•  
  •  
 

Abstract

Background. Smoking behavior remains a significant public health concern, particularly in high-risk occupational settings such as coal mining. Coal mine workers are exposed to various occupational stressors and psychological challenges that may contribute to smoking behavior.

Objective. This study aimed identify factors associated with smoking behaviour among coal mine workers at PT X in Kutai Kartanegara regency.

Methodes. A quantitative cross-sectional study was conducted involving 113 respondents selected from total population workers using convenience sampling. Data were collected through a structured questionnaire assesing smoking behavior, length of employment, and psychological stress levels. The chi-square test was applied to examine associations between variabel at a significance level of 5% (α =0,05).

Results. Length of employment showed no significant association with smoking behavior (p>0.05). however, smoking behavior was significantly linked to psychological stress (p<0.05) with workers experiencing higher stress levels being more likely to smoke. These findings underscore the importance of preventive interventions addressing psychological prevalence in mining workplaces.

References

  1. Organization WH. WHO Report on the Global Tobacco Epidemic 2021: Address­ing New and Emerging Products. Geneva: World Health Organization; 2021.
  2. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Dalam Angka. BKPK. 2023.
  3. Tobing BRL, Haro M. Analisis Kelelahan Kerja dan Stres Psikologis pada Pekerja Pertambangan dengan roster kerja pan­jang. Journal of Telenursing. 2025;7:297–304.
  4. Pasaribu GC, Susanto A. DAMPAK PA­JANAN DEBU BATUBARA BAGI KESEHATAN PEKERJA TAMBANG BATUBARA : TINJAUAN LITERA­TUR SISTEMATIS. Jurnal Kesehatan Tambusai. 2025;6:5832–42.
  5. Lin X, Ma X, Yi X, Qu C, Li F. Effects of environmental and genetic interactions on job burnout in coal miners : interactions between occupational stress , coping styles , and NR C gene polymorphisms. Frontiers in Public Health. 2023. doi:10.3389/fpubh.2023.1237843
  6. Yeboah B, Asare A, Robinson S, Powell D, Kwasnicka D. Health and related be­haviours of fly ‑ in fly ‑ out workers in the mining industry in Australia : a cross ‑ sectional study. International Archives of Occupational and Environmental Health. 2023;96:105–20. doi:10.1007/s00420-022-01908-x
  7. Pizarro JM, Fuenzalida FA. Mental health in mine workers : a literature review. Industrial health. 2021;59:343–70.
  8. Arumdani IS, Ilma K, Husni SH, Rachmawati I. TOXICITY OF PM 10 PARTICLES FROM COAL DUST AND FACTORS ASSOCIATED WITH THE INCIDENCE OF PULMONARY FUNCTION. Jurnal Kesehatan Tambusai. 2024;5:3074–81.
  9. Darah T, Pekerja P, Pt DI, Persero IKI. Hubungan stres kerja, umur dan perilaku merokok dengan tekanan darah pada pekerja di pt. iki (persero) makassar 1,2. Window of Public Health Journal. 2021;2:809–15.
  10. Wardoyo DAH, Wahyudiono YDA. The Relationship between smoking habits and work stress among board operators in electricty companies in indonesia : cross-sectional study. Journal of Community Mental Health and Public Policy. 2024;2655:77–85.
  11. Iwan I, Sabilu Y, Hartoyo AM, Oleo UH, Oleo UH, Oleo UH. HUBUNGAN MASA KERJA , DURASI ISTIRAHAT , KEBIASAAN MEROKOK DAN MUSCULOSKELETAL DISORDER ( MSDS ) DENGAN KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN PT . WIJAYA INTI. Indonesian Journal for Health Sciences. 2025;5:168–81.
  12. Iwan I, Israwati I, Sabilu Y, Hartoyo AM. Hubungan masa kerja, durasi istirahat, kebiasaan merokok dan musculoskeletal disorders dengan kelelahan kerja pada karyawan PT. Wijaya Inti Nusantara Kendari. Jurnal Info Kesehatan. 2025;23:301–8. doi:10.31965/infokes.vol23.iss2.1984
  13. Cheng T, Zhang B, Guo J, Pikhart H. Association between work stress and health behaviours in Korean and Japanese ageing studies: a cross-sectional study. BMJ Open. 2022;12. doi:10.1136/bmjopen-2022-063538
  14. Fu A, Zhao T, Gao X, Li X, Liu X. Association of psychological symptoms with job burnout and occupational stress among coal miners in Xinjiang , China : A cross-sectional study. Frontiers in Public Health. 2022;10. doi:10.3389/fpubh.2022.1049822
  15. Havenga Y, Bester M. Psychological distress among workers at a mine. South African Journal of Psychiatry. 2025;31:1–9. doi:10.4102/sajpsychiatry.v31i0.2422
  16. Li X, Yang X, Sun X, Xue Q, Ma X, Liu J. Associations of musculoskeletal disorders with occupational stress and mental health among coal miners in Xinjiang, China: a cross-sectional study. BMC Public Health. 2021;21:1–12. doi:10.1186/s12889-021-11379-3
  17. Nurfadhilah N, Puteri FS, Achmad N, Sa’diyah R. Determinan perilaku merokok pada pekerja penanganan sarana dan prasarana umum (PPSU) Kelurahan Rambutan Jakarta. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia. 2022;5:265–71. doi:10.56338/mppki.v5i3.2045
  18. Blanc PD, Trupin L, Yelin EH, Katz PP. Psychological morbidity among coal miners compared to other occupations in Appalachia. Journal of Occupational Medicine and Toxicology. 2024;19:40. doi:10.1186/s12995-024-00439-0

Bahasa Abstract

Latar Belakang. Perilaku merokok tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di lingkungan kerja berisiko tinggi seperti pertambangan batu bara. Pekerja tambang batu bara menghadapi berbagai stres pekerjaan dan tantangan psikologis yang dapat berkontribusi pada perilaku merokok.

Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berkorelasi dengan perilaku merokok di kalangan pekerja tambang batubara di PT X Kabupaten Kutai Kartanegara

Metode. Desain cross-sectional kuantitatif digunakan, melibatkan 113 responden yang dipilih dari total populasi 200 pekerja menggunakan teknik pengambilan sampel kenyamanan (convenience). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk menilai perilaku merokok, lama bekerja, dan tingkat tekanan psikologis. Uji chi-kuadrat digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel dengan tingkat signifikansi 5% (α = 0,05).

Hasil. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara lama kerja (p > 0,05) dengan perilaku merokok. Namun, hubungan yang signifikan ditemukan antara tekanan psikologis (p < 0,05) dan perilaku merokok. Pekerja yang mengalami tingkat tekanan psikologis yang lebih tinggi cenderung memiliki kemungkinan merokok yang jauh lebih tinggi. Temuan ini menyoroti perlunya intervensi promotif dan preventif yang mempertimbangkan kondisi psikologis untuk mengurangi prevalensi merokok di lingkungan kerja pertambangan.

Share

COinS