•  
  •  
 

Abstract

Depok sebagai kota urban, sering menghadapi kesulitan dalam menampilkan identitas budaya yang khas dan mudah dikenali. Dalam konteks tersebut, Batik Depok hadir sebagai simbol budaya urban. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis Batik Depok sebagai praktik budaya kontemporer kota urban dengan menggunakan konsep invented tradition. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pelaku budaya, pemerintah daerah setempat, dan warga Depok, serta studi media. Hasil penelitian menunjukkan,  dalam kerangka invented tradition, Batik Depok bukanlah tradisi yang diwariskan secara historis, tetapi suatu aktivitas kebudayaan yang dibentuk secara sadar dalam konteks perkotaan untuk merepresentasikan identitas bersama. Artikel ini juga menunjukkan bahwa pembentukan tradisi lokal di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan masa lalu, tetapi juga dengan kebutuhan komunikasi identitas dan pengelolaan budaya di masa kini, dengan melibatkan potensi translokal yang berada di ruang urban Kota Depok. Pemerintah daerah berperan sebagai aktor utama dalam orkestrasi penciptaan Batik Depok, dengan motivasi politis, simbolik, dan ekonomis. Diaspora Jawa di Depok menjadi pelaku budaya utama yang memungkinkan praktik membatik berjalan. Sinergi multiaktor penting untuk menjadikan Batik Depok diterima masyarakat urban Kota Depok sebagai identitas bersama.

References

Anderson, B. (1991). Imagined communities: Reflections on the origin and spread of

nationalism. Verso.  https://archive.org/details/imaginedcommunit0000ande_f5f1. 

Aspinall, E., & Fealy, G. (Eds.). (2003). Local power and politics in Indonesia: Decentralisation and democratisation. Institute of Southeast Asian Studies.

Bhabha, H. K. (1994). The Location of Culture. London & New York: Routledge.

Badan Pusat Statistik Kota Depok. (2023). Depok dalam angka 2023. BPS Kota Depok. https://depokkota.bps.go.id

Badan Pusat Statistik Kota Depok. (2025). Statistik komuter Kota Depok: Hasil Survei Komuter Jabodetabek 2023 (Vol. 1). Badan Pusat Statistik Kota Depok. https://depokkota.bps.go.id

Berita Depok. (2026, Januari 23). Mengenal pembatik khas Kota Depok: Tradjumas (Bagian Akhir). Portal Berita Resmi Pemerintah Kota Depok. https://berita.depok.go.id/mengenal-pembatik-khas-kota-depok-tradjumas-bagian-akhir

Berita Depok. (2026, Januari 23). Di balik batik ramah lingkungan karya Ambar warga Depok (2): Eksplorasi alam dan budaya lokal dalam setiap canting. Portal Berita Resmi Pemerintah Kota Depok. https://berita.depok.go.id/di-balik-batik-ramah-lingkungan-karya-ambar-warga-depok-2-eksplorasi-alam-dan-budaya-lokal-dalam-setiap-canting

Bourdieu, P. (1993). “The forms of capital”. In J. Richardson (Ed.), Handbook of Theory and Research for the Sociology of Education (pp. 241–258). New York: Greenwood.

Boy, J. D. (2020). “The metropolis and the life of spirit’ by Georg Simmel: A new translation.” Journal of Classical Sociology, 20(1), 1–15. https://doi.org/10.1177/1468795X20980638

Davidson, J. S., & Henley, D. (Eds.). (2007). The revival of tradition in Indonesian politics: The deployment of adat from colonialism to indigenism. Routledge.

Depok Luncurkan Batik. (2009, 19 Juni). Tempo. https://tempo.co/teroka/depok-luncurkan-batik-1879779

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok.. (t.t.). Filsosofi batik Depok. Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok.

Fraser-Lu, S. (1986). Indonesian batik: Processes, patterns and places. Oxford University Press.

Heringa, R. (1996). “The historical background of batik on Java”. In M. Gittinger (Ed.), To speak with cloth: Studies in Indonesian textiles (pp. 47–72). Museum of Cultur History, UCLA.

Hobsbawm, E., & Ranger, T. (Eds.). (1983). The invention of tradition. Cambridge University Press.

Irsyam, Tri Wahyuning M. (2017). Berkembang dalam Bayang-Bayang Jakarta: Sejarah Depok 1950–1990-an. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Jonathans, Y. (2011). Depok Tempo Doeloe: Potret Sosial dan Budaya Masyarakat. Libri

Kusumowardhani, P., Pinandoyo, D. B., Astuti, A. B., Indrianti, P., Annishia, F. B., & Hanifah, L. S. (2023). “Transformation Depok city logo in the batik motif application: Case study of MSMEs Batik Tradjumas Depok.” Proceedings of the International Conference on Applied Science and Technology on Social Science 2023 (iCAST-SS 2023) (pp. 341–347). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-202-6_48

Kurniasih, P., Amzy, N., & Kholisya, U. (2016). Penelusuran makna motif Batik Depok melalui konsep denotasi dan konotasi Roland Barthes. Jurnal Desain, 4(01), 45. https://doi.org/10.30998/jurnaldesain.v4i01.757

Munawarah, S., & Datang, F. A. (2023). “The identity of Depok people based on the terms of address variations: A dialectology study.” Linguistics Department, Faculty of Humanities, Universitas Indonesia. https://www.atlantis-press.com/proceedings/ahs-aprish-19/125987354

Muzaki, A., Nuruddin, & Setiadi, S. (2023). “Konservasi bahasa Betawi Depok melalui permainan tradisional.” Deiksis, 15(2), 174-184. https://doi.org/10.30998/deiksis.v15i2.15917

Smith, L. (2006). Uses of heritage. Routledge.

Suryana, A. (2004). “Transformasi sosial pribumi Depok tahun 1930-1960.” Jurnal Masyarakat dan Budaya, 6(2), 29-48.

Tempo. (2009, 19 Juni). Depok luncurkan batik. Tempo.co. https://tempo.co/teroka/depok-luncurkan-batik-1879779

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. (1999). Diakses pada 27 Januari 2026, dari https://djpk.kemenkeu.go.id/?p=339

UNESCO. (2009). Indonesian batik. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.

Wulan, P. P., Lukman, A., Nugroho, D. A., Jazmi, M., Imandiharja, I. N., Nisfhan, K., Afifah, F., & Danurrahman, M. S. (2018). Digitalisasi Depok lama: Sejarah, peristiwa, dan tinggalan materinya. Universitas Indonesia.

Yuwono, U., & Nazarudin. (2019). “Kearifan Kota Depok dalam media massa lokal Radar Depok: Analisis wacana berancangan korpus.” Linguistik Indonesia, 37(1), 61-79. https://doi.org/10.26499/li.v37i1.89

Zahra, A. U., & Nugraha, F. M. (2024). “Dinamika kehidupan sosial Belanda Depok dalam mempertahankan budaya leluhurnya periode 1913-1945.” Multikultura: Jurnal Lintas Budaya, 3(4), 582-604. https://scholarhub.ui.ac.id/multikultura

Publikasi Wawancara

 

Humas FIB UI. (2020, 2 Desember). [Community Engagement] Ragam motif batik: visualisasi ikonik sejarah dan karakteristik Kota Depok, Ade Solihat & Tim [Video]. YouTube. https://youtube.com/watch?v=Ze5sth8xwtU

Ruzka Republika. (2025, 11 Oktober). Tim revitalisasi batik Depok dan Disporyata bahas sinergi. Republika. https://ruzka.republika.co.id/posts/tim-revitalisasi-batik-depok

Ruzka Indonesia. (2025, 23 Desember). Batik Depok sebagai kanvas budaya kota urban. Ruzka Indonesia. https://ruzkaindonesia.id/batik-depok-sebagai-kanvas-budaya-kota-urban/

Bahasa Abstract

Depok sebagai kota urban, sering menghadapi kesulitan dalam menampilkan identitas budaya yang khas dan mudah dikenali. Dalam konteks tersebut, Batik Depok hadir sebagai simbol budaya urban. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis Batik Depok sebagai praktik budaya kontemporer kota urban dengan menggunakan konsep invented tradition. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pelaku budaya, pemerintah daerah setempat, dan warga Depok, serta studi media. Hasil penelitian menunjukkan,  dalam kerangka invented tradition, Batik Depok bukanlah tradisi yang diwariskan secara historis, tetapi suatu aktivitas kebudayaan yang dibentuk secara sadar dalam konteks perkotaan untuk merepresentasikan identitas bersama. Artikel ini juga menunjukkan bahwa pembentukan tradisi lokal di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan masa lalu, tetapi juga dengan kebutuhan komunikasi identitas dan pengelolaan budaya di masa kini, dengan melibatkan potensi translokal yang berada di ruang urban Kota Depok. Pemerintah daerah berperan sebagai aktor utama dalam orkestrasi penciptaan Batik Depok, dengan motivasi politis, simbolik, dan ekonomis. Diaspora Jawa di Depok menjadi pelaku budaya utama yang memungkinkan praktik membatik berjalan. Sinergi multiaktor penting untuk menjadikan Batik Depok diterima masyarakat urban Kota Depok sebagai identitas bersama.

Share

COinS