•  
  •  
 

Abstract

The Province of Nanggroe Aceh Darussalam imposes caning punishment as a sanction for several criminal offenses. Many parties consider this sanction to be a violation of human rights. This study employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches. Primary legal sources include Law Number 39 of 1999 concerning Human Rights, Qanun Aceh Number 12 of 2025 concerning Jinayat Law, the Indonesian Criminal Code, and Governor Regulation of Nanggroe Aceh Darussalam Number 10 of 2005 concerning Technical Guidelines for the Implementation of Caning Punishment. Secondary sources were obtained from legal literature and related legal theories. The results of the study indicate that differences in the concepts of human rights from Islamic and Western perspectives have led to both support and opposition toward caning punishment. Nevertheless, the objective of punishment through caning is consistent with the national criminal law system, namely to create a deterrent effect. Juridically, caning punishment cannot be categorized as assault because it is carried out based on legal authority, court decisions, official procedures, and state supervision.

Bahasa Abstract

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menjatuhkan sanksi hukuman cambuk bagi beberapa tindak pidana. Banyak pihak yang beranggapan bahwa sanksi tersebut dianggap melanggar hak asasi manusia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan kajian konseptual. Sumber hukum primer meliputi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2025 tentang Hukum Jinayat, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, serta Peraturan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Uqubat Cambuk. Adapun sumber sekunder diperoleh dari literatur dan teori hukum terkait. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan konsep hak asasi manusia menurut perspektif Islam dan Barat yang menimbulkan pandangan pro dan kontra terhadap hukuman cambuk. Namun demikian, tujuan pemidanaan melalui hukuman cambuk sejalan dengan hukum pidana nasional, yaitu memberikan efek jera. Secara yuridis, hukuman cambuk juga tidak dapat dikategorikan sebagai penganiayaan karena dilaksanakan berdasarkan kewenangan hukum, putusan pengadilan, prosedur resmi, dan pengawasan negara.

References

Buku Adan, H.Y. (2017). Syari’at Islam dan Politik Lokal Aceh. Adnin Foundation Publisher. Ali, M. (2011). Dasar-Dasar Hukum Pidana. Sinar Grafika. Arief, B.N. (1998). Beberapa Aspek Kebijakan Penegakan dan Pengembangan Hukum Pidana. Citra Aditya Bakti. Asshiddiqie, J. (2005). Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Sinar Grafika. Ash-Shiddieqy, T.M.H. (2009). Sejarah Dan Pengantar Ilmu Hadis. Pustaka Rizki Putra. Dading, M. A. (1986). Hukum Pidana Bagian Khusus KUHP Buku II, Jilid. Alumni. Djazuli, A. (1997). Fiqh Jinayat: Upaya Menanggulangi Kejahatan Dalam Islam. PT. Raja Gafindo Persada. Gunakaya, A.W. (2017). Hukum Hak Asasi Manusia. Andi. Hamka. (1986). Tafsir al-Azhar. Panjimas. Hairier, E.O.S. (2016). Prinsip-Prinsip Hukum Pidana. Cahaya Atma Pustaka. Ismail, A. (2007). Syariat Islam di Nanggroe Aceh Darussalam. Dinas Syariat Islam Aceh. Lamintang, P.A.F. & Samosir, D. (1983) Hukum pidana Indonesia. Sinar Baru Manan, B. (2004). Hukum Positif Indonesia (Suatu Kajian Teoritik). UII Press. Masykuri, A. (1999) Demokrasi di Persimpangan Jalan, Respon Intelektual Muslim Indonesia Terhadap Konsep Demokrasi. Tiara Wacana Yogya. Moeljatno. (2008). Asas-asas Hukum Pidana. Rineka Cipta. Muhammad, R.A. (2003). Revitalisasi Syari’at Islam di Aceh, Problem, Solusi dan Implementasi. Logos Wacana Ilmu. Muladi., & Arief, B.N. (1984). Teori – Teori dan Kebijakan Pidana. Alumni. Saifullah. (2020) Hukum Cambuk Aceh Dalam Prespektif Hukum Islam dan HAM. Universitas Negeri Islam Ar-Raniry Darussalam. Sidharta, B.A. (1989). Filsafat Hukum Mazhab dan Refleksinya. Remaja Karya Soemardi, D. (2007). Pengantar Hukum Indonesia. IND-HILL-CO Sudarto. (1987). Hukum Pidana I. Yayasan Sudarto Soesilo. (1960). KUHP dengan Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal. Politea Artikel Jurnal Afif, Z. (2018). Konsep Negara Hukum Rule of Law dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia. Jurnal Pionir LPPM Universitas Asahan, 2(5), 55-59. Afiq, M. A., & Imanullah, M. N. Kajian Hak Asasi Manusia Terhadap Hukuman Rajam Bagi Pelaku Tindak Pidana Perzinaan Dalam Hukum Pidana Islam. Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum UMS 2022. Khotimah, H. (2013). Hukuman Dan Tujuannya Dalam Perspektif Hukum Islam, Jurnal Hukum Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIN Bengkulu, 5. Misran. (2018). Mekanisme Pelaksanaan Hukuman Cambuk Dalam Sistem Hukum Pidana Islam, Jurnal Ar-Raniry, 20. Suparyanto, A. (2017). Implementasi Hukuman Cambuk dalam Persepektif Pendidikan Islam. Jurnal Hukum Fakultas Agama Islam Universitas Muhamadiyah Surabaya, 6. Websites Aziz, A. (2017, Februari 3) Suara-Suara yang Menentang Hukum Cambuk, Tirto.id. https://tirto.id/suara-suara-yang-menentang-hukum-cambuk-cijh. Criminal Justice Reform (ICJR)  (2016, Oktober 12) Setahun Qanun Jinayat: Penggunaan Hukuman Cambuk yang Semakin Eksesif di Aceh. Criminal Justice Reform. http://icjr.or.id/setahun-qanun-jinayat-penggunaan-hukuman-cambuk-yangsemakin-eksesif-diaceh. Fakultas Hukum UII (2018, April 26), Hukuman Cambuk di Aceh dalam Perspektif HAM. Fakultas Hukum UII. https://law.uii.ac.id/blog/2018/04/26/hukuman-cambuk-di-aceh-dalam-perspektif-ham/ Peraturan Perundang-Undangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Undang-Undang No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh Peraturan Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam No. 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Uqubat Cambuk. Qanun Aceh No. 7 Tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat. Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Qanun Aceh No. 12 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Peraturan Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Uqubat Cambuk.

Share

COinS