•  
  •  
 

Abstract

The Government of Banyumas has implemented an intervention in the Provision of Processed Food for Special Medical Purposes (FSMP) with nutritional supplementation of 1.5 kcal/mL in 2019. However, there is no evaluation has been carried out, both of outcome and the cost of the intervention. So that, it is necessary to provide an initial picture of the resources needed for the formulation of future intervention plans. This study aims to determine the estimated cost required for FSMP intervention and to determine the outcome of the intervention. The economic evaluation was carried out partially by calculating costs from the perspective of the program implementing institution and the outcome of the intervention in the form of increasing weight and height. The research sample was 40 toddlers who had been selected based on nutritional screening of toddlers who were unable to consume existing foods and had inadequate nutritional intake. The results of the study showed that the total intervention cost was Rp.219.817.000 for 40 children (Rp.5.495.438 per child) where for nutritional supplementation of 1.5 kcal/mL per child was Rp.1.395.850. There was an increase in the average weight and height of children by 0.64-kilogram and 0.47-centimeter in 28 days after the program was completed. The estimated cost from the results of this study could be lower in subsequent interventions if the equipment is reused. This study can be used as a reference for FSMP interventions with the same subject coverage/criteria or on a wider scale.

Bahasa Abstract

Pemerintah Banyumas telah melaksanakan suatu intervensi Pemberian Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) dengan suplementasi nutrisi 1.5 kcal/mL pada tahun 2019. Namun, belum pernah dilakukan evaluasi baik dari segi luaran maupun biaya intervensi. Sehingga, penelitian ini diperlukan guna memberikan gambaran awal mengenai sumber daya yang dibutuhkan untuk perumusan perencanaan intervensi pada masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi biaya yang dibutuhkan untuk intervensi PKMK dan mengetahui luaran dari intervensi. Evaluasi ekonomi dilakukan secara parsial dengan menghitung biaya dari perspektif institusi pelaksana program dan hasil luaran dari intervensi berupa peningkatan BB dan TB. Sampel penelitian sebanyak 40 balita yang telah dipilih berdasarkan skrining gizi balita yang tidak mampu mengkonsumsi makanan yang ada dan memiliki asupan nutrisi yang inadekuat. Hasil studi menunjukkan total biaya intervensi sebesar Rp.219.817.000 untuk 40 anak (Rp.5.495.438 per anak) di mana untuk suplementasi nutrisi 1.5 kcal/mL per anak sebesar Rp.1.395.850. Terjadi peningkatan rata-rata berat dan tinggi anak sebesar 0.64-kilogram dan 0.47-centimeter dalam 28 hari setelah program selesai. Estimasi biaya dari hasil studi ini dapat lebih rendah pada intervensi selanjutnya apabila peralatan yang ada digunakan kembali. Studi ini dapat dijadikan referensi untuk pelaksanaan intervensi PKMK dengan lingkup cakupan / kriteria subjek yang sama atau dalam skala yang lebih luas.

Share

COinS
 
 

To view the content in your browser, please download Adobe Reader or, alternately,
you may Download the file to your hard drive.

NOTE: The latest versions of Adobe Reader do not support viewing PDF files within Firefox on Mac OS and if you are using a modern (Intel) Mac, there is no official plugin for viewing PDF files within the browser window.