•  
  •  
 

Abstract

Background. The government is implementing a program to give blood tablets to female teenagers to prevent anemia. In Semarang City, the coverage of compliance with the consumption of iron supplement tablets in 2024 is still low, which is 34.85%.

Aim. To analyze factors associated with compliance in iron supplementation consumption among female teenagers in the working area of Candilama Primary Health Center, Semarang City.

Method. This study uses a cross-sectional design. The subjects of the study were female teenagers who were selected using the proportional random sampling technique. Data were collected through interviews and analyzed using the chi-square test.

Result. There was a relationship between adherence to the consumption of iron supplement tablets in adolescent girls and family attitudes and behaviors (p=0.006), teachers' attitudes and behaviors (p=0.002), attitudes and behaviors of health workers (p=0.031), and perception of barriers (p=0.001). Meanwhile, age, menarche age, residence, anemia knowledge, peer attitudes and behaviors, as well as perceptions of vulnerability, seriousness, and benefits were not related to adherence to iron supplement tablet consumption (p>0.05)

References

  1. World Health Organization. Anemia in women and children. https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/anaemia_in_women_and_children (2025).
  2. Badan Pusat Statistik. Kota Semarang dalam Angka 2021. (2021).
  3. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Peran Dinas Kesehatan dalam Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (TP UKS/M). (2024).
  4. Dinas Kesehatan Semarang. Rekap hasil skrining Hemoglobin (Hb) tahun 2024. (2024).
  5. Ministry of Health Indonesia. Health Profile of Indonesia 2023. (2024).
  6. Kementrian Kesehatan RI. Buku pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan Wanita Usia Subur (WUS). (2018).
  7. Indriani, F. & Rahayu, R. P. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. INCH J. Infant Child Healthc. 2, 33–39 (2023).
  8. Alfiah, S. & Dainy, N. C. Asupan zat besi, vitamin C dan konsumsi tablet tambah darah berhubungan dengan kejadian anemia remaja putri SMPIT Majmaul Bahrain Bogor. J. Ilmu Gizi dan Diet. 2, 103–8 (2023).
  9. Putri, R. H., Kamillah, S. & Gunardi, S. Hubungan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan sarapan bergizi terhadap kejadian anemia pada remaja putri di SMA Putra Juang Cianjur tahun 2023. JICN J. Intelek dan Cendikiawan Nusant. 1, 6984–97 (2024).
  10. Maula, I. S., Arbi, A. & Septiani, R. Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada siswi di SMA Negeri 1 Leupung Kabupaten Aceh Besar. BEMAS 7, 75–83 (2026).
  11. Prayudhistya, B. A., Noor, M. S., Istiana, Juhairina & Skripsiana, N. S. Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan konsumsi obat tablet tambah darah pada remaja putri di SMAIT Ukhuwah Banjarmasin. Homeostasis 6, (2023).
  12. Aulia, C. & Daryanti, M. S. Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri MAN 1 Sleman. J. Kesehat. Tambusai 7, 2815–24 (2026).
  13. Ningtyas, O., Ulfiana, E. & Ngadiyono. Hubungan Pengetahuan tentang Anemia dan Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di SMPN 01 Brondong Lamongan. Indones. J. Midwifery 4, 128–139 (2021).
  14. Natania, H. Pengetahuan, motivasi, dan dukungan keluarga dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri di SMAN 5 Tuban. J. Pendidik. Tambusai 7, 20427–35 (2023).
  15. Pagiu, H. W., Suramas, L. Y. & Sriwahyuni. Hubungan pengetahuan dan dukungan guru dengan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri di SMAN 4 Tana Toraja. OBAT 2, 223–36 (2024).
  16. Hasmita. Pengaruh self-awareness, dukungan guru dan teman sebaya terhadap kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMPN 58 Surabaya. J. Kesehat. Tambusai 6, 10789–800 (2025).
  17. Maesaroh, S., Widiyanto, A., Sunaryati, S. S. H., Fauziah, A. N. & Anasari. Pengetahuan tentang anemia dan kepatuhan konsumsi tablet penambah darah pada remaja perempuan. J. Kebidanan Indones. 14, 136–143 (2023).
  18. Mustadiah, Suhartati, S., Dona, S. & Meldawati. Hubungan interaksi ibu hamil dengan tenaga kesehatan terhadap kepatuhan mengkonsumsi tablet besi (Fe). Al-Tamimi Kesmas 14, 82–90 (2025).
  19. Bettman, C. G. & Digiacomo, A. An investigation into the experiences of school counsellors working with adolescents. J. Psychol. Couns. Sch. 23, 82–96 (2022).
  20. Rizkyani, A. & Lesmana, G. The role of counseling teacher in overcoming adolescent determination in school. Indones. J. Educ. 2, 75–9 (2023).
  21. Agustina, I., Situmorang, K., Sembiring, I. S. & Simanjuntak, V. H. M. Hubungan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja putri di Puskesmas Silau Laut Kec. Silau Laut Kab. Asahan tahun 2023. J. Anestesi 2, 283–90 (2024).
  22. Chusna, F. F., Sulistiawati & Irwanto. Hubungan persepsi hambatan dan kemampuan diri dengan intensitas konsumsi tablet Fe pada remaja putri. J. Kebidanan 10, 82–8 (2021).
  23. Lismiana, H. & Indarjo, S. Pengetahuan dan persepsi remaja putri terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Indones. J. Public Heal. Nutr. 1, 206–14 (2021).

Bahasa Abstract

Latar Belakang. Pemerintah melaksanakan program pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri untuk mencegah anemia. Di Kota Semarang, cakupan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada tahun 2024 masih rendah, yaitu 34,85%.

Tujuan. Menganalisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Candilama Kota Semarang.

Metode. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Subjek penelitian merupakan remaja putri yang dipilih menggunakan teknik proporsional random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis menggunakan uji chi-square.

Hasil. Ada hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri dengan sikap dan perilaku keluarga (p=0,006), sikap dan perilaku guru (p=0,002), sikap dan perilaku tenaga kesehatan (p=0,031), serta persepsi hambatan (p=0,001). Sedangkan usia, usia menarche, tempat tinggal, pengetahuan anemia, sikap dan perilaku teman sebaya, serta persepsi kerentanan, keseriusan, dan manfaat tidak berhubungan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (p>0,05).

Share

COinS