalian TB, implementasinya memerlukan penyempurnaan lebih lanjut untuk memastikan keselarasan dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik dan pencapaian yang berkelanjutan dalam tujuan eliminasi TB.
Recommended Citation
Ayuningtyas, Tri Auri Putri and Bachtiar, Adang
(2025)
"Contextualizing Policy Adoption: A Case Study of Tuberculosis Control Policy in Depok City,"
Journal of Indonesian Health Policy and Administration: Vol. 10:
No.
1, Article 3.
DOI: 10.7454/ihpa.v10i1.1137
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/ihpa/vol10/iss1/3









