The insulin nanoparticles has been developed as an alternative to oral insulin delivery. Nanoparticle drug delivery system could be prepared by a cross-linked polymer, which was composed of xanthan gum and acacia gum, and cross-linked by sodium trimetaphosphate. The aim of the present study was to produce insulin nanoparticles using the cross-linked polymer of xanthan gum and acacia gum for oral delivery. In this study, insulin nanoparticles was prepared by mixing xanthan gum and acacia gum colloid with the ratio 1:1 and using sodium trimetaphosphate as a cross-linking agent in bases condition. Afterwards, insulin solution in HCl was added into the colloid, and then dried to produce the insulin nanoparticles. Insulin nanoparticle powders were characterized in terms of degree of substitution (DS), entrapment efficiency, Dv90, swelling ability, in vitro release study, and stability test. The results showed that the substitution degree of the insulin nanoparticles was 0.08 – 0.10 and the entrapment efficiency was 26.11% - 48.73%. Moreover, the insulin nanoparticles had Dv90 value 547 nm - 726 nm and swelling index of 1.1 - 2.9 in HCl pH 1.2 and 2.5 - 3.4 in phosphate buffer pH 6.8, respectively. According to the dissolution study, the insulin nanoparticles provided the insulin release of 78.42% - 85.67% within 3 hours. Furthermore, stability testing showed insulin content after 9 weeks incubation at 4oC was 74.46% - 85.09%. Therefore, this work demonstrated that a cross-linked polymer of xanthan gum and acasia gum nanoparticle could be potential for could be potential for oral insulin delivery system.

Bahasa Abstract

Nanopartikel insulin telah dikembangkan sebagai alternatif penghantaran insulin oral. Sistem penghantaran obat dengan nanopartikel dapat diperoleh dari polimer sambungsilang gom xantan dan gom akasia dengan natrium trimetafosfat. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan nanopartikel insulin dengan menggunakan gom xantan dan gom akasia tersambungsilang untuk penghantaran oral. Pada penelitian ini nanopartikel insulin diperoleh dengan mencampur koloid gom xantan dan gom akasia dengan perbandingan 1:1 yang kemudian direaksikan dengan natrium trimetafosfat dalam suasana basa. Kemudian insulin dalam larutan HCl dimasukkan ke dalam koloid dan dikeringkan sehingga diperoleh serbuk nanopartikel insulin. Serbuk nanopartikel insulin dikarakterisasi meliputi penentuan data derajat substitusi (DS), efisiensi penjerapan, Dv90, daya mengembang, uji pelepasan obat in vitro, dan uji stabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel insulin yang terbentuk memiliki DS: 0,08 – 0,10 dengan efisiensi penjerapan 26,11% - 48,73%. Selain itu, nanopartikel insulin yang diperoleh memiliki nilai Dv90: 547 nm - 726 nm, dan daya mengembang sebesar 1,1 - 2,9 kali di dalam HCl pH 1,2 dan 2,5 - 3,4 kali di dalam dapar fosfat pH 6,8. Uji pelepasan in vitro menunjukkan bahwa dalam 3 jam telah dilepaskan insulin sebanyak 78,42% - 85,09%. Hasil uji stabilitas pada suhu 4 oC menunjukkan bahwa kadar insulin dalam nanopartikel adalah 74,46% - 85,09% pada minggu ke-9. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menunjukkan bahwa nanopartikel gom xantan dan gom akasia tersambungsilang berpotensi untuk digunakan sebagai sistem penghantaran insulin oral. Kata kunci: nanopartikel insulin; sambungsilang; insulin oral; gom xantan; gom akasia



To view the content in your browser, please download Adobe Reader or, alternately,
you may Download the file to your hard drive.

NOTE: The latest versions of Adobe Reader do not support viewing PDF files within Firefox on Mac OS and if you are using a modern (Intel) Mac, there is no official plugin for viewing PDF files within the browser window.