•  
  •  
 

Abstract

This study examines a traditional maritime technology in the form of a fish trap known as bubu, which is used by fishing communities in Pemongkong Village, East Lombok, to catch blue swimming crabs (Portunus pelagicus). The focus of the discussion is on the design of the bubu and the methods of its use by local fishermen in Pemongkong Village. The research was conducted using a literature review method, with data sources derived from various written references and scientific publications. The results indicate that the use of bubu by these fishermen is more economically beneficial and environmentally friendly. Based on these findings, it can be concluded that the bubu has the potential to increase fishing productivity while posing no threat to the environment, making it highly suitable to be preserved and passed down from generation to generation as a traditional cultural practice among coastal communities in East Lombok.

References

Adam, Firman & Anwar, (2016). Model Pengelolaan Perikanan Rajungan dalam Meningkatkan Pendapatan Nelayan di Kabupaten Pangkep. Jurnal Galung Tropika, 5 (3) : 203 - 209

Adi S, Ririn I, Devi Y, 2014. Perbedaan Jenis Umpan Dan Waktu Penangkapan Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Dengan Bubu Lipat Skala Laboratorium (The differences of Baits and Mud Crab (Scylla serrata) Fishing Times with Collapsible trap in Laboratory Scale). Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 4 No. 4 : 221-228.

Andre F, Rusdy, A. S, Hartatianac, 2024. Studi Literatur: Landasan Dalam Memilih Metode Penelitian Yang Tepat. Journal Educational Research and Development Vol.01 No. 01 Oktober - Desember2024 259

Arios, A. H., Saputra, S. W., & Solichin, A. (2013). Hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) dengan menggunakan alat tangkap bubu lipat yang didaratkan di TPI Tanjung Sari Kabupaten Rembang. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 2(3), 243–248. https:// doi.org/10.14710/marj.v2i3.4221

Efray W, Kalvin P , Korinus R , Felix R , Poppy I. L. A., 2023. Pendampingan Pembuatan Alat Tangkap Ramah Lingkungan (Bubu Lipat) Bagi Nelayan Lokal di  Kampung  Enggros  Teluk  Youtefa  Kota  Jayapura,  Papua.  Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua, Indonesia. JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol. 4, No. 3, Agustus 2023, Hal. 194-204 DOI: http://dx.doi.org/10.36596/jpkmi.v4i3.685

Etika A. S, Yusrudin, M. Tajuddin N, 2017. Pengaruh Jenis Umpan Terhadap Hasil Tangkapan Kepiting Bakau (Scylla Sp) Pada Alat Tangkap Bubu Di Desa Sawohan Kecamatan Buduran Kebupaten Sidoarjo. Jurnal Techno-Fish Vol. 1 No. 2

Pramono E. S, Bustari H, Irwandy S., 2016. Uji Coba Penggunaan Berbagai Macam Bahan Bubu Untuk Penangkapan Lobster Di Danau Maninjau. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau.

Evawarni, 2011. Teknologi Tradisional Yang Berhubungan Dengan Mata Pencaharian Di Daiklingga. Balai Pelestarian Sejarah Dan Nilai Tradisional Tanjungpinang 2011.

Husni, S., Yusuf, M., Nursan, M & Utama FR, A., U. (2021). Pemberdayaan Ekonomi Nelayan Rajungan Melalui Pengembangan Teknologi Alat Tangkap Bubu fi Desa Pemongkong Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA 4(4)

Bahasa Abstract

Penelitian ini membahas teknologi tradisional kelautan berupa alat tangkap ikan bubu yang digunakan oleh masyarakat nelayan di Desa Pemongkong Lombok Timur untuk menangkap kepiting rajungan. Focus pembahasan yaitu mengenai bagaiman bentuk dan cara penngunaan bubu oleh nelayan di desa pemongkong. Penelitian dilakukan dengan metode kajian literatut, dengan sumber data yang berasal dari berbagai refrensi bacaan dan tulisan-tulisan ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan bubu oleh para nelayan ini lebih menguntungkan dan juga ramah lingkungan. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa bubu ini memungkinkan peningkatan produktivitas dalam penggunaanya dan tidak berpotensi merusak lingkungan sehingga sangat bagus untuk tetap dilestarikan secara turun temurun sebagai suatu budaya tradisional bagi masyarakat pesisir di Lombok Timur.

Share

COinS