•  
  •  
 

Abstract

Background: Infectious waste management is a crucial aspect in preventing cross-infection and protecting the hospital environment. Hospitals, as healthcare facilities with high levels of medical activity, generate large amounts of infectious waste that can potentially pose health and environmental risks if not managed according to standards. Hospital X, South Jakarta, as a referral hospital with a high patient volume.

Aims: This study aims to analyze the implementation of infectious waste management at Hospital X, South Jakarta based on the provisions of Minister of Health Regulation Number 2 of 2023, and to identify the obstacles faced in its implementation.

Methods: This research employed a qualitative method with a case study approach. Data collection was conducted through field observations, in-depth interviews with 18 key informants including TPS officers, HSE officers, cleaning staff, and supervisors, and a review of documents related to infectious waste management in hospitals.

Results: The results of the study indicate that infectious waste management at Hospital X generally complies with the provisions of Minister of Health Regulation Number 2 of 2023, including the stages of sorting, packaging, temporary storage, transportation, handover to third parties, as well as recording and reporting. However, several obstacles were still encountered, including waste mixing during high workloads, temporary waste storage during night shifts due to limited access to the TPS, and a manual recording system.

Conclusion: Infectious waste management at Hospital X has met regulatory standards, but requires increased supervision and behavioral adjustments for staff, the establishment of alternative transportation mechanisms during the night shift, and the digitization of the recording system. 

Bahasa Abstract

Latar Belakang: Pengelolaan limbah infeksius merupakan aspek krusial dalam pencegahan infeksi silang serta perlindungan lingkungan rumah sakit. Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan dengan aktivitas medis tinggi menghasilkan limbah infeksius dalam jumlah besar yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan lingkungan apabila tidak dikelola sesuai standar. Rumah Sakit X Jakarta Selatan sebagai rumah sakit rujukan dengan volume pasien yang tinggi.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengelolaan limbah infeksius di Rumah Sakit X Jakarta Selatan berdasarkan ketentuan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam implementasinya.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap 18 informan kunci yang terdiri dari petugas TPS, petugas HSE, cleaning service, dan supervisor, serta telaah dokumen terkait pengelolaan limbah infeksius di rumah sakit.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah infeksius di Rumah Sakit X secara umum telah sesuai dengan ketentuan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, meliputi tahapan pemilahan, pengemasan, penyimpanan sementara, pengangkutan, penyerahan kepada pihak ketiga, serta pencatatan dan pelaporan. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, antara lain pencampuran limbah saat beban kerja tinggi, penimbunan limbah sementara pada shift malam akibat keterbatasan akses ke TPS, serta sistem pencatatan yang masih dilakukan secara manual.

Kesimpulan: Pengelolaan limbah infeksius di Rumah Sakit X telah memenuhi standar regulasi, namun diperlukan peningkatan pengawasan dan pembiasaan perilaku petugas, penetapan mekanisme alternatif pengangkutan pada shift malam, serta digitalisasi sistem pencatatan.

References

Anies, D. (2006). SLP : Manajemen Berbasis Lingkungan. Elex Media Komputindo.

Arif, M. I. (2021). Studi Penanganan Limbah Padat Infeksius di Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/458

Ciawi, Y., Dwipayanti, N. M., & Wouters, A. (2024). Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit yang Berkelanjutan: Eksplorasi Strategi Ekonomis dan Ramah Lingkungan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(2), 365–374. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52356

Fazli, R., & al.,  et. (2022). Green hospital waste management review. Journal of Cleaner Production.

Harahap, J., Kamal, N., Sabarudin, & Aida, N. (2024). EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) ACEH SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL. AMINA, 6, 100–109. https://doi.org/10.22373/amina.v6i3.5993

Indonesia, K. K. R. (2024). Limbah Rumah Sakit: definisi dan klasifikasi limbah infeksius. Kementerian Kesehatan RI. https://kms.kemkes.go.id/pengetahuan/detail/66470ef4296e6d2f661983cf

Indonesia, O. R. (2021). Laporan Pengelolaan Limbah Medis di Indonesia. Ombudsman RI.

Kemenkes. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan. Kemenkes RI. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/229246/permenkes-no-2-tahun-2023

KLHK, D. P. L. B. dan N.-B. (2018). Data Timbulan Limbah B3 Rumah Sakit. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Nyabera, J., & al.,  et. (2025). Influence of waste management infrastructure on source segregation. Journal of Environmental Management.

Organization, W. H. (2022). Safe Management of Wastes from Health-Care Activities (2nd (Ed.)). WHO. https://apps.who.int/iris/handle/10665/85349

Owusu, K., & al.,  et. (2025). Knowledge and practice of healthcare waste management. Global Health Perspectives.

Programme, U. N. E. (2023). Compendium of Technologies for Treatment/Destruction of Healthcare Waste. UNEP.

Putri, R. A. (2023). Studi Limbah B3 Medis di Sumatera Barat. Jurnal Migasian, 9(1), 25–32. https://ojs.itpb.ac.id/index.php/jurnal-migasian/article/download/266/110

Ramadhan, F., Widodo, T., & Sulistyorini, L. (2022). Pengelolaan Limbah Infeksius Rumah Sakit di Surabaya: Studi Kepatuhan terhadap Permenkes No. 18 Tahun 2020. Jurnal Manajemen Rumah Sakit Indonesia, 7(1), 45–53.

Rauf, M., & al.,  et. (2022). Third-party involvement in B3 waste management. Environmental Science and Policy.

Studi di RSUD Dr. Pirngadi Medan. (2023). Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 15(2), 112–119.

Sukmana, R., & al.,  et. (2024). Bio-risk management systems in hospitals. International Journal of Health Systems.

UNEP. (2023). Understanding the Cradle to Grave System in Waste Streams. EPA. https://unitedmedwaste.com/cradle-to-grave-system/

Anggraini, D., & Nugroho, A. (2021). Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Padat di Rumah Sakit Berdasarkan Permenkes Nomor 18 Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(3), 145–154.

Pratiwi, D., Handayani, N., & Saputra, A. (2022). Analisis Pengelolaan Limbah B3 Medis pada Rumah Sakit Tipe B di Indonesia. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 14(2), 78–87.

WHO. (2024). Global Analysis of Health Care Waste in Health Facilities. Geneva: World Health Organization.

UNEP. (2024). Healthcare Waste Management and Environmental Sustainability. Nairobi: United Nations Environment Programme.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Teknis Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2023). Statistik Pengelolaan Limbah B3 Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tahun 2023. Jakarta: KLHK.

Share

COinS